
Setelah perjuangan Rainer membuat Anna mengaguminya, kini dalam beberapa detik digagalkan oleh wanita cantik didepannya ini.
Anna benar benar Malu dengan apa yang dilakukan oleh dua mahluk didepannya, biarpun yang melakukannya adalah gadis itu yang m tiba tiba mengecup Rainer, tapi Rainer tak sedikitpun menolaknya, hanya berekspresi kaget karena tak menyangka dia bertemu dengan wanitanya ini.
"Sayang, kebetulan sekali kau ada disini", ucap wanita cantik dan seksi itu.
"Kau sedang apa disini?," ucap Rainer dengan nada dingin.
Rainer sudah biasa diperlakukan seperti itu oleh teman wanitanya, apalagi ini adalah mantan kekasihnya Siska yang mana siska masih berharap bisa kembali bersama dengan Rainer, dan Rainer tidak keberatan sama sekali dengan sikap Siska asal dia tak membuatnya kesal.
"Dasar laki laki brengsek," umpat Anna dalam hati.
Dia benar benar muak dengan apa yang mereka lakukan, terlebih lagi ini dilakukan di tempat umum dan dihadapan mata Anna.
Seketika Anna langsung memalingkan wajahnya dari hadapan Rainer, dan gerakan yang Anna lakukan itu disadari oleh Rainer.
"Hei siapa yang menyuruhmu menengok kesana, kau hanya boleh melihatku tak boleh melihat ke arah yang lain," ucapnya benar benar membuat Anna frustasi.
"Maaf pa," ucap Anna sambil mengalihkan mukanya kembali ke hadapan Rainer tetapi dengan keadaan matanya yang tertutup rapat.
"Ini benar benar menjijikan," umpat lagi Anna dalam hati.
Seketika pandangan Siska berakhir pada gadis polos didepan Rainer itu, matanya langsung menilai penampilan Anna dari bawah keatas sambil menyipitkan matanya.
"Sayang, siapa dia?," ucap Siska dengan nada manjanya.
Rainer tersenyum sinis dengan pertanyaan Siska yang seperti bernada cemburu itu.
"Menurutmu?," jawab Rainer misterius.
Tentu saja Siska tau maksud Rainer, jika Rainer sudah berkata begitu berarti dia tak ingin menjawab apa yang ditanyakan Siska, dia sangat tahu bagaimana Rainer, pria yang tak pernah suka dibantah ataupun ditentang, tapi Rainer baik hati dan royal tentunya, maka dari itu Rainer sangat digilai oleh para wanita selain karena dia sosok tampan sempurna juga.
"Oke kalo begitu aku tak akan mengganggu, silahkan lanjutkan kegiatan kalian,"ucapnya Siska tau diri dan pergi meninggalkan Rainer dan Anna.
Rainer masih melihat Anna dengan posisi memejamkan mata, kesempatan ini ia tak akan melewatkannya, ia telisik wajah yang sedang berusaha tak melihatnya itu, benar benar manis, tiba tiba muncul dalam diri Rainer rasa ingin memiliki gadis yang telah mengabaikan kesempurnaan yang dimiliki oleh Rainer ini.
"Aku harus menaklukan mu sayang," gumam Rainer dalam hati seperti sebuah sumpah.
__ADS_1
"Mau sampai kapan kau memejamkan mata Anna, aku menyuruhku melihatku bukan menyuruhmu untuk tidur," ucap Rainer berusaha tak menertawakan tingkah gadis ini.
Sontak Anna terkejut dengan pernyataan Rainer, kemudian ia langsung membuka matanya, ternyata wanita cantik itu sudah pergi, Anna kira mereka masih melakukannya.
"Maaf pa, saya hanya merasa malu," ucap Anna.
"Malu?, untuk apa?, karena Siska mencium ku," tanya Rainer penasaran.
Tiba tiba Anna merasa kesal dengan sikap Rainer yang acuh tak acuh itu, memangnya dia siapa menyebalkan sekali.
"Tarik nafas keluarkan, tarik nafas keluarkan," Anna mencoba menenangkan dirinya sambil bergumam dalam hati.
Tingkahnya ini benar benar menarik perhatian Rainer, setiap gerakan yang dibuat oleh Anna tak luput dari pandangan Rainer.
"Ya ampun dia manis sekali," ucap Rainer sambil terus menahan senyumnya agar tak terlihat oleh Anna.
"Baiklah ayo kembali ke kantor," ucap Rainer, ia sudah tak tahan dengan Anna, ia akan mencari cara agar Anna bisa terus menempel padanya bukan hanya pada saat pagi dan saat makan siang saja, tapi sepanjang hari.
"Baik pa."
Dalam perjalanan pulang, Rainer tak henti mengulum senyumnya, dia teringat kemarahan yang muncul dari wajah Anna saat Siska mencium dirinya, dia sangat menyukai saat Anna marah.
Dan Anna, saat ini pandangannya hanya lurus ke depan mengamati jalan yang dilewatinya tanpa berani mengeluarkan sepatah katapun, kini bukan hanya perasaan takut dipecat saja, tapi Anna khawatir akan melihat hal seperti tadi lagi, mata suci Anna belum terbiasa melihat hal vulgar seperti itu, meskipun dia suka melihat drama Korea yang sering kali melakukan adegan seperti ciuman, tapi tetap saja Anna merasa syok jika melihat secara live.
Saat ini mereka telah sampai di tujuan yaitu kantor dimana mereka bekerja.
"Maaf pa apakah boleh saya kembali bekerja?," ucap Anna ragu ragu. Pandangan Rainer langsung mengarah pada Anna lalu mendekatinya.
"Tentu saja kau harus mulai bekerja, kau dibayar untuk itu," ucapnya begitu sinis.
"Baik pa, terimakasih," ucap Anna, sambil dalam hati menggerutu.
"Ngomongnya biasa aja kali, ngeselin banget," dalam hati Anna berkata sambil melangkah meninggalkan Rainer yang terus menatap punggung Anna yang perlahan meninggalkannya.
Rainer kembali melihat ekspresi kesal di wajah Anna, dia benar benar suka melihat ekspresi itu, ekspresi yang menampakkan kekesalan, sangat imut.
"Tunggu."
__ADS_1
Baru 10 langkah Anna berjalan, Rianer sudah menghentikan langkahnya lagi, lalu perlahan mendekatinya.
"Iya pa," ucap Anna.
"Jika aku menelpon mu, kamu harus angkat tak boleh kau abaikan mengerti!," ucap Rainer tepat di depan wajah Anna, Kemudian ia mendahului Anna meninggalkannya berdiri mematung.
Seketika tangan Anna terkepal, kesal sekali dia.
"Hah?, apa maksudnya itu, dia akan sering menelponku maksudnya? siapa dia memangnya? mau mempermainkan aku? mentang mentang dia bos, lihat saja nanti kau, akan ku kerjai kau," gerutu Anna dalam hati.
Saat ini dia sudah kesal dengan tingkah Rainer, Anna akan mencari cara jitu untuk mengerjai bos brengseknya tanpa harus mengorbankan pekerjaannya, tapi bagaimana caranya?.
Disisi lain, Rainer terus berjalan menuju ruangannya dengan senyum yang terus terkembang indah di wajahnya, sesekali ia pun bersiul.
Saat berpapasan dengan Arman tepat di depan kantornya, Rainer semakin melebarkan senyumnya dan langsung menepuk bahu Arman beberapa kali.
"Kerja bagus," ucap Rainer pada Arman sambil terus melangkah menuju ruangannya.
"Sepertinya anda menikmati makan siang anda pa," ucap Arman sambil tersenyum sinis.
"Sangat menikmati, menyenangkan makan siang sambil mengerjai gadis bodoh itu," ucap Arman.
"Tapi saya sarankan hati hati pa, gadis bodoh itu sepertinya bisa membuat anda gila seketika," ucap Arman menakut nakuti.
Rainer tiba tiba tertawa terbahak bahak.
"Hahahaha, kau melucu denganku? sejak kapan seorang Rainer bisa ditaklukan oleh perempuan? yang ada mereka yang aku taklukan," ucap sombong Rainer sambil melangkahkan kaki masuk ke kantornya.
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan kalah bos," ucap Arman sangat misterius.
Kok aku seneng ya nulis kegilaan Rainer π
Maafin ya authornya sedikit GJ atau GJ banget πππ
Jangan lupa yang sempat mampir sempetin juga tinggalin jejak ya.
Happy readingππ
__ADS_1