Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 95. Ikhlas melepaskan


__ADS_3

"Maaf sayang kali ini aku memaksa," gumam Rainer dibalik telinga istrinya yang tiba tiba nyalinya ciut yang pada awalnya akan berperan sebagai wanita penggoda bagi sang suami itu.


"Hah? maksudnya jika aku tak mau kamu tetap akan memaksa? seperti aku sedang diperkos@?" tanya Anna konyol yang membuat Rainer terbahak.


"Hahaha... mungkin, tapi aku jamin saat aku memperkos@mu kamu malah akan suka," goda Rainer yang langsung memagut bibir mungil yang sejak tadi terus saja berceloteh konyol dan membuat Rainer gemas itu.


Yang awalnya Anna merasa malu, setelah Rainer melancarkan aksinya memagut dengan mesra dan dalam hingga membuat Anna lupa diri, *****@n dan hisapan@n yang dilakukan memancing Anna untuk membalasnya hingga Anna kehabisan nafas.


"Bernafas sayang," gumam Rainer dalam sela percumbu@nnya itu.


Dan pada akhirnya pergulatan itu terjadi begitu manis, begitu memuja dan saling mendamba, menyatakan perasaan masing masing dalam sentuhan lembut yang membuat keduanya terbuai, lupa bahwa Anna dan Rainer sudah mandi dan harus mandi kembali di malam dingin guna mensucikan diri kembali.


Betapa romantisnya perlakuan Rainer pada Anna setelah mereka melakukan pergulatan yang menghasilkan peluh kenikmat@n yang di hiasi rasa cinta satu sama lain, harapan lain pun tercipta dalam hati Rainer, berharap benih cintanya segera berkembang dirahim sang istri untuk melengkapi indahnya rumah tangga yang baru saja mereka bangun.


Tanpa canggung dan tanpa mendapatkan kesulitan, Rainern menggendong tubuh Anna yang telah ia buat kelelahan ala bridal style menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Bahkan Rainer tak mengizinkan Anna menyentuhkan kakinya lantai. Kini Anna didudukan diatas closet sedangkan Rainer mengisi bethup dengan air hangat kemudian menuangkan sabun yang menghasilkan busa yang akan memanjakan mereka berdua.


Wangi aroma terapi tercium begitu segar menggoda tubuh letih Anna untuk segera masuk dan menikmati kenyamanannya.


Dengan perlahan Rainer mengangkat kembali tubuh sang pujaan hati untuk bersama masuk kedalam bethup.


Kini posisi mereka dalam bethup adalah Rainer berada dibelakang Anna, memaksa Anna untuk bersandar kembali pada dirinya, dengan telaten Rainer menggosok tubuh Anna dengan lembut sambil terus menciumi pundak sang istri yang polos tak mengenakan apapun.


"Be, bolehkan aku bertanya?" tanya Anna ragu ragu.


"Tentu sayang, apapun boleh kamu tanyakan," jawab Rainer sambil menyibakkan rambut Anna yang menutupi lehernya dan mengecupnya hingga meninggalkan jejak.

__ADS_1


Dasar laki, emang seneng nyari kesempatan.


"Kamu keberatan jika aku kerja dikantor?" tanya Anna ragu.


Tiba tiba Rainer mengangkat tubuh Anna membuat posisi Anna yang awalnya membelakangi Rainer berubah menghadap kepadanya.


Dengan lekat Rainer menatap manik gelap sehitam malam Anna dengan sendu, kemudian mengusap pipi merah Anna dengan lembut.


"Kamu tahu sayang, saat ini yang paling aku inginkan adalah melihatmu bahagia, jika dengan kamu bekerja kamu akan bahagia, lakukan saja, asal jangan membuatku kecewa," ucap Rainer dengan penuh keseriusan.


Dulu Rainer memang suka gonta-ganti pasangan, tapi dalam hidupnya dia tak pernah berselingkuh, meskipun ia tak memendam perasaan pada wanita manapun, tapi ia berusaha tak menyakiti perasaan pasangannya dengan cara bermain dibelakang mereka.


Perihal banyak wanita yang mengejar Rainer, tapi ia tidak sembarangan menjadikan mereka sebagai kekasihnya, hanya wanita yang disetujui oleh sang mamah saja yang ia jadikan sebagai kekasih, jika mamahnya tak menyetujui ia tak akan menjadikannya sebagai kekasihnya.


Dan hanya Anna sajalah gadis yang benar benar membuat Rainer jatuh cinta, maka dari itu tentu saja ia akan membuat Anna bahagia bagaimanapun caranya.


Saat ini manik mata gelap segelap malam itu seketika berembun kala mendengar kata manis yang keluar dari mulut Rainer.


"Aku hanya ingin menjadi wanita karir, agar perjuanganku menempuh pendidikan selama ini tidak terbuang sia sia, tapi jika suatu saat kamu mengatakan jika aku harus berhenti, aku akan berhenti," janji Anna sambil terus memperhatikan wajah basah suaminya.


"Benarkah?" tanya Rainer begitu bahagia dengan janji Anna padanya.


"Baiklah, jika kamu hamil kamu harus berhenti bekerja, kamu boleh melakukan pekerjaan lain yang kamu sukai, tapi jangan pekerjaan yang berat, kamu bisa membuka kedai kopi misalnya, bukankah kamu pintar membuat kopi," cetus ide Rainer yang tiba tiba teringat tentang kemampuan Anna.


"Ok, aku janji, makasih ya," ucap Anna begitu bahagia lalu ia beranjak dari pangkuan Rainer.


"Hei, mau kemana?" protes Rainer saat Anna menjauh darinya.

__ADS_1


"Mau membersihkan diri, aku sudah kedinginan," jawab Anna kemudian memasuki bilik shower yang tepat berada di hadapan Rainer.


"Aku bersihin ya," ucap Rainer buru buru ikut masuk kedalam bilik bersama Anna.


"Hei, aku ingin tenang membersihkan diri be," gerutu Anna kesal karena tiba tiba Rainer menyergapnya dari belakang.


"Sayang, aku lagi nyari pahala, nyenengin kamu, dan kamu juga dapet pahala nyenengin aku," gumam Rainer sambil cekikikan dibelakang Anna sambil menyalakan air yang seketika mengguyur tubuh mereka yang telah dipenuhi oleh sabun itu.


"Oh ya ampun," gerutu Anna tak bisa menolak keinginan suaminya.


Sesi membersihkan diri itu pada akhirnya dipenuhi dengan drama gerutuan Anna dan cekikikan Rainer yang terus menggoda istrinya.


Bukankah hal menyenangkan jika pasangan suami istri saling memiliki keinginan untuk membahagiakan satu sama lain.


Alangkah indahnya setiap rumah tangga yang tercipta di dunia ini, setiap apa yang dilakukan akan selalu terasa manis meskipun terkadang percikan percikan dikarenakan perbedaan pendapat dan perbedaan keinginan selalu akan terjadi.


Mereka hanyalah dua insan yang berusaha untuk menyempurnakan kebahagiaan mereka, walaupun tak ada di dunia ini hubungan yang selalu baik baik saja, apalagi disini adalah menyatukan dua kepala yang berbeda pemikiran, berbeda karakter, bahkan perbedaan kebiasaan.


Semua perbedaan yang mereka miliki hanya bisa disatukan dengan cinta dan pengertian yang akan selalu menjadi obat dari sebuah keegoisan.


Setiap Anna menatap wajah Rainer kala tidur, begitupun sebaliknya saat Rainer menatap wajah Anna saat tidur, dalam hati mereka selalu merapalkan doa, berharap mereka selalu diberi cinta yang tak akan pernah pudar bahkan ingin senantiasa selalu bertambah dari waktu ke waktu.


Dan satu yang selalu disyukuri oleh Anna, ia selalu bahagia jika mendengar Rainer berkata bahwa ia ingin selalu membahagiakan dirinya, meskipun belum terbukti, tapi Anna sudah merasa begitu bahagia.


***


Dari kemarin sebenernya pengen banget ada part di kamar mandi 😂😂😂, entahlah, authornya ini seneng main air soalnya...

__ADS_1


Sepertinya kisah Tania dan Raka udah nungguin nih, hehehe


Selang seling gak apa apa ya.


__ADS_2