
Setelah beberapa jam dalam kerisauan memikirkan cara merayu sang istri, akhirnya waktu pulang kantor telah tiba.
Beruntungnya hari ini tidak ada jadwal meeting hanya menandatangani beberapa berkas dan pekerjaan Rainer selesai.
Rainer kemudian beranjak dari duduknya setelah beberapa jam, meraih buket bunga cantik yang sudah dipesankan oleh Arman dan menatapnya dengan puas.
"Sepertinya kamu akan kalah lagi malam ini sayang, kamu akan berkali kali lipat lagi jatuh cinta sama aku," gumam Rainer dengan percaya diri.
Dengan langkah pasti dan penuh keyakinan akan berhasil mengalahkan Anna, Rainer bergegeas meninggalkan perusahaan yang telah mengurungnya beberapa jam itu.
Dengan santai sambil bersiul menikmati kepercayaan dirinya, Rainer mengemudikan mobilnya menuju apartemen tempat dimana ia dan Anna tinggal.
Tidak memakan waktu lama, kini Rainer telah berhasil memarkirkan mobilnya dengan sempurna, menguncinya dengan baik dan melangkahkan kakinya menuju apartemen kediamannya.
Tak ada perasaan ragu sedikitpun kala ia telah berhasil melewati setiap lorong dan sampai tepat di depan pintu apartemennya.
Kemudian Rainer segera menekan password pintunya untuk membuka kunci agar bisa masuk kedalam.
Tak lupa Rainer menyembunyikan buker bunga di belakang punggungnya, bermaksud agar nanti menjadi kejutan yang diharapkan akan membuat istrinya itu bahagia.
Tak disangka, saat masuk kedalam, suasana terasa begitu sepi, dan terasa redup agaknya sedikit berbeda saat dia pergi kerja tadi pagi.
Dengan ragu Rainer memanggil istrinya dengan perlahan sambil mengedarkan matanya mencari keberadaan sang istri yang bisa jadi sedang ngambek itu.
"Sayang..." teriak Rainer memanggil Anna.
"Kamu ada dirumah?" tanya Rainer begitu khawatir jika istrinya pergi.
Tak disangka, Rainer mendapati istrinya keluar dari kamar tempat mereka tidur. Rainer dibuat begitu terkejut dengan penampilan Anna, hingga Rainer sempat meneguk salivanya dengan susah payah dan jakunnya terasa naik turun karena gugup.
Saat ini, Anna berdandan sangat cantik, memberi sentuhan make up tipis di wajah ayu alaminya, memakai gaun selutut tanpa lengan yang dibawahnya sedikit mengembang berwarna peach yang menampakkan tubuh ramping sempurna yang di milikinya, ia pun mencepol rambutnya menampakkan leher jenjang yang begitu indah dipandang mata sang suami, tak lupa Anna pun menyemprotkan parfum menambah kesempurnaan penampilannya malam ini.
__ADS_1
Tak menunggu lama, Rainer pun mendekati istrinya yang tersenyum begitu manis pada dirinya, membuat hati sang suami meleleh seleleh lelehnya.
"Sudah pulang be," sambut Anna langsung menyambar tangan sang suami untuk dia kecup.
Mendapat perlakuan seperti itu, tentu saja Rainer begitu bahagia, lalu ia menarik wajah istrinya dengan lembut dan mengecup bibir manis dihiasi lipstik berwarna pink itu dan melum@tnya dengan begitu nikm@t.
"Kamu cantik sayang," gumam Rainer menahan gejolak yang mulai terpancing.
"Untuk istri aku yang tercantik, bahkan bunga ini layu dihadapan kamu," gombal Rainer yang membuat Anna terkekeh mendengarnya.
"Masa sih?" goda balik Anna lalu menerima bunga yang diberikan oleh Rainer memeluknya dan mencium wanginya sambil memejamkan mata.
"Ngga ada bantahan, kamu paling cantik sayang, ngga ada mahluk lain yang bisa ngalahin kecantikan kamu dimata aku," ucap Rainer kemudian meraih pinggang sang istri dengan lembut lalu ia kecup leher putih sang istri.
Anna dengan nakal mendorong dada sang suami yang sudah menempel rapat pada tubuhnya.
"Mau makan dulu apa mandi dulu, aku udah masak tadi," ucap Anna sambil meninggalkan Rainer yang terbengong karena gagal melancarkan serangan yang berikutnya.
Ternyata ia pun benar merasa lapar juga, untuk sesi berikutnya sepertinya ia harus mengisi tenaga dulu agar bisa melewati malam ini dengan semangat.
Sungguh jika kaum jomblo melihat kemesraan mereka, mungkin saja mereka akan muntah karena iri 😂😂😂.
Dengan sigap Anna menyiapkan meja makan untuk sang suami, bahkan saat Rainer mendekati meja makan Anna menarik kursi untuk Rainer duduki.
Melihat sikap manis sang istri, Rainer kemudian meraih tangan Anna kemudian menariknya dan mendekatkan wajahnya lalu mengecupnya dengan khidmat.
"Makasih sayang, hari ini kamu sangat manis," ucap Rainer kemudian menarik pula kursi untuk istrinya duduk.
"Sekarang biarkan aku melayani mu," lanjut Rainer menarik istrinya untuk duduk dan mengambilkan nasi dan lauknya untuk mereka makan.
Disela sela kegiatan makan mereka, tak hentinya Rainer dan Anna saling menebar senyum membuat suasana makan malam begitu menyenangkan meskipun mereka hanya menyantap makanan sederhana, tetapi dengan hati yang bahagia, membuat makanan menjadi terasa lebih nikmat.
"Biar aku aja yang bersihin ini sayang, kamu duduk aja liat suami kamu yang serba bisa ini," ucap Rainer sambil beranjak dari duduknya tak lupa mengecup pipi manis Anna dengan sayang.
__ADS_1
Dengan sigap Rainer membersihkan meja makan dan mencuci piring bekas mereka makan.
Anna hanya menatap suaminya yang terlihat sibuk itu sambil menahan dagunya diatas meja makan.
Saat ini Rainer benar benar dibuat senang oleh Anna, bahkan Anna dimanjakan dan tak hentinya Rainer menyunggingkan senyumnya menandakan Rainer sedang begitu bahagia.
"Sudah," gumam Rainer menyelesaikan pekerjaannya kemudian mendekati Anna duduk persis di samping Anna.
"Kenapa senyum senyum terus?" tanya Anna melirik manja pada sang suami.
"Kamu bener bener menggoda," gumam Rainer mendekatkan wajahnya berbisik ditelinga Anna membuat Anna kegelian dibuatnya.
"Benarkah? kamu suka ngga?" tanya Anna.
Rainer menyeringai dengan seram, dan menganggukkaan kepalanya yakin, ia tak habis pikir sebenarnya belajar dari siapa istrinya ini, Anna begitu pintar menggoda dirinya hingga Rainer dibuat begitu berdebar debar.
"Mau mandi sekarang? aku siapin airnya," tawar Anna.
"Mau mandi bareng boleh?" jawab Rainer tak tahu diri, ia benar benar ingin menerkam istrinya ini.
"Engga mau, aku udah mandi," jawab Anna lalu beranjak meninggalkan Rainer untuk menyiapkan air untuk suaminya.
Sungguh gemas Rainer melihat sikap Anna yang berani itu, ia hanya melihat Anna berlalu saja meninggalkannya masuk kedalam kamar untuk menyiapkan air untuknya mandi di kamar mandi yang berada di kamarnya.
Setelah selesai menetralkan rasa gemasnya, barulah Rainer beranjak dari duduknya dan segera menyusul Anna.
Tak disangka Rainer begitu suka saat melihat Anna seperti itu, ia menyadari ada niat tersembunyi dari sikap Anna yang berusaha menyenangkan dirinya, dan Rainer berjanji pada dirinya sendiri akan mengabulkan permintaan Anna asalkan istrinya itu selalu bahagia.
Disaat Rainer masuk ke kamarnya, bersamaan dengan Anna yang baru keluar dari kamar mandi menyelesaikan kegiatannya menyiapkan air untuknya mandi.
Sengaja Rainer menatap Anna dengan tajam, tak hentinya ia tersenyum, begitu pun Anna, ia menyambut kedatangan Rainer, kemudian meraih kancing baju Rainer membukanya satu persatu kemudian meloloskan kemeja berwarna navi itu dari tubuh liat sang suami.
"Mandi yang bersih, jangan lama lama," ucap Anna kemudian sekilas mengecup pipi sang suami dan mendorongnya masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Bukankah pahala besar jika menyenangkan dan jadi penggoda suami sendiri, dan itulah yang sedang Anna lakukan.
Sebelumnya memang Anna kesal pada Rainer, tapi tak ada gunanya jika ia berkeras dengan kemarahannya bukan, jadi ia berusaha berdamai dengan keadaan, dan siapa tau jika Rainer senang, Anna pun akan dapat kebaikan dari Rainer.