
Malam Minggu ini langit nampak begitu cerah, angin berhembus sepoy sepoy membelai kulit putih Tania dan menghembuskan rambutnya hingga terburai indah menggoyangkan ranting ranting pohon yang menaungi jalanan membuat suasana terasa syahdu, bahkan langit mendukung keindahan malam ini menampakkan bintang bintang yang berkedip kedip begitu indah.
Dua sejoli yang barusaja melakukan perdebatan yang tak berujung itu berjalan berjauhan dimana wanitanya melangkah sedikit tergesa di depan sana, dan sang pria malah tersenyum geli melihat tingkah wanitanya yang seperti menampakkan kecemburuan dikarenakan malam ini telah datang pengganggu yang menjadi akar mula pertengkaran yang tak pernah selesai ini selama 4 tahun terakhir.
Yah, pertengkaran antara Tania dan Raka dimulai pada saat Tania baru masuk kuliah 4 tahun lalu saat mereka masih menjalin kasih.
Hubungan kasih mereka dilakukan secara jarak jauh karena Raka harus menyelesaikan studinya di luar negri dan juga mengelola bisnis keluarganya juga yang kebetulan ada di negara yang sedang ia duduki pada waktu itu.
Raka dan Tania sudah saling mengenal sejak Tania masih duduk di bangku SMA, saat Rainer kakanya masih berkuliah di luar negri sama seperti keberadaan Raka pada saat itu, dan Raka sudah jatuh cinta pada Tania sejak pertama bertemu Tania, padahal saat itu Tania masih berusia 17 tahun dan Raka berusia 24 tahun.
Tak disangka, baru bertemu sekali dengan Tania, Raka sudah menyatakan cinta pada Tania, bahkan sebelumya ia pun telah mengutarakan maksudnya pada orang tua Tania.
Pada awalnya, orang tua Tania tidak menyetujui niat Raka untuk berhubungan dengan Tania, karena orang tua Tania tau sepak terjang Raka dalam pergaulannya.
Sebelum bertemu dengan Tania, Raka adalah pemuda liar, nyaris tiap malam dia berada di klub malam, selain memang dia adalah salah satu pemilik klub malam yang selalu didatanginya, Raka pun adalah tamu VIP klub malam tersebut, jadi sudah bisa dibayangkan bagaimana pergaulan Raka pada saat itu.
Sungguh sebagai orang tua, Pak Rudi merasa begitu ironis, memiliki anak laki laki yang suka mempermainkan perempuan, dan kini anak gadisnya di incar oleh pemuda yang sejenis dengan anaknya. Dosa apa sebenarnya pa Rudi.
"Dengarkan Om, kamu tau jika Tania adalah anak perempuan om satu satunya bukan? jika seandainya kamu punya anak perempuan seperti om, apa mungkin kamu akan merelakan anak gadis yang begitu kamu jaga untuk pria sepertimu?" tutur Papah dari Rainer itu.
"Om tak akan melarang mu untuk mendekati Tania, tapi buktikan saja kesungguhan mu. Jika kamu benar mencintai Tania, buat om yakin jika kamu akan bisa membahagiakan Tania dengan cara apapun," tutur Om Rudinya itu sungguh sungguh.
Mendengar permintaan papah dari Tania itu, seketika muncul kepercayaan diri pada diri Raka, ia harus membuktikan kesungguhannya untuk mendapatkan putri bungsu dari keluarga Nalendra itu. Ia pun harus bisa membuktikan bahwa ia akan berubah menjadi lebih baik, dan layak menjadi pendamping Tania kelak.
Kenangan itu selalu terngiang dalam ingatan Rainer, betapa om Rudi nya itu sangat percaya pada dirinya, dan bersedia merelakan putri satu satunya itu pada seorang pria yang dulu adalah pria bejat seperti dirinya, maka dari itu, dia tidak akan pernah kembali mengecewakan orang baik seperti om Rudi, apalagi kini dia adalah calon mertuanya kelak.
Punggung dari gadis yang sangat Raka dambakan itu terus berusaha menghindari Raka, tapi secepat cepatnya langkah seorang gadis mungil seperti Tania, tak akan bisa menandingi kecepatan langkah seorang Raka yang memiliki tubuh tinggi dan langkah kaki yang lebar dan gesit seperti dirinya.
Tidak menunggu lama, tangan itu sudah berhasil Raka gapai, dan dengan lembut menariknya agar sejajar dengan langkah dirinya.
__ADS_1
"Lepasin ngga!" ancam Tania dengan galak.
Yang menjadi pelaku malah tersenyum geli melihat garangnya gadis imut berkaca mata itu.
"Aku ngga akan lepasin kamu lagi, sampai kapanpun," ucap Raka dengan yakin sambil menatap mata Tania begitu dalam. Tersirat Dimata Raka ada kesungguhan yang tak terbantahkan, membuat getaran itu terasa lagi di hati Tania.
"Deg deg deg." Benar benar bisa membuat jantung serasa seperti sedang maraton, begitu cepat detaknya, wajah Tania pun berubah memerah merasa malu dan tersanjung, tapi sebisa mungkin Tania berusaha menutupi kegugupannya dengan bersikap galak kembali.
"Ya ngga usah pegang pegang, Kaka kan ngga berhak kaya gini," ucap Tania begitu gugup.
"Ya udah, ngga akan pegang, tapi jangan jauh jauh jalannya," ucap Raka begitu geli.
"Biar bisa pegang pegang, makanya ayo kita nikah aja," lanjut Raka menggoda Tania yang sedang salah tingkah.
Mendengar penuturan tak terduga dari mulut yang biasa bicara ketus itu, Tania merasa geli sendiri ternyata Raka bisa gombal juga.
Tentu saja Raka makin terkekeh mendengar ucapan Tania.
"Keinginan kamu udah terkabul sayang, udah jelas kan aku cintanya sama kamu," ucap Raka sambil sedikit berbisik di telinga Tania.
"Tapi Kaka kan play boy, ngga mau aku sama Kaka, aku ngga mau di bohongin lagi kaya dulu." Tania segera berlari menjauhi Raka, ia tak ingin lagi mendengar kembali kegombalan Raka.
Tanpa Tania sadari, penyesalan sedang menggelayut di dalam dada Raka, hal yang tak pernah di inginkan oleh Raka yaitu membuat Tania kecewa.
"Nana," panggil Raka dengan lirih.
Nama Nana, adalah nama panggilan sayang Raka untuk Tania, Raka begitu rindu saat mendengar Tania bermanja-manja padanya, merajuk karena rindu ingin bertemu.
"Udah hampir 4 tahun aku ngejar kamu, udah 4 tahun juga kamu terus ngehindar dari aku, dan sekarang kamu mau nolak kesungguhan aku Nana?" lirih Raka membuat langkah Tania terhenti.
__ADS_1
Tania lalu menoleh kepada pria yang dulu benar benar memenuhi hatinya itu, pria brengsek yang berusaha mengubah dirinya demi Tania, pria yang telah diberi kepercayaan oleh orang tuanya itu.
Bukan perjuangan mudah meyakinkan orang tua Tania bahwa dia pria yang layak bagi Putri keluarga Nalendra itu, bukan hal yang mudah pula membuat Rainer percaya pada dirinya, meskipun Rainer sama sama brengsek seperti dirinya pada waktu itu, tetap saja Rainer tak rela jika adiknya mendapatkan pria brengsek juga seperti dirinya.
Dan Raka berhasil meyakinkan semua orang jika dia berubah lebih baik, dan layak mendapatkan seorang putri Nalendra yang bagaikan mutiara itu.
Tetapi, nyatanya saat semua orang sudah yakin padanya, kini malah Tania yang tak ingin bersama dan meragu pada dirinya.
Padahal jika Tania bisa melihat isi hati dari seorang Raka, dia pasti akan tercengang mengetahui bahwa jika Raka rela melakukan apapun demi Tania, bahkan mungkin bisa gila jika Tania dimiliki oleh pria lain.
Sungguh menggila bukan cintanya.
"Beri aku kesempatan satu kali lagi, aku janji sama kamu, ngga akan pernah ngecewain kamu, dan ngga akan pernah ngelakuin kebodohan lagi seperti dulu, please... hampa aku tanpa kamu sayang," ucap Raka begitu mengiba sambil menatap telaga bening yang mulai berkaca kaca itu.
"Aku ngga bisa lupa kejadian itu ka, terlalu sakit jika ingat kamu pernah menyentuh wanita lain padahal kamu janji hanya aku wanita yang ada di hati kamu, kamu bilang udah berubah, tapi kamu tetap kaya gitu," lirih Tania nyaris meneteskan buliran air mata yang ditahannya.
"Engga sayang, itu hanya kesalahan." tegas Raka ingin mulai menceritakan kejadian sebenarnya.
***
Maafkan aku yang lagi pengen gombal 😂😂😂
Tapi beneran, nulis bab ini perjuangan banget, nyuri nyuri waktu sambil kerja, dan pas mau diberesin malah ketiduran, dan pada akhirnya tetep aja up nya pagi juga ðŸ¤ðŸ¤, niatnya kemarin pengen up 2 bab lho 😂😂
Tapi beneran aku seneng banget, makasih ya untuk respon positifnya, setiap dukungan kalian bikin semangat aku nulis dan ngehalu ....
Makasih banget ya readers ku tersayang 😘😘😘
Happy reading 😊
__ADS_1