
Cinta itu tak bisa di suruh suruh, bahkan seandainya dia datang dalam wujud mahluk yang bisa bicara, pasti dia akan jadi mahluk pembangkang dan bersikap sesuka dia sendiri.
Memang lucu, saat manusia menginginkan dia untuk hadir, meskipun kita memaksa, jika dia tak mau singgah, ya tak akan singgah. Cinta itu hadir tanpa kita sadari. Saat cinta mulai merekah dihati seorang insan, indahnya begitu terasa, kerinduan begitu menggebu, dan seringkali muncul putik putik kecemburuan yang membuat rupa cinta itu makin manis.
Rainer berdiri menunggu kedatangan Anna di lorong depan pintu pantri selepas Anna mengantarkan pesanan kopi yang dipesan Damar. Rainer mondar mandir menunggu Anna dengan tak sabaran, ia khawatir jika Damar akan rajin melancarkan aksinya untuk mendapatkan perhatian Anna. Sungguh pemikiran yang konyol dari seorang mahluk yang katanya sempurna dan paripurna itu.
Terdengar langkah kaki yang perlahan menghampiri keberadaan Rainer saat ini, tepatnya menuju titik awal tempat ia bekerja yaitu di pantri. Anna sedikit mengernyitkan alis nya, merasa heran dengan sikap pimpinan perusahaannya itu. Ada apa mahluk sempurna itu? nampak seperti orang yang sedang menunggui istrinya bersalin, seperti sedang khawatir, mondar mandir tak jelas.
"Kenapa lama sekali?" tanya Rainer sambil melangkahkan kakinya menuju kehadapan Anna yang juga sedang berjalan kearah dirinya.
"Untuk apa dia mendekat, aku juga kan mau kesana," gumam Anna dalam hati, merasa lucu saja melihat tingkah aneh bosnya itu.
"Maaf pa, tadi selepas saya mengantar kopi pak Damar, saya dimintai tolong membuatkan kopi juga untuk mba Wina bagian keuangan," jujur Anna menjawab pertanyaan Rainer yang tak penting itu.
Sambil melipat tangannya di dada dan menatap Anna dengan kesal, Rainer berkata "Hmmm, setelah saya bilang kamu harus segera temui saya, kamu malah ke tempat lain dulu?."
"Apa maksudnya? perasaan barusan kesini nggak lama deh, kaya yang dia nungguin seabad aja," gemas Anna bergumam dalam hati.
"Saya langsung kesini pa, tadi ngga nyampe 1 menit ko dengerin pesenam mba Wina," geram Anna merasa kesal juga dengan sikap Rainer yang seperti tak mau dibantah itu.
"Tetap saja, kamu ke tempat lain dulu," keuekuh Rainer membuat Anna makin pusing dibuatnya.
Pada akhirnya Anna mengalah saja tak mau mendebat sang bos yang nggak mau sabar ini, "Maaf pa saya membuat kesalahan, bapa ada perlu apa?" pungkas Anna berharap perdebatan yang tidak berpaedah ini berhenti disini.
Nampak wajah tampan Reiner masih menyimpan sedikit kekesalan yang berusaha ia redam, Rainer sebenarnya kesal bukan karena Anna menerima pesanan dari Wina, tapi ia kesal mengingat Anna bertemu dengan Damar, dan mungkin hari hari dimana ia sudah jarang berinteraksi dengan Anna pun dimanfaatkan oleh Damar untuk membuat peluang agar lebih dekat dengan Anna.
Sepertinya Rainer harus lebih merapatkan pertahanan untuk Anna agar semua pria tak berani mendekati Anna. Sungguh jiwa posesif Rainer mulai membakar logikanya.
"Baiklah, silahkan buatkan kopi dulu untuk Wina, dan biarkan dia yang mengantarnya," tunjuk Rainer pada Melly yang sedang mengelap meja itu.
Seketika Melly menengok keberadaan Anna dan Rainer yang masuk bergantian dan Rainer yang tiba tiba mengarahkan telunjuknya pada Melly.
"Iya kenapa pa?" tanya Melly yang tidak tau apa apa itu.
__ADS_1
Sejenak Anna menarik nafasnya sedikit kasar mendengar titah Rainer ini, dan berusaha menjawab kebingungan Melly.
"Mel, tolong antarakan kopi ke mba Wina ya," pinta Anna sambil tangannya bergerak membuatkan kopi pesanan Wina.
"Oh, oke An."
Mendengar perkataan Anna yang menuruti pintanya, seketika menciptakan lengkungan indah di bibirnya membuat ketampanan Rainer semakin sempurna.
Dalam diam, tanpa mengeluarkan kata sedikitpun, Rainer duduk menyangga dagunya dengan tangan, sambil menatap apa yang sedang dilakukan Anna, senyumnya terus merekah dan mata tetap fokus mengamati mahluk yang membuat hatinya jungkir balik merindukannya setiap hari.
Ditatap seperti itu, pergerakan Anna seperti dibatasi, padahal Rainer tak sedikitpun menyentuhnya, dia hanya menatap Anna sambil tersenyum, bahkan mengeluarkan suara saja tidak. Anna menjadi gugup dan salah tingkah, ia berusaha pura pura tidak tau saja dengan apa yang dilakukan Rainer.
Setelah selesai membuat kopi pesanan Wina, Anna kemudian menyerahkannya pada Melly, "Maaf ya Mel ngerepotin, mba Wina lagi di ruangannya ya, kasih tau juga maaf ngga dianter sama aku," sesal Anna.
"Ok, aku berangkat ya," jawab Melly.
"Pa, saya duluan, permisi," lanjut Melly berpamitan pada Rainer yang ditanggapinya hanya dengan anggukan saja. kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Anna dan Rainer berdua di pantri.
Setelah beberapa saat ditinggalkan oleh Melly yang mengantarkan pesanan Winna, hening tercipta dalam ruangan tempat para karyawan bergosip itu. Ada kecanggungan menerpa diri Anna, ia merasa bingung dengan kediaman Rainer yang hanya memandanginya dalam diam itu.
Sorot mata Rainer berubah menajam dengan perkataan Anna, membuat hawa dingin terasa menembus dirinya, terasa seperti ada kemarahan yang menyusup dari pandangan mata Rainer, sebelumnya Rainer tersenyum, sekarang perlahan senyumnya menghilang digantikan dengan wajah seriusnya.
"Kamu bisa manggil Damar dengan sebutan mas! kenapa sama saya kamu tetap manggil pa hmmm?" terdengar nada tak terima dalam perkatannya.
"Iya?" gumam Anna.
"Kemasi barangmu, hari ini kamu pulang cepat," perintah Rainer.
"Maaf pa, tapi ini masih jam 3 dan harusnya saya pulang jam 5 sore," bantah Anna.
Anna mulai curiga dengan apa yang diperintahkan Rainer, apa yang ingin ia lakukan?.
Mendengar bantahan dari Anna, Rainer tak bereaksi apa apa, dia kemudian menarik gagang telpon yang ada di depan nya dan menyambungkannya ke divisi cleaning service.
__ADS_1
[Rainer :"Halo Anggi"] orang di ujung telpon yang bernama anggi itu langsung tau siap yang menghubunginya.
[Anggi :"Hari ini Anna pulang lebih cepat, dia akan menemani saya,"] terang Rainer yang tak berani disanggah oleh Anggi sang kepala divisi cleaning service itu.
[Anggi :"Baik pa, selamat menikmati hari anda pa"] pungkas Anggi, dan Rainer langsung menutup sambungan telpon tanpa menjawab sapaan dari Anggi.
Sepertinya semua divisi termasuk divisi cleaning service tau jika ada hubungan spesial antara Rainer dan Anna tanpa ada konfirmasi sekalipun, jadi Anggi sudah paham apa kemauan dari atasannya itu.
Anna yang melihat aksi dari sang bos itu hanya bisa pasrah saja, karena jelas yang berwenang terhadap dirinya sudah memberikan izin penuh.
"Sudah dengar?, jadi tidak usah banyak bertanya, aku tak ingin sore ini kamu bertemu Damar lagi." ucap Rainer, terdengar ada sedikit nada cemburu didalamnya, padahal Anna bukan hanya bertemu dengan Damar saja, kenapa yang disebut sebut hanya Damar saja? apa Rainer merasa tak percaya diri bersaing dengan Damar?. Bahkan sebutan dirinya yang tadinya saya berubah menjadi aku, luar biasa efek dari cemburu itu.
Anna masih berusaha mencerna apa maksud dari kata kata Rainer itu. Saat melihat Anna hanya diam saja, kemudian Rainer menegakkan tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya mendekati Anna dan menatap matanya.
"Dengar, aku tak suka kamu dekat dekat dengan Damar, sudah aku katakan bukan, kau dilarang menerima perasaan pria lain apalagi berani menyukai pria lain?," ucap Rainer sambil menatap mata Anna dengan tajam.
"Glek."
Saat ini, Anna hanya bisa menelan liurnya dengan susah payah, merasa terintimidasi dengan tatapan Rainer yang begitu menusuk, tetapi dalam sudut hatinya Anna merasa begitu lucu dengan sikap Rainer. Saat ini, Rainer begitu manis dengan kecemburuannya.
"Maaf pa, tidak ada yang seperti itu sejauh yang saya tau," sanggah Anna.
Rainer hanya menyunggingkan bibirnya menampakkan senyum smirk yang...(aduh ya ampun ngga kebayang) merasa puas mendengar jawaban Anna.
"Apa benar dia sedang cemburu?" gumam Anna dalam hati.
***
Maafkan author yang sepertinya rindu pengen di cemburuin 😂😂😂
Unyu banget sih marahnya...
Jangan lupa likenya, masukin ke favorit, kasih rate juga jangan lupa bintang 5 ya,ramein deh ya komennya, siapa tau ada yang punya adegan impian, boleh di utarakan, nanti authornya bisa sisipkan dan modifikasi ya hehehehe
__ADS_1
Makash kalian semua yang udah mampir kesini, semoga menikmati suguhan yang autor hidangkan ini ya. 🤗🤗
Happy reading 😉😉