Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 67. Tanda cinta


__ADS_3

Sudah bisa ditebak, apa yang akan terjadi saat pengantin baru telah melewati malam pertamanya, bukan hanya pancaran kebahagiaan yang timbul pada pengantin baru yang menjalani malam indah, bahkan setiap orang yang ada di rumah yang menyaksikan perhelatan itu, merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh pengantin, dan reaksi mereka biasanya akan membuat malu snag pengantin terutama pengantin wanita.


Setelah insiden kejahilan yang dilakukan Rainer, Anna berlari ke dapur sambil mencepol asal rambutnya yang berantakan, ia tak sadar dengan kondisi pakaiannya yang berantakan, kancing bajunya terbuka, dan jangan lupa banyak jejak indah yang dibuat oleh suaminya tanpa ia ketahui dilehernya.


Melihat keadaan anaknya, ibu yang sedang menyiapkan sarapan di dapur sejenak menatap tak percaya dengan kondisi putri sulungnya itu.


"Anna, lebih baik kamu mandi besar dulu sanah, jangan langsung bantuin ibu masak," ucap ibu yang memancing reaksi setiap orang yang ada di sana.


Bapak pun yang sedang menikmati kopinya tiba tiba tersedak, saat melihat kondisi Anna yang berantakan, benar benar tak bisa dipercaya, anak gadisnya yang polos ini sudah tidak polos lagi.


Sedangkan Anna sedikit heran dengan keadaan, dan begitu kaget melihat bajunya yang berantakan dan kancingnya yang terbuka satu, sepertinya Rainer menutup kembali kancingnya setelah melakukan hal gila semalam.


Kemudian Anna buru buru berlari ke dalam kamar kembali, menghampiri cermin besar di lemarinya, dan memperhatikan apa yang membuat ia berbeda.


"Ya Gusti, ini kenapa bisa jadi begini?" gumamnya kesal, terlihat ada tanda merah di beberapa tempat, sangat kontras.


Anna memang tidak berpengalaman soal cinta, tapi Anna juga tau seperti apa tanda yang sering dibilang tanda cinta itu.


Dengan kesal Anna menatap suaminya yang sedang nyenyak di dalam selimut hangatnya.


Benar benar suaminya ini biang kejahilan sekali, kini Anna tak takut lagi pada Rainer, sekarang dia bukan hanya bawahannya lagi, sekarang dia adalah istrinya.


Anna langsung naik ke kasurnya, kemudian mencubit kesal suaminya yang sedang terlelap itu.


"Aw aw aw, apa sayang?" tanya Rainer.


Sebenarnya Rainer tidak tidur dari tadi, hanya menghangatkan tubuhnya di bawah selimut, dan Rainer menyaksikan kepanikan istri kecilnya itu saat masuk ke kamar, benar benar pertunjukan yang menarik pikirnya.


"Kenapa kamu lakuin ini, aku kan jadi malu," ucap Anna begitu kesal, sambil mencubit Rainer dengan gemas.


"Aku ngapain sayang? kamu kan istri aku, ya boleh lah cium cium dikit, belum diapa apain ko,, lagian tidurnya pules banget, siapa apain diem aja," ucap Rainer sambil tertawa yang membuat wajah Anna memerah.


Anna langsung menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya, kakinya digerakkan gerakkan kebawah dan keatas sambil mengeluarkan suara kesal seperti ingin menangis.

__ADS_1


"Tidak usah keluar jika kamu malu, kita tidur saja lagi," ucap Rainer.


Anna benar benar tidak mengerti dengan bosnya yang kini resmi menjadi suaminya itu, saat dikantor dia terlihat seperti sulit untuk tersenyum bahkan terlihat galak, tapi saat bersamanya kenapa dia selalu tengil dan selalu membuat Anna mati kutu dengan kejahilannya.


Rainer lalu masuk kedalam selimut bergabung dengan Anna yang membungkus tubuhnya dengan sempurna, lalu ia memeluknya.


"I love you sayang, aku tak menyangka, kamu akan aku miliki secepat ini," ucap Rainer mendekatkan wajahnya pada Anna di bawah selimut yang membuat Anna mematung mendengar pernyataan Rainer itu.


Hatinya membuncah dengan kebahagiaan, matanya mulai berembun begitu terharu dengan perkataan Rainer.


"Terus, kenapa sebelumnya kamu mengacuhkan aku?" ucap Anna dengan suaranya yang bergetar.


Rainer kemudian tersenyum dengan pertanyaan Anna, lalu mendekap dengan lembut tubuh mungil itu dan mengusap wajah Anna.


"Aku hanya ingin menjaga kamu supaya kita tidak melewati batas sayang dan menjaga prinsip kamu... kamu tau, seberapa paniknya aku mendengar kamu dijodohkan, tapi aku tak bisa apa apa, karena begitu banyak tanggung jawab yang aku emban, maaf ya," ucap Rainer kemudian mengecup kening istrinya itu.


Anna kemudian menganggukkan kepala dan membalas pelukan sang suami.


"Jadi, sekarang diakuin enggak aku jadi suami kamu?" tanya Rainer jahil.


"Mandi bareng yu," ucap Rainer dengan jahil, membuat wajah Anna memerah.


Tak disangka Anna kemudian beranjak dari dekapan Rainer dan langsung berlari menuju kamar mandi, dan menguncinya, beruntungnya Anna punya kamar mandi sendiri di kamarnya.


Rainer begitu suka dengan tingkah Anna yang menggemaskan itu.


***


Setelah sepanjang pagi Anna berada dikamar, ternyata Anna tak tahan juga ingin kekuar, memang Anna merasa malu,tapi bukankah ini harus dihadapi. Lagipula saat ini Anna begitu kelaparan.


Dan Rainer, kini ia sedang asik di belakang rumah bersama papah dan mertuanya, hanya sekedar menikmati suasana pagi menjelang siang ditemani secangkir kopi dan pisang goreng yang masih hangat.


Diluar rumah, masih terdapat sisa sisa hajatan kemarin, meskipun sederhana tetapi tetap saja menyisakan pekerjaan yang lumayan menumpuk.

__ADS_1


Kemudian Anna bergabung dengan ibu dan mertuanya di meja makan, ada juga Tania dan Ayu yang asik menjadi pendengar setia ibunya yang sedang membahas sesuatu.


"Anna, makan dulu, kamu belum sarapan," ajak mertuanya.


"Iya Bu," jawab Anna.


"Panggilnya kaya Rainer juga donk, Mamah aja," pinta mamah Ros.


Anna hanya menganggukkan kepala sedikit canggung pada mamah Ros, kemudian ia beralih pada Ayu dan Tania yang sedang memandang Anna dengan cengirannya.


"Tumben banget ditutupin gitu lehernya, banyak nyamuk ya?" tanya Ayu dengan jahil kemudian bertos ria dengan Tania.


"Kalian ini ngegodain aja, nanti juga ngerasain lho yah," bela ibu.


Kemudian Anna mulai menyendok sarapannya berusaha menetralkan rasa malunya.


"Mba, kayaknya resepsinya kita adain di dua tempat ya, disini sama di kota saya, soalnya bahaya kalo nggak diresepsiin, bisa bisa Rainer dapat gosip miring kan," ucap mamah Ros pada ibu.


Mendengar penuturan mamah, seketika Anna tersedak nasi yang sedang dimakannya, ia lupa jika ia menikah tidak ada yang tau orang kantor atau kampusnya, bahkan Irma dan Ratih sahabatnya pun tidak tahu.


Kemungkinan kemungkinan buruk pun terbayang oleh Anna, bagaimana nasib pekerjaan dan kuliahnya? apakah Rainer akan memberhentikannya, apa nanti yang akan Anna lakukan? bagaimana pandangan orang terhadap suaminya yang menikahi seorang cleaning service?.


Mungkin Rainer tak peduli dengan apa yang di bicarakan orang, tapi Anna peduli, bahkan sangat peduli, dia sedikit panik dan bingung dengan apa yang akan dia lakukan, Anna tak biasa disorot oleh khalayak ramai.


"Kalo boleh mah, resepsinya bolwh nggak nanti saja setelah Anna lulus kuliah, Anna takut pak Rainer malu dengan status Anna yang hanya cleaning service," ucap Anna lirih.


Tak disangka, perkataan Anna terdengar oleh Rainer yang baru memasuki dapur itu, kemudian ia memotong ucapan Anna.


"Kamu dipecat Anna, bukan cleaning service lagi," ucap Rainer mengagetkan semua orang yang ada di meja makan.


***


Semoga feel-nya masih dapet ya...

__ADS_1


Happy reading 😊😉


__ADS_2