
Pagi yang sibuk, bagi setiap insan yang hendak mengais rejeki. Semangatnya harus bertambah karena pagi ini ditemani derasnya air hujan yang mengguyur permukaan bumi, rasanya lebih dingin dibandingkan biasanya.
Kini Anna sudah bersiap akan pergi menuju kantornya. Ditangannya telah terkembang payung yang cukup untuk melindungi dirinya dari hujan agar tak terkena cipratannya yang cukup deras itu.
Sebelumnya mode transportasi yang ia gunakan adalah sepeda, dalam 15 menit, ia akan bisa sampai ke kantornya. Setelah sepedanya disembunyikan oleh Rainer, ia menggunakan ojeg, tapi Rainer selalu menghalanginya berdekatan dengan pria lain, bahkan tukang ojek sekalipun.
Akhirnya setelah tragedi tukang ojeg yang meninggalkan Anna karena di hadang oleh Rainer, kini jika Rainer tak bisa menjemput Anna, pasti ada yang memesankan taksi untuknya, Rainer ataupun Arman, Anna tak paham. Yang pasti, setiap pukul 7 tepat, taksi itu sudah ada di depan kosan Anna yang mana letak kosan Anna tepat di gang yang masih bisa dilalui oleh mobil itu.
Meskipun selama seminggu kemarin Anna tak bersama Rainer, tetap saja Anna selalu dipantau oleh Rainer, sungguh luar biasa bukan.
***
Hujan deras ini memang membuat banyak orang menggerutu karena sedikit banyak menghambat pergerakan. Tetapi tidak bagi Rainer, ini akan menjadi alasan kuat Rainer agar bisa menjemput Anna.
Rainer sudah duduk manis di belakang kemudi, menatap gadis cantik yang sedang mengembangkan payungnya. Anna tidak sadar jika yang menjemputnya saat ini adalah Rainer.
"Tid..." Klakson dibunyikan yang membuat Anna menoleh seketika, menyadari bahwa suara klakson itu ditujukan pada Anna.
Anna kemudian merapatkan payungnya, melangkah dengan perlahan agar tidak tergelincir karena jalanan begitu licin, dan cipratan air hujan cukup bersemangat ingin membasahi baju yang dikenakannya hari ini.
Saat mengetahui siapa yang duduk manis di belakang kemudi, sekuat tenaga Anna menahan senyumnya yang ingin berkembang itu. Cukup tak menyangka dengan cuaca yang membuat semua orang kesulitan ini, Rainer rela menyempatkan waktu untuk dirinya, bagaimana bisa Anna tak tersanjung dengan perlakuan Rainer padanya bukan.
"Ayo masuk sayang, biar ngga kebasahan." Ucapan jahil Rianer membuat Anna cukup tak percaya, semakin lama Rainer benar benar semakin berani mengungkapkan rasa sukanya pada Anna.
Setelah Anna masuk ke dalam mobil, sejenak ia menatap Rainer ingin melayangkan protes pada Rainer, "Bisakah anda tidak memanggil saya seperti itu pa, jika orang lain yang mendengarnya, sudah jelas mereka akan salah paham," ucap Anna.
"Baik, asal lakukan apa yang aku katakan semalam." Anna menghela nafas dengan berat, lalu ia menganggukan kepalanya.
***
Flash back saat Anna dijemput Rainer di kampus tadi malam.
Tubuh mungil itu berjalan tanpa menoleh sedikitpun kepada Rainer yang berada tepat disampingnya yang sedang terkikik geli melihat Anna yang terus mendelik padanya.
"Kenapa belum pulang?," tanya Rainer sambil mensejajarkan langkahnya dengan Anna yang sedikit tergesa gesa menuju jalan raya berharap masih ada angkot yang lewat didepan kampusnya.
"Nggak apa apa Pak, tadi saya barengan sama Irma, dan dia baru pulang," dusta Anna.
"Masa sih?, bukan karena nungguin aku?" jahil Rainer sambil terus mengembangkan senyumnya dan memiringkan kepalanya tepat di depan wajah Anna. Senang sekali Rainer menggoda Anna.
__ADS_1
Terang saja saat Rainer bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi, wajah Anna seketika memerah menahan malu, beruntung pencahayaan agak redup, jadi tidak begitu terlihat bagaimana keadaan Anna sekarang.
Dalam hati Anna mengumpati bos brengseknya ini, "Udah tahu nungguin kamu bos, pake nanya lagi, kesel." Umpatan itu hanya mampu sampai pada kerongkongannya yang di ucapkan tanpa suara.
Mata Anna tiba tiba mendelik ganas, ingin bicara dan protes tapi tak bisa, dan merasa tak pantas saja, karena Anna merasa saat ini ia bukan siapa siapa bagi Rainer, jadi Anna tak punya hak untuk protes karena Rainer membuatnya menunggu.
Anna lalu berbalik, bermaksud untuk meninggalkan Rainer dan akan pergi mencari angkutan umum untuk kembali ke kosannya.
Tetapi langkah Anna dihentikan oleh Rainer dengan mudah, dengan cara menarik lengannya dengan lembut tetapi begitu kuat dan sulit dilepaskan.
"Maaf ya telat, tadi meetingnya sedikit lama," sesal Rainer dengan menampakkan mata teduhnya yang membuat hati Anna deg deg ser dibuatnya.
Saat ini Anna menjadi salah tingkah dengan sikap bosnya itu, "Ngga usah minta maaf pa, saya nggak nungguin bapa ko," dusta Anna masih ingin melindungi harga dirinya.
Mendengar itu senyum manis Rainer terkembang. Anna tak ingin mengakui jika ia menunggu kedatangan Rainer karena ingin menyelamatkan harga dirinya, dan Rainer tau betul jika Anna belum yakin padanya.
Tanpa banyak berdebat lagi, Rainer langsung menarik tangan Anna dengan lembut dan membawanya masuk ke mobil.
"Aku anterin pulang ya, udah malem, kamu pasti cape kan."
Jantung Anna terpompa lebih cepat saat mendapatkan sikap Rainer yang begitu lembut padanya. Mungkin karna terbiasa dijalhilj, jadi hari ini Anna merasa begitu berbeda.
Tetapi tetap Anna harus bisa menahan diri, jangan sampai terlalu terlena. Anna masih tetap ingat, Rainer adalah pria brengsek yang akan dengan sangat mudah mendapatkan wanita manapun yang diinginkannya.
Setelah mereka duduk manis di dalam mobil, Rainer tak serta merta langsung melajukan mobilnya untuk mengantar Anna.
Rainer memfokuskan atensinya pada Anna, ingin menyampaikan hal yang menurutnya sangat penting.
"Anna, dengarkan aku," tegas Rainer sambil menampakkan sorot matanya yang serius itu.
"Mulai sekarang, bisakah kamu jangan panggil aku Pak lagi?" pinta Rainer yang terus ia ulang dan belum dilakukan oleh Anna itu.
"Saya harus panggil anda apa, Pak? saya merasa tak pantas," ungkap Anna.
"Yang pasti, panggilan yang berbeda dengan yang lain, jangan disamakan, dan panggilannya harus terdengar mesra, dan kamu yang paling pantas melakukannya dibandingkan dengan yang lain, karena aku sendiri yang memintanya." Mendengar penuturan dari mulut laknat Rainer itu, sontak Anna membulatkan matanya.
"Jangan ngaco Pak, sudah jelas itu sangat memalukan dan tidak akan pernah saya lakukan apa lagi didepan orang lain," protes Anna.
"Baik, panggilan mesra saat kita sedang berdua saja, jika sedang dikantor tidak apa apa Pak." Rainer keukeuh dengan keinginannya ingin diakui sebagai calon suami oleh Anna.
__ADS_1
"Dan lagi, saya tidak bisa mengakui anda sebagai calon saya pa. Saya tidak mungkin melangkahi hak orang tua saya." terang Anna.
"Ok, aku akan minta langsung pada orang tua kamu, tenang saja, dan saat itu terjadi, persiapkan dirimu." Rainer mengatakannya dengan begitu yakin.
"Mulai dari sekarang, pikirkan panggilan khusus untukku, harus panggilan yang berbeda dengan orang lain," tuntut Rainer.
"Saya pikirkan nanti ya Pak," pungkas Anna. Ia berfikir, kenapa bisa bos brengseknya ini sangat pemaksa sekali.
***
Kembali ke masa sekarang
"Saya belum nemu panggilan cocok untuk anda Pak, maaf." Sekarang Anna harus menyelamatkan harinya, jika Rainer belum mengubah panggilan sayangnya itu. Sudah dipastikan Anna akan jadi gunjingan lagi bukan.
"Sebelum kamu mendapatkan panggilan spesial khusus buat aku, mulai sekarang aku panggil kamu sayang dimanapun." Mendengar itu tiba tiba otak Anna buntu, dia bingung harus bagaimana menyikapi kegilaan bosnya ini.
"Anda saja yang menentukan, mau dipanggil apa? saya nggak punya pengalaman jika tentang hal seperti ini," ucap Anna.
"Ide bagus," ucap Rainer sambil terkekeh.
Sepertinya keputusan Anna menyerahkan masalah ini pada Rainer adalah hal yang tidak tepat sama sekali, bersiap lah mendapatkan hal yang konyol Anna.
"Panggil aku Babe, dan jangan bicara formal lagi pada ku, dan jangan berani mendekati pria manapun, karena kamu selalu aku lihat Anna."
Hasil akhir yang dirasa oleh Anna begitu berat, bagaimana bisa dia menjalani harinya sekarang.
Wajah Rainer begitu berbinar melihat keresahan yang tersirat diwajah cantik Anna itu.
"Ya Allah, tolongin." Anna berharap, ia tak akan diserang oleh fans garis keras Rainer, sungguh tak terbayang bagaimana nasibnya.
***
Menyebalkan tapi ngangenin, Babe ku Rainer 😍😍
Semoga kalian menikmati karyaku ya....
makasih banget yang udah mau mampir ke sini ya...
Happy reading 😉😉
__ADS_1