
Cinta adalah pengorbanan, hal yang mungkin akan dilakukan meski sekecil apapun pengorbanannya.
Saat ini Raka Abimanyu. Seorang pria ambisius dengan kemampuan mumpuni dalam berbisnis dan soal wanita itu, telah duduk santai sambil mengobrol dengan Ibu dari wanita yang telah ia Gilai sejak lama. Merayu sang calon mertua dengan kata kata manisnya, membuat Tania yang sedang duduk sambil mengotak Atik ponselnya itu, kesal dibuatnya.
Bukan tanpa alasan Raka begitu dekat dengan Rosmalina sang calon Mamah mertuanya itu. Sudah sejak lama Raka telah mengutarakan niatnya yang ingin mempersunting anak gadis satu satunya di keluarga Nalendra itu. Bahkan Raka telah membuktikan keseriusannya pada Tania sejak Tania masih di bangku SMA.
"Tante, om Rudi kenapa ngga ikut?" tanya Raka berbasa basi.
"Oh, Om kamu itu lagi sibuk banget, sekarang aja dia lagi di Singapura sama omnya Tania," ungkap mamahnya Tania. Terlihat Tante Rosnya itu menghela nafas berat, tersirat rasa rindu pada sang suami yang telah 1 Minggu meninggalkannya.
"Ieh, mamah kaya yang seminggu enggak pernah liat papah, kan tiap hari Vidio call mah...," ucap Tania. Pasalnya Tania selalu dibuat iri oleh kedua orang tuanya itu, karena meskipun sudah tidak muda lagi, tetapi mereka malah semakin mesra saja, membuat orang lain iri saja.
Mendengar jawaban yang dilontarkan mulut sang putri kesayangan, seketika cubitan ringan melayang ke pinggang gadis cantik itu dari sang mamah.
"Kamu ngga tau rasanya ditinggalin suami, makanya cepet nikah dong, biar bisa ngerasain gimana ngga enaknya ditinggalin suami," gerutu mamah yang membuat wajah Raka berbagai dengan senyumannya.
Tania tak menimpali perkataan sang mamah, karena Sudah tau akhir dari percakapan yang lumrah ini. Dia akan berakhir dengan dibujuk untuk menerima pertunangannya dengan Raka, pria yang selalu membuatnya kesal itu.
"Jangan khawatir Tante, nanti Raka percepat pernikahan kami," ungkap Raka tanpa basa basi.
Mendengar apa yang diucapkan Raka itu, Tania tak terima, mana mungkin dia mau menikah dengan pria yang satu berubah menjadi satu frekwensi dengan kakanya itu.
"Enggak mau, Tania mau kerja dulu dan nggak mau ngelangkahin ka Rainer, kalo ka Raka udah pengen nikah, silahkan cari gadis lain," ungkap Tania dengan mata terus menyorot tak suka pada Raka yang terus menempel pada mamahnya itu.
Mendengar penolakan Tania padanya, malah menciptakan senyum merekah di wajah tampan sang pria brengsek itu. Raka tak sedikit pun gentar, dia malah yakin, semakin Tania terlihat benci padanya, semakin Raka yakni bahwa cinta Tania yang dulu sempat berkembang padanya masih tersisa, bahkan masih begitu besar.
"Mah, udah lama nunggu?" ucap sulung dari keluarga Nalendra itu.
Rainer baru memasuki ruangannya dan mendapati tiga orang yang begitu ia kenal sedang asik bercakap cakap yang tidak diketahui oleh Rainer apa yang mereka perbincangkan.
__ADS_1
***
Kini Tania sudah diusir oleh sang mamah dari ruangan Rainer. Mamah Ros mungkin merasa khawatir, jika Tania ikut dalam diskusi yang akan Mamahnya dan Rainer lakukan, akan tetapi, ini dilakukan agar Tania tidak mempengaruhi keputusan Rainer dalam menerima Karina.
Nyatanya, tanpa Tania ikut campur pun, sudah jelas Rainer akan menolak tanpa berfikir dulu saran dari sang mamah untuk menerima Karina sebagai calon istrinya.
Duduk dengan risih Tania di kantin kantor yang berada di basemen. Menikmati secangkir kopi kesukaannya, berusaha tidak menghiraukan pria yang dari tadi megikutinya yang telah diberi perintah oleh sang mamah untuk menjaganya itu.
Sebenarnya, Tania mencari Anna dan yang lain, tetapi Anna ternyata sedang sangat sibuk dengan teman temannya. Dan kini ia malah berakhir menikmati kopinya sendiri.
Raka duduk tepat di hadapan Tania yang terus berpaling dari tatapannya, menampakkan ketidak sukaannya pada Raka atas keberadaannya saat ini.
"Nana, aku ingin bicara serius sama kamu," bujuk Raka agar Tania mau bicara dengannya.
Mendengar nama Nana disebut, matanya langsung menyorot tak suka.
Tak disangka, Raka mengejar Tania yang melangkahkan kakinya menuju parkiran tempat dimana ia menyimpan mobilnya.
Kemudian Raka meraih tangan Tania dengan paksa, menariknya menuju belakang mobil dan mendorong tubuh mungil itu ke tembok tepat berada di belakang mobil dan merapatkan tubuhnya pada Tania sehingga Tania tidak memiliki akses untuk menghindarinya lagi.
"Kamu tau sayang, sudah 4 tahun aku menahannya, memenuhi permintaanmu agar tak mendekatimu dulu, hingga aku melakukan kesalahan yang tidak aku sengaja, dan kamu tidak memberi toleransi padaku. Aku sangat rindu kamu Tania sampai aku bisa melakukan apapun untuk mendapatkanmu," ucap Raka.
Raka berbicara sambil menatap dalam mata Tania yang mulai berembun itu, Raka terus merapatkan tubuhnya, satu tangan Raka menahan tembok dibelakang Tania, dan tangan lainnya mengelus pipi kemerahan itu.
Hembusan nafas Raka menerpa wajah Tania setiap ia berucap, mengungkapkan rasa yang bercokol dalam hatinya, begitu sakit mengungkapkannya. Begitu pun Tania, begitu pedih mengingat tentang kesalahan Raka padanya.
"Maafkan aku sayang, dulu aku mabuk, aku tidak sengaja melakukannya," sesal Raka.
"Dan kamu terus melakukannya setelah jauh denganku kan?!," geram Tania.
__ADS_1
"Aku tak mencintai mereka sayang, aku hanya cinta kamu, aku laki laki normal, butuh pelampiasan."
Senyum sinis tersungging di wajah cantik yang terbingkai kaca mata itu. Alasan karena laki laki normal, adalah alasan paling sialan yang sering dia dengar dari mulut manis Raka begitupun kakaknya.
"Kamu kira, jika papah tau kalau kamu pemain wanita, papah akan setuju menikahkan aku sama kamu ka?" tanya Tania ikut mendekatkan wajahnya pada Raka untuk menantangnya.
Menyaksikan aksi gadis yang menantangnya ini, kemudian Raka melakukan gerakan tak terduga. Raka meraih tengkuk leher Tania dengan tangan kanannya, menahan pinggang ramping itu agar tidak menjauh, dengan gerakan cepat Raka kemudian ******* bibir manis yang telah lama ia rindukan itu dengan rakus, berusaha menerobos pertahanan Tania, menyecapnya dengan sepenuh hati, berusaha menyalurkan kerinduannya yang tengah kehausan itu.
Sedangkan Tania kaget dengan aksi yang dilakukan oleh Raka, Tania berusaha melepaskan diri dari tangan Raka yang telah mengunci tengkuk leher dan pinggangnya itu, mendorong dengan sekuat tenaga, memukul dada bidang yang dulu selalu memeluknya dengan sayang, sejenak Tania terbuai dengan apa yang dilakukan Raka, Tania pun merindukan Raka, tapi rasa sakitnya lebih besar dari pada kerinduannya.
Setelah menyadari kesalahannya karena ikut terbawa suasana, Tania berusaha memberontak kembali, lalu Tania menggigit bibir manis itu dengan sekuat tenaga, tapi Raka tak peduli, ia terus memuntahkan kerinduannya dalam ciuman paksa ini, terasa di mulut Tania ada sedikit rasa asin yang mengalir di mulutnya, tapi Raka tak peduli dengan luka yang dibuat oleh gigitan Tania itu.
Pada akhirnya meleleh juga air mata Tania, mendapati bahwa pria brengsek di depannya ini masih sama seperti dulu, senang memaksakan dirinya meskipun dia terluka sekalipun.
Melihat gadisnya meneteskan air mata, baru Raka menghentikan aksinya, melepaskan pagutan yang ia rindukan itu dengan berat hati.
Tania menangis lirih, menumpuk kekesalan juga kerinduan pada pria yang dulu selalu membuatnya tersipu malu itu.
"Maafkan aku karena selalu membuatmu menangis, setelah sekian lama, tapi aku tetap selalu membuatmu terluka." sesal Raka sambil mengusap air mata yang mengaliri pipi kemerahan Tania.
Tania tak berkata apa apa, dia lalu menepis tangan Raka yang menyentuh pipinya dengan kasar, lalu mundur secara teratur, melangkahkan kakinya menjauhi Raka yang selalu menumpuk penyesalan hari demi hari semenjak 4 tahun yang lalu.
Raka tidak mengejar Tania yang berlari menjauhinya, ia hanya menatap punggung wanita yang ia cintai itu dengan tatapan terluka. Raka benar benar menyesali kebodohannya yang dulu. Dan kini ia berjanji akan menebusnya.
***
Makasih banget yang udah mampir dan masih setia menunggu setiap part si pria pria baong ini 😂😂😂
Happy reading 😚
__ADS_1