Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 72. Belajar dari ahlinya


__ADS_3

Part ini dilakukan oleh yang sudah menikah ya, ini kan Rainer dan Anna sudah menikah, mohon jika ada yang kurang berkenan dengan part ini tidak apa apa di skip juga, enggak terlalu vulgar tapi takutnya ada yang enggak suka maafkan ya.


***


Saat ini suasana yang diciptakan oleh Rainer benar benar bagaikan lirik lagu, Pandanganmu mengalihkan duniaku.


Suasana romantis yang dibangun Rainer membuat Anna tak berkutik, berkedip dengan lambat, seperti tak ingin kehilangan momen ini.


"Apakah kamu mau aku ajari agar lulus sayang?" tanya Rainer menggoda.


Tentu saja reaksi Anna begitu tak percaya, setelah berusaha berhari hari, kini suaminya itu ingin mengajari? apakah tidak berbahaya?.


Anna kemudian menganggukkan kepalanya dengan lembut tanpa melepaskan pandangan pada suami tampannya itu dan di balas dengan senyuman khas dari Rainer yang membuat semakin tertegun saja Anna.


"Baiklah, pelajari baik baik, aku hanya akan menunjukkan caranya hanya sekali, dan selanjutnya kamu yang meneruskan oke," ucap Rainer seperti mengatakan hal serius, tapi nyatanya mana ada laki laki tahan bukan.


Rainer memulai pelajaran ini dengan debaran yang berbeda, benar benar malam ini akan menjadi malam panjang yang tak akan pernah ia lupakan, setidaknya itulah harapan Rainer,semoga saja tidak ada gangguan.


Sebelum memulai mengajari Anna, Rainer melirik sejenak jam di ponselnya, kini waktu menunjukkan pukul 9 malam, yang artinya kemungkinan gangguan dari luar akan sangat minim.


Rainer tarik tangan Anna menuju kasur yang telah dirapihkan itu dengan perlahan, memang tak begitu besar, karena hanya ditempati tidur untuk satu orang saja, tapi itu tidak akan jadi masalah bagi Rainer.


Anna hanya menuruti apa yang Rainer lakukan, mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh sang ahli dan mencoba menguatkan diri, berharap semoga ia akan selamat.


Kemudian mereka duduk saling menghadap, bersila hingga lutut mereka beradu, sejenak Rainer tersenyum bahagia melihat kegugupan istri polosnya dan berharap sebentar lagi Rainer akan berhasil meloloskan pakaian mereka dari tubuh masing masing. (Modus banget abangnya 😂😂😂)


Kedua tangan Rainer beralih memegang kedua bahu Anna, berusaha menghilangkan rasa gugup pada dirinya dan memberikan keyakinan pada Anna, entahlah, biasanya Rainer tak akan gugup sama sekali, tapi sekarang, ia merasa begitu gugup, apakah terlalu antusias hingga membuat adrenalinnya terlalu bersemangat? mungkin saja.


"Jangan gugup, rileks, dan ingat, yang didepan kamu ini adalah suami kamu, ini hal yang harus bisa dilakukan istri, menyenangkan suami akan mendapatkan pahala besar faham?" tanya Rainer sambil mengusap bahu Anna.

__ADS_1


Anna hanya tersenyum dipaksakan dan menganggukan kepalanya, wajahnya terlihat pucat, karena ini pertama kalinya ada yang mengajarinya berciuman, ya ampun.


Kemudian Rainer tarik tangan Anna agar naik ke pangkuannya dan memeluk pinggangnya hingga Anna nyaris terkunci, tangan Anna sampai menahan di dada Rainer, betapa gugupnya Anna sampai jantungnya berdegup kencang wajahnya memerah sampai ke telinga terasa panas dan terngiang ditelinga, Anna sulit berbicara hanya berdehem saja yang bisa dilakuakannya.


Rainer mulai aksinya dengan mendekatkan wajahnya kembali dan bertanya" Kamu siap sayang? ini hanya pelajaran ciuman jangan hawatir," janji Rainer yang mungkin hanya basa basi saja.


Anna hanya menganggukkan kepalanya, lalu menegakkan duduknya di atas pangkuan Rainer sambil berusaha menetralkan kegugupannya, Anna bergumam dalam hati "Ini akan baik baik saja, pria didepannya adalah suaminya, jadi tak akan jadi masalah."


Kini Rainer mulai mengusap pipi Anna seringan bulu saking lembutnya Anna sampai memejamkan mata tanpa ia sadari, Rainer tatap wajah gadis yang telah membuatnya bingung selama satu Minggu lebih itu dan kini telah ia miliki seutuhnya.


"Kau sangat cantik sayang," gumam Rainer membuat Anna tersipu malu.


Tatapannya benar benar tak teralihkan membuat Anna tak henti hentinya menciptakan semburat diwajahnya, hatinya begitu dimanjakan oleh sentuhan Rainer.


Sentuhan seringan bulu itu beralih menyusuri leher putih yang dimiliki Anna, menikmati pahatan indah tuhan yang membuatnya mabuk kepayang itu, padahal hanya leher saja, tapi setiap hari Rainer tak pernah absen menciuminya.


"Langkah awal, tatap aku hingga aku hanya menatapmu, tak teralihkan pada apapun, hanya kamu yang ada saat ini," ucap Rainer yang diikuti oleh Anna.


Rainer berhasil mengunci pandangan Anna, tak banyak bicara lagi, Rainer melanjutkan aksinya yang katanya akan mengajari Anna itu, mendekatkan wajahnya hingga nyaris bersentuhan bibir mereka, sebelum penyatuan benda manis tak berasa manis di lidah itu, Rainer menyempatkan diri berbisik di depan bibir Anna "I love you sayang," ucap Rainer begitu mesra membuat Anna memejamkan mata.


Tidak lupa jemari lihai Rainer terus mengelus leher Anna dengan lembut, dan penyatuan cinta itu dimulai dengan manis. Awalnya hanya mengecup bibir mungil Anna di setiap incinya, mendorongnya dengan lembut dan penuh penghayatan, lama kelamaan mulai melu*matnya dengan penghormatan, benar benar Rainer memperlakukan Anna layaknya porselen yang takut pecah.


Kini Anna mulai terbuai, tapi Anna hanya diam saja, merasa bingung apa yang harus dilakukan, kemudian ia memejamkan mata berusaha menghayati apa yang dilakukan suaminya.


Melihat Anna memejamkan matanya Rainer sejenak menghentikan aksinya saat Anna mulai terengah-engah, "Tarik nafas sayang, kita mulai sekarang," ucap Rainer membuat Anna kaget dan membulatkan mata.


Rainer sampai tersenyum melihat reaksi Anna. Dalam hati, Anna bertanya, "Bukankah dari tadi sudah mulai, kenapa suaminya bilang kita mulai sekarang?".


Tak ingin Anna berfikir apa apa lagi, Rainer kemudian meneruskan aksinya dan sejenak bergumam, "Jangan banyak berfikir, lakukan saja, dan ikuti apa yang aku lakukan, ingat pelajarannya hanya satu kali tidak akan ada pengulangan," bisik Rainer sedikit bergurau.

__ADS_1


Luma*tan yang baru didasar bibir itu dimulai lagi dengan sedikit ritme yang cepat, membuat Anna memahami dulu bagaiman melakukannya, hingga Anna berhasil mengikutinya.


Saat Anna berhasil mengikutinya, kemudian Rainer menambah tahapannya, membuka mulutnya, mendorong lidahnya untuk masuk dan mengajari Anna berdansa dengan lidah mereka, mendorongnya hingga ia terlena, awalnya memang sulit hingga Anna susah bernafas, lalu Rainer mengajari Anna bernafas saat dia melakukannya.


"Bernafs sayang, ikuti aku," ucap Rainer lalu melanjutkan penyatuannya seperti tak rela membuang waktu.


Lama kelamaan aksi mereka semakin brutal, semakin liar sampai membuat nafsu Rainer naik dengan drastis, padahal sebelumnya ia berhasil menahannya selama beberapa hari. Begitupun Anna, gadis tanpa pengalaman ini kini telah dipancing rasa ingin tahunya oleh Rainer, seakan ada sesuatu yang berdenyut tak henti, nafasnya mulai memburu menahan has*rat tubuhnya mulai menginginkan sesuatu.


Kini setiap sentuhan Rainer yang menjalar kesemua bagian tubuhnya menimbulkan sengatan yang membuatnya lemas.


Apakah ini waktunya? apakah gadis yang minim pengalaman, hanya tahu tentang keromantisan dengan membaca novel online ini akan merasakannya?, dan apakah sang Casanova yang sudah lama libur dan pensiun itu akan merasakannya lagi? mungkinkan akan lebih luar biasa?.


"Sayang, aku tak bisa menahannya, bolehkah kita lakukan sekarang?" tanya Rainer sedikit memohon sambil mengusap bibir Anna yang basah karena ulahnya itu.


Sejenak Anna terdiam sambil menatap wajah suaminya yang berusaha menahan hasrat itu, di bawah sana Anna sudah merasakan ada yang mendorongnya dengan kuat, begitupun Anna merasa ada yang berdenyut hebat, Anna kini hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah dan menganggukan kepalanya tanpa suara.


Senyum itu mengembang dengan bahagia dari wajah tampan suaminya, lalu Rainer mengecup dahi Anna dengan sayang, "Terimakasih sayang."


Lalu Rainer mendorong tubuh Anna hingga merebahkan dirinya di kasur dengan lembut dan langsung memposisikan tubuhnya diatas Anna.


"Ini akan jadi malam yang panjang sayang," ucapnya begitu mesra dan membuat Anna tersipu malu.


Rasa takut akan malam pertama hilang begitu saja karena rasa penasaran.


***


Selamat menikmati Anna dan Rainer, dan selamat menikmati juga para readers tercinta ku 😂😂😂


Tunggu part selanjutnya ya

__ADS_1


Happy reading 😊😉


__ADS_2