
..."Hidup itu pilihan, kau pilih hidup bersyukur dan hidup bersabar, maka nikmati kebahagiaanmu"...
***
Senyum itu terus mengembang diwajah sempurna Rainer, menggenggam erat tangan Anna seperti takut untuk melepaskannya. sesekali ia akan melirik Anna sekilas dan mengusap pucuk kepalanya dengan sayang, sedangkan anna tengah asik mengecek ponselnya yang terus bergetar karena banyaknya pesan di group teman kampusnya, menginformasikan tugas tugas yang begitu banyak ditinggalkan oleh Anna kala dia liburan.
Kini, mereka telah meninggalkan tempat yang penuh kenangan bagi Anna itu, dan menutup kenangan mereka dengan begitu apik dan manis yang sudah jelas tak akan pernah mereka lupakan.
"Tak apa jika kita ke mall dulu?" tanya Rainer meminta persetujuan sang istri.
Yang ditanya langsung menoleh pada Rainer sambil menatapnya.
"Ada yang mau dibeli?" tanya Anna.
"Mampir saja sebentar, kita beli bahan untuk makan malam, atau mau makan malam di mall saja?" tanya Rainer.
"Kita masak saja," jawab Anna yang kembali mengerjakan sesuatu di ponselnya itu.
"Pak sep-" ucap Anna tertahan karena Rainer memotong kata katanya.
"Panggil aku Babe, kenapa selalu panggil pak?" tanya Rainer sedikit kesal.
"Maaf lupa, sepertinya hari ini aku harus masuk kuliah," terang Anna.
"Baiklah, nanti aku antar, sekarang kita belanja dulu sebentar, lalu kamu istirahat dulu," pungkas Rainer sambil berbelok menuju parkiran mall yang akan dikunjunginya.
***
Kini Anna dan Rainer berjalan berdampingan di supermarket sambil mendorong troli yang mulai terisi sedikit demi sedikit.
Rainer mengambil apapun yang dilihatnya, merasa itu perlu dibeli dan dibutuhkan, dan Anna hanya menatapnya takjub, ternyata pria seperti Rainer bisa berbelanja sendiri, tak berniat membantu karena tubuhnya masih terasa tak enak, terutama di bagian inti Anna, seperti masih terasa perih dan ada sesuatu yang mengganjal membuat langkah Anna sedikit pelan.
"Sudah cukup be, ini sudah terlalu banyak," protes Anna kala melihat Rainer memasukan camilan dan minuman kaleng sangat banyak.
"Tak apa sayang, ini untuk persediaan bergadang kita," jawab Rainer asal sambil mengusap puncak kepala Anna dengan gemas.
Setelah kegiatan berbelanja usai, Rainer lalu membawa Anna untuk duduk di foodcord sambil ia mengantri membeli beberapa camilan yang akan mereka santap hanya untuk sekedar mengganjal perut saja sampai mereka makan malam nanti.
Anna memperhatikan suaminya yang sedang antri untuk memesan makanan yang diinginkannya, setiap gerakan tak ada yang luput dari pandangan Anna, saat ini suaminya itu terlihat sangat ceria dan begitu bersemangat, bahkan ia menyempatkan diri untuk sekedar tersenyum sambil berjongkok menyapa seorang anak kecil yang ikut mengantri dengan ayahnya di stand yang sama dengan Rainer, entah apa yang Rianer katakan Anna tak mendengarnya sama sekali.
__ADS_1
Sejenak senyum simpul terukir di wajah Anna yang tengah menatap suaminya itu. Pemandangan yang begitu manis bagi Anna, apakah mungkin Rainer akan menginginkan seorang anak juga? anggap saja mereka seperti baru saling mengenal dan berpacaran, tapi bedanya mereka menikah dulu. Apakah tak terlalu cepat?.
Pemikiran konyol Anna tentang suaminya bermunculan begitu saja tak terkendali, sampai Anna menggelengkan kepalanya agar tak memikirkannya lagi, saat ini Anna terlalu bahagia dengan keadaan dan statusnya yang telah berubah.
"Kenapa sayang? kepalamu sakit," tanya Rainer khawatir melihat Anna yang tiba tiba menggelengkan kepalanya.
Sontak Anna kaget dengan keberadaan Rainer yang sudah berada tepat disampingnya memegang kedua pipinya sambil bertanya penuh dengan kekhawatiran, sejak kapan suaminya itu sudah berada di sampingnya?.
"Eh, tidak apa apa, aku baik baik saja," ucap Anna sambil mengalihkan pandangannya agar tak terlihat oleh suaminya.
Tidak lama, makanan yang Rainer pesan telah sampai di meja mereka, kemudian Anna dan Rainer mulai menyantap hidangan yang telah tersaji di depan mereka, sesekali di sela mereka makan, Rainer akan bergumam mengomentari makanan yang ia makan.
"Babe..." panggil Anna pada suaminya.
"Kenapa?" tanya Rainer.
"Berarti aku sudah boleh ikut seleksi ke divisi lain di kantor?" tanya Anna.
Sejenak Rainer menatap Anna kemudian mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan Anna dengan jawaban luar biasanya.
"Sayang, kamu belum berhasil tes ciumannya sayang," ucap Rainer membuat Anna membulatkan matanya tak menyangka.
"Semalam kan itu contoh cara berciuman dengan benar, bukan kamu yang mencium, tapi aku, jadi itu tidak termasuk hitungan, itu baru tutorial saja yang harus kamu praktekkan," ucap Rainer dengan wajah serius tanpa menampakkan senyumnya sedikitpun, padahal dalam hati begitu ingin tertawa melihat ekspresi kecewa istrinya itu.
"Ish, sebel" gerutu Anna menyandarkan punggungnya dengan sedikit kasar sambil melipat tangannya di dada.
"Masih ada waktu sampai seleksi itu dilaksanakan, jangan khawatir," ucap Rainer dengan enteng.
"Hanya ciumannya kan, tidak usah yang lainnya?" tanya Anna memastikan. sepertinya Anna masih teringat rasa sakit saat pergulatan terjadi meskipun tidak dipungkiri ia pun merasakan sensasi menyenangkannya, tapi melihat kondisinya sekarang yang lemah ini, Anna takut terjadi lagi.
"Yang kedua tidak akan ada rasa sakit sayang," ucap Rainer sambil berbisik di telinga Anna, lalu mengecup pipinya dengan kilat.
Sontak Anna melirik sinis pada suaminya itu, benar benar sekarang selain kejahilan suaminya yang tak ada obatnya itu, Rainer pun kini menjadi sangat mesum.
"Anna," terdengar suara seorang pria memanggil Anna yang membuat Anna dan Rainer menoleh bersamaan.
Tampak seorang pria dan wanita yang Anna kenal mendekati keberadaan Anna dan Rainer.
"Beneran Anna, eh .. sama pak Rainer," ucap sang perempuan membulatkan mata merasa kaget dan heran melihat keberadaan Anna yang duduk bersama Rainer, posisi duduknya begitu dekat nyaris tak berjarak, dan tangan Rainer sedikit memeluk Anna.
__ADS_1
"Mba Winna.." gumam Anna begitu kaget lalu sedikit menjauhkan tubuhnya dari dekapan Rainer yang jelas begitu terlambat bereaksi.
Yah, itu adalah Winna dan Ardi staff keuangan di kantornya, ratu gosip di kantor mengetahui info terbaru bosnya itu, tentu saja beritanya akan cepat tersebar bukan.
Melihat reaksi kaget kedua staffnya dan reaksi Anna yang seperti ingin menutupi kenyataan, Rainer langsung menyapa Winna dan Ardi.
"Kalian disini?" tanya Rainer dengan santai malah semakin menarik Anna ke sisinya dan menggenggam tangan Anna.
"Ah... iya pa, kita mau nonton aja pa," ucap Ardi.
"Pak Rainer sama Anna sedang..." lanjut Ardian bertanya dengan pertanyaan tak lengkap dan mengandung arti yang tak berani Ardi ucapkan.
"Hmmmm.. seperti yang kalian lihat, kalian sudah pesan, ayo gabung sama kita," ajak Rainer tanpa mengatakan status baru Anna dan Rainer saat ini.
"Ah iya pa, tapi kita udah mau masuk bioskop pa, tinggal 5 menit lagi, mau beli cemilan buat di dalem aja," tolak Winna masuk akal, tapi sebenarnya Winna enggan juga bergabung di meja Rainer, takut baper dan takut mengetahui kenyataan.
"Ok kalo gitu, selamat menonton kalian ya, kita duluan ya," ucap Rainer sambil menggandeng Anna beranjak dari duduknya untuk meninggalkan foodcord dan melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen Rainer.
Setelah beberapa saat meninggalkan keberadaan Winna dan Ardi dan sudah pasti menyisakan pertanyaan yang begitu membuat penasaran, tiba tiba terdengar notifikasi chat what's app dari ponsel Anna.
Winna : "Anna... jangan bilang kamu beneran jadian sama pak Rainer?" isi pesan dari Winna yang tak berani dijawab, bahkan dibuka saja tidak.
"Kenapa? kasih tau aja yang sebenernya," ucap Rainer tau apa yang terjadi.
"Aku belum siap be," jawab Anna lirih.
"Apa maksudnya belum siap? Kamu mau menyembunyikan status kamu yang sudah resmi jadi istri aku?" tanya Rainer tak suka dengan kemungkinan yang akan dilakukan oleh istrinya itu.
"Bolehkan kita putuskan nanti? beneran, kayanya aku ngantuk banget, pengen cepet tidur sebelum aku kuliah nanti malem," ucap Anna berusaha menghentikan obrolan mereka.
"Baik nanti kita bicarakan," ucap Rainer lalu masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya menuju ke apartemen.
***
Maafkan ya authornya telat up, semoga masih setia menunggu up date setiap partnya ya...
Konflik rumah tangga akan dimulai, jangan dilewatkan. Masih pengen liat jejak jejak yang bertebaran ya, jangan lupa hehehe
happy reading 😁😁
__ADS_1