
Malam yang indah terasa syahdu bagi Rainer, meskipun diluar sana masih terdengar orang orang sedang asik mengobrol ditemani gelak tawa kebahagian mereka, tapi tak mengurangi konsentrasi Rainer yang sedang menikmati suguhan nikmat di depan mata.
Tak ada satu mahluk pun yang bisa mengganggu kesenangan Rainer saat ini, kecuali pulasnya Anna yang sedang dipeluk mesra oleh mimpi indahnya.
Dalam dekapan Rainer yang hangat, sentuhan lembut tangan Rainer menyusuri setiap inci wajah Anna yang membuatnya ge**sah beberapa bulan ini, dan jangan lupa aroma khas yang pertama kali Rainer rasakan.
Sedikitpun Anna tak terusik dengan gangguan tangan Rainer yang na kal itu, menyentuk permukaan kulit wajah Anna dengan lembut menatapnya dengan penuh keingintahuan, bagaimana jika bibir mungil itu di nikmati sekarnag? apakah rasanya sesuai ekspektasi Rainer.
"Kau terlalu banyak berdialog dengan hatimu Rainer, nikmati hidangan pembukanya, dengan khidmat dengan penuh suka cita," gumam Rainer sedikit terkekeh dengan keanehan yang ia lakukan saat ini. ( Ah ya ampun, othornya ikut kelojotan ini 😂😂😂)
Bagaikan menikmati secangkir kopi kesukaannya, Rainer mencium aromanya terlebih dahulu, menikmati sensasi yang membuat candu, mencicipi sedikit dan merasakannya diujung lidah, dan meresapinya dengan kenikmatan yang tak terhingga.
Begitupun saat ini, Rainer menc*iumi ceruk leher yang seringkali tertutup rambut lembur milik Anna, mengecupnya dengan mesra dan penuh penghayatan, menyusuri setiap inci kulit bagian atas yang membuat dia begitu bahagia, kemudian menatap sejenak keseluruhan wajah Anna yang sedikitpun tak terganggu dengan aksi Rainer.
Dengan penuh penghayatan dan mata yang berkaca kaca memanjatkan rasa syukurnya atas kepemilikanny terhadap Anna, Rainer berucap dengan lirih.
"I love u sayang, seperti mimpi aku bisa memilikimu," ucap Rainer dengan lirih.
Tak disangka, Anna sedikit membuka matanya dan tersenyum samar, mereka saling menatap dalam diam, dan tiba tiba Anna memeluk Rainer dengan mesra, entahlah Anna menyadarinya atau tidak Rainer mendengar Anna bergumam.
"Sepertinya mimpiku sangat indah bertemu denganmu pa."
Sungguh Rainer sangat gemas dengan istri kecilnya ini, ternyata dalam tidur pun Anna mengingat Rainer, sungguh romantis bukan.
Tanpa sadar, Rainer mendekatkan wajah mereka hingga sangat dekat, hembusan nafas Anna yang sedang terlelap itu menerpa wajah Rainer, begitu harum tercium oleh hidung Rainer.
__ADS_1
Rainer mulai mencicipi hidangan pembuka yang tersaji, mulai mendekatkan bibirnya untuk menikmati kemanisan bibir Anna, mema gutnya dengan perlahan, menge cup setiap bagian yang ada disana. Kali ini Rainer sangat gemas dengan kemanisan rasa pagutanya, ingin sekali Rainer menggigit bibir manis ini, tapi sekuat tenaga Rainer menahannya.
Anna sedikitpun tak berniat untuk bangun dalam tidurnya, sepertinya ia benar benar lelah. kemudian Rainer meneruskan aksinya yang tak biasa itu, biasanya ia tak sungkan untuk mengusik ketenangan lawan untuk memenuhi kesenangan dirinya, tapi saat ini, Rainer benar benar menahan diri, biarlah ini baru pemanasan, semoga saja Anna bisa terbangun saat rainer melakukan aksinya bukan.
Rainer kembali menyusuri kulit lembut Anna, kali ini Rainer memulainya dengan meng ecup bola mata Anna yang tertutup rapat, meng ecup setiap inci hidung bangir itu, menyusuri pipi Anna yang sedikit tembam meninggalkan jejak indah dileher, yang dipastikan akan menimbulkan kegaduhan keesokan harinya.
Sungguh menyenangkan kegiatan Rainer ini, sampai dia lupa waktu, kancing baju Anna telah terbuka sebagian membuat sang pelaku terkekeh begitu laknat.
"Ini akan menyenangkan sayang, aku akan membiarkanmu malam ini, tapi besok kau akan menjerit dalam dekapanku," ucap Rainer bagaikan mantra ditelinga Anna.
Tak ingin membuat istrinya terbangun lagi karena sudah sangat larut, kemudian Rainer melepaskan kaos yang ia pakai, dan mulai memeluk Anna sambil terus mengucapkan kata cinta yang dalam pada Anna.
"Mulai sekarang kamu milikiku selamanya Anna, hanya aku yang akan selalu bersamamu, i love u," ucap Rainer, lalu ikut bergabung memasuki alam mimpi bersama dekapan yang tak pernah terurai hingga pagi menjelang.
***
Dengan perlahan Anna membuka matanya, merasa mulai sesak dengan keadaan, selimutnya ini benar benar membungkus tubuhnya dengan sempurna, hingga tak bisa kemana mana.
Sungguh kaget Anna dengan keberadaan Rainer yang memeluk dirinya dengan erat tanpa menggunakan kaosnya, Anna buru buru menarik dirinya untuk menjauh dari suami yang belum ia percayai itu.
"Kenapa aku ada disini, bukannya semalam aku tidur di luar dengan yang lain," gumam Anna merasa bingung dengan keadaannya sekarang.
Tak disangka, saat Anna akan berhasil keluar dari dekapan Rainer, tangan Anna yang terbebas itu ditarik tiba tiba, membuat tubuh Anna terhuyung tanpa ada pertahanan sama sekali dan seketika menindih tubuh Rainer yang polos tanpa kaos itu.
"Sayang, ini masih pagi, dan kamu sudah membangunkan adikku," ucap Rainer masih menutup matanya.
__ADS_1
"Hah... adik? Tania tidur diluar pak, saya tidak membangunkan Tania," protes Anna yang tidak tau apa apa itu.
Rainer terkekeh dengan penuturan Anna yang benar benar polos itu, kemudian Rainer menggenggam tangan Anna dan mengarahkannya pada adik kesayangannya.
Tentu saja Anna menjerit kaget karena kelakuan suaminya itu, ia begitu kaget memegang sesuatu yang berdiri yang katanya adik kecilnya itu. Lalu Anna memukuli Rainer tanpa sungkan dengan bantal.
"Aaaa... !!! dasar mesum mesum mesum!!" umpat Anna yang membuat Rainer tertawa terbahak bahak.
Lalu Rainer menghentikan gerakan Anna yang terus memukulinya dengan cara menarik lengannya dan memeluk Anna.
"Maaf sayang, aku cuma bercanda, jangan marah," lirih Rainer di atas kepala Anna lalu mengecup keningnya dengan mesra.
Mendapat perlakuan romantis dari Rainer, Anna lupa berkedip, pria jahil didepannya ini mengatakan kata kata manis untuk pertama kalinya pada Anna, dan mencium keningnya dengan penuh penghayatan.
Seketika wajah Anna memerah, Anna begitu malu dengan perlakuan Rainer yang membuatnya tersanjung itu, seumur hidup ia belum pernah diperlakukan begini oleh seorang pria, dan beruntungnya Anna, yang melakukannya kini adalah suaminya. Apakah boleh Anna berbahagia saat ini?.
Beberapa detik kemudian setelah ia sadar dengan keadaan, kemudian ia berlari keluar kamari, meninggalkan suaminya yang semakin terkekeh memandang kepergian istri polosnya itu.
Apakah Rainer beruntung mendapatkan wanita polos tanpa pengalaman seperti Anna? tentu saja sangat beruntung, ingatkah Rainer, siapa ia sebelumnya, sepertinya akan menyenangkan mengajari Anna tentang bagaimana nikmatnya malam malam yang akan mereka lewati selanjutnya.
"Mulai hari ini, mari kita memulai hari hari menyenangkan bersama sayang," gumam Rainer sambil kembali merengkuh kehangatan selimutnya.
***
Cuman pemanasan ini. Biar begadang semalam suntuk, nyari lokasi strategis ya.... biar ngga ada yang ganggu. ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Happy reading 😘😘