
Merenungkan akan masa lalu saat hidup dalam ketidak pastian, hanya berjalan begitu saja tanpa adanya sesuatu yang berarti, hanya mengejar kesenangan semu.
Itulah yang dilakukan Rainer, hingga ia lupa jika usianya sudah terlampau matang untuk melakukan hal hal yang konyol.
Mungkin saja karna Rainer memiliki semua yang diinginkan seorang pria, harta melimpah, wajah rupawan, jika ingin wanita, tinggal tunjuk, dengan mudah wanita akan menempel kepadanya.
Jika mengingat masa mudanya yang penuh dengan kegilaan itu, Rainer selalu berdoa pada yang maha kuasa, semoga anaknya yang kini ada dalam perut Anna tidak akan pernah melakukan hal yang sama seperti dirinya. Apalagi jika anaknya adalah perempuan semoga tak bertemu pria seperti dirinya.
Rainer benar benar harus ekstra menjaga dan mendidik anaknya nanti, apa perlu anaknya dimasukan ke pesantren? Ah sudahlah.
Hari ini adalah hari bahagia bagi semua orang. Terutama untuk sang Raja dan Ratu semalam yang sedang dipajang di panggung pelaminan yang penuh dengan keindahan pesta dari siang hingga sore ini.
"Cape sayang?" tanya Rainer beberapa saat setelah Anna dan Rainer turun panggung untuk mengganti kostum yang ia gunakan.
"Engga terlalu, aku baik baik aja ko," jawab Anna.
Sambil Anna di rapih kan riasan nya, tanpa sungkan Rainer meraih kaki Anna dan membuat pijatan pijatan ringan guna memberi kenyamanan pada istrinya tercinta itu.
Pertanyaan yang seringkali terlintas dari beberapa orang terdekat Anna termasuk Rainer sendiri, mengapa Anna mau menuruti kemauan mertuahha sedangkan saat ini ia sedang hamil muda.
Bagi Anna ini penting dilakukan. Pasalnya Mamah Ros sangat ingin jika Resepsi anaknya diadakan semeriah mungkin, mengundang semua kolega, ada juga wartawan, semua Karyawannya, dan tentu saja teman dan keluargapun sudah pasti, tak ada yang terlewat.
Meskipun lelah, tapi Anna ingin menyenangkan Keluarganya terutama Mamah Ros yang sudah begitu baik pada dirinya. Mamah Ros memang tidak memaksa, ia pun mengerti jika kondisi Anna akan sangat tidak memungkinkan, tapi setelah berkonsuktasi kepada dokternya dan dengan kesungguhan Anna, jadilah resepsi ini diselenggarakan sesuai dengan keinginan Mamah Ros.
Dikarnakan kondisi Anna yang sedang hamil muda, konsekwensinya adalah Anna tidak bisa berdiri terlalu lama di pelaminan. Anna lebih banyak duduk untuk menjaga tubuhnya agar tidak terlalu lelah.
"Apa kamu ngga usah naik lagi?, biar aku aja disana," ucap Rainer mengusulkan.
"Engga perlu, nanggung ini tinggal 2 jam lagi kan," jawab Anna.
__ADS_1
Rasanya Anna tak ingin membuat kecewa mertua baiknya itu, bukankah acara ini tak akan pernah mereka ulang lagi bukan, jadi tidak apa jika sekarang seperti ini, toh di pelaminan juga Anna bisa duduk sesekali bukan.
"Ya sudah, ayo kita kembali, sepertinya sudah banyak yang antri ingin melihat pengantin ini bukan," ajak Anna mengajak suaminya kembali ke pelaminan.
"Oke," jawab Rainer.
Dengan lembut Rainer menggenggam jemari Anna, menuntunnya ke pelaminan yang suda ia tinggalkan beberapa saat.
Entah kenapa suasana begitu hening, pencahayaan pun begitu temaram, hanya terlihat cahaya di beberapa titik yang membantu agar tidak terlalu gelap, suasana terlihat berbeda.
Tangan Anna yang semula di genggam Rainer tiba tiba terlepas, membuat Anna kehilangan.
Ada apa ini? mengapa Anna ditinggal seperti ini.
"Cekre"
Ternyata suaminya itu begitu menawan, kini Anna sadar dan meyakini jika Anna memiliki pria paling tampan di muka bumi ini yaitu suaminya.
Terimalah lagu ini, dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga,
aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu.
Satu bait lagu yang menggambarkan perasaan Rainer pada Anna itu sukses membuat suara gemuruh penuh haru tamu yang menyaksikan keromantisan Rainer pada Anna.
__ADS_1
Begitupun Anna, Rasa haru begitu mendominasi perasaannya saat ini, membuat lututnya lemas menahan buncahan bahagia.
Rasanya Anna ingin sekali memeluk Rainer, tapi sayangnya Rainer ada di atas sana.
Tiba tiba lampu sorot menyinari dirinya ditengah kegelapan saat Rainer mulai berbicara.
"Untuk Anna istriku, sebelum kamu nangis terharu denger suara aku, aku mau banyak bicara malam ini, kamu harus selalu ingat malam ini untuk selamanya agar kamu lupa bagaimana cara ngga sayang sama aku," ucap Rainer melangkah secara perlahan, sambil memetik gitar dengan suara yang begitu merdu mendekati Anna yang sedang menahan rasa bahagia dan terpana.
"Pria tersesat ini sudah kamu tolong, pria lupa diri ini sudah kamu sadarkan, bahwa aku menyadari jika cinta sesungguhnya hanya kamu Anna Azalea Rumi. Terimakasih sudah menjadi cahaya di hidup aku, terimakasih sudah mau jadi pendamping hidup aku, dan terimakasih sudah mau mengandung anak ku, I love you," ucap Rainer begitu dalam, menggambarkan rasa syukur karena sudah bertemu dengan Anna.
Tanpa ragu Anna melompat kedalam pangkuan Rainer, berusaha meraih leher suaminya itu untuk ia peluk, sepertinya Anna tak tahan untuk menumpahkan bahagianya dengan pelukan. Mengungkapkan rasa terimakasih nya karna suaminya telah mencintai dirinya begitu dalam. Sampai lupa jika ia sedang mengenakan gaun lebar dan jangan lupa sedang perutnya yang sedang mengandung buah cintanya bersama Rainer.
Beruntung Rainer sudah tepat di hadapannya, tanpa ragu Rainer membalas pelukan Anna kemudian menghadiahi kecupan hangat di dahi istrinya yang sedang meneteskan airmata bahagianya.
Riuh tamu undangan menyaksikan kemesraan pengantin dihadapan mereka, ikut bahagia dan mendoakan kebahagiaan keluarga kecil itu.
Semua orang begitu tak menyangka jika Rainer akan menjadi pribadi yang bucin kepada istri sederhananya. Bahkan bertekuk lutut tanpa perlawanan.
Semenjak bertemu dengan Anna untuk pertama kalinya, maka sudah punahlan sosok Rainer yang suka bermain main dengan perempuan. Sosok pria brengsek yang mudah saja berkelana mencari kesenangan di manapun ia mau.
Memang hidup itu tak bisa ditebak akhirnya akan seperti apa.
Akhir dari Kekalahan sang Bos brengsek akan menjadi awal mula kehidupan rumah tangga yang panjang hingga akhir cerita kehidupan mereka.
"Terima kasih suamiku, kamu sudah berusaha dengan baik memberikan kebahagian untuk kami sebaik yang kamu bisa."
Kata terakhir dari Anna untuk membalas semua kebahagiaan yang telah Rainer persembahkan untuknya, cinta tulus tak terbatas sepaket dengan segala yang ada di dalamnya.
~Tamat~
__ADS_1