Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 82. Kehebohan


__ADS_3

Hari pertama Rainer bekerja serasa lebih panjang karena ketiadaan istrinya yang hanya beberapa jam saja baru berpisah, kini Rainer benar benar tidak konsentrasi bekerja. Pasalnya selama seminggu setelah menikah dengan Anna, ia nyaris tak pernah berpisah selama ini.


Yang membuat Rainer kesal bukan kepalang adalah, ponselnya yang tak menunjukkan adanya panggilan masuk atau sekedar pesan singkat dari istrinya, satu pun tak ada sama sekali, sungguh membuat kesal bukan.


Yang ada, Rainer terus saja mengirimi Anna pesan singkat lewat wa dan tidak di balas sedikitpun oleh Anna, bahkan dibaca saja tidak.


"Sayang, jika sudah selesai cepat ke ruangan aku," isi pesan pertama dari Rainer untuk Anna.


"Sayang, masih lama?'" pesan kedua dari Rainer yang masih diabaikan oleh Anna.


"Sayang, kenapa masih belum kesini sih," pesan berikutnya yang masih belum juga dibaca, dan banyak lagi pesan yang lainnya.


Melihat bosnya yang gelisah memainkan ponselnya dan cenderung tak memperhatikan presentasi yang dilakukan oleh stafnya itu, Arman langsung mengambil alih untuk menanggapi setiap apa yang harusnya Rianer lakukan.


Arman sangat tahu dimana fikiran Rainer melayang, percuma saja dipaksakan Rainer untuk fokus, karena fokusnya sekarang sedang terpecah, dan jika diteruskan yang ada para presentator di depan mereka ini akan menjadi korban ketidak tahuan, bukankah itu lebih mengerikan.


Lebih baik, Arman saja yang nantinya akan menyampaikan detail rapat hari ini pada Rainer, itu lebih baik dan lebih aman untuk semua orang.


"Baik kalo begitu, rapat kali ini kita tutup, tolong revisi yang sudah selesai kirim dulu lewat email pada saya, saya akan cek dulu, setelahnya baru pak Rainer akan tanda tangani, cukup sekian, terima kasih atas waktunya, dan silahkan lanjutkan pekerjaan kalian," ucap Arman menutup rapat yang sama sekali tak dipedulikan oleh Rainer kali ini.


Kemudian semua staff yang ada di ruangan Rainer yang telah melakukan rapat kecil dan melakukan presentasi singkat barusan pun meninggalkan Arman dan Rainer berdua saja di ruangan Rainer.


"Aku akan menyusul Anna, dia sangat lama sekali," gerutu Rainer yang membuat Arman terkekeh geli melihat kebucinan atasannya itu.


"Bos, bukankah anda kesini untuk bekerja, dan Anna pun harus menyelesaikan urusannya, nanti juga kesini kan," ucap Arman ambil mendudukan dirinya di sofa yang ada di ruangan Rainer.


"Hei, ini sudah mau jam makan siang, tapi dia belum selesai juga," kesal Rainer lalu ikut membanting tubuhnya di sofa dekat Arman duduk.


"Cih, mentang mentang pengantin baru, nggak bisa jauh dikit," ucap Arman sinis.


"Rasakan saja sendiri bagaimana punya istri cantik seperti istriku," ucap Rainer jumawa.


Rainer kemudian menarik ponselnya lalu mendial nomor Anna kemudian menunggu sambungan telponnya diangkat oleh Anna.


Sudah tiga kali Rainer menelpon Anna, tapi sedikitpun Anna tidak mengangkatnya, Rainer jadi berfikir sebenarnya sedang ada dimana Anna, kenapa bahkan ponselnya saja tidak dia hiraukan.

__ADS_1


"Aku akan susul istriku, sepertinya dia sedang main main dengan suaminya," ucap Rainer yang membuat Arman ingin muntah dengan sebutan istriku dan suaminya itu.


Benar benar mahluk narsis didepannya sudah dikalahkan sekalah kalahnya oleh seorang gadis sederhana seperti Anna, bahkan Rainer tak bisa berjauhan dengan Anna barang sehari saja, sepertinya konsentrasi Rainer dibawa separuh oleh Anna untuk saat ini.


"Ya ampun bucin," gumam Arman sambil mengikuti langkah atasannya yang sedang gundah itu.


Mereka langsung berjalan keluar untuk menuju tempat dimana biasanya Anna berada, tapi sebelumnya Rainer menelpon dulu ke divisi yang rencana nya Anna akan datangi tadi, dan setiap divisi mengatakan bahwa Anna sudah selesai dengan mereka, bahkan Rainar sampai menelpon pada Ratih dan Ratihpun mengatakan jika Anna sudah meninggalkannya juga.


Seketika kecurigaan menerpa kepala Rainar, jangan jangan Anna sekarang sedang dengan Damar?.


"****... awas saja jika kamu bertemu dengan Damar," umpat Rainar yang masih didengar oleh Arman.


Kini Rainer berjalan tak tentu arah, bingung mencari keberadaan Anna yang entah berada dimana, bahkan ia sudah ke ruangan Damar, dan tak menemukan keberadaannya juga, kepala Rainer mulai mendidih memikirkan kemungkinan terburuk jika Anna sedang bersama Damar.


Kini Rainer sudah ada di lantai satu dan akan mencari Anna entah dimana, tapi baru keluar dari lift, Rainer sudah melihat Anna yang berjalan dengan riang sendirian sambil menenteng keresek di kedua tangannya, entah apa isinya, jika dilihat dari bentuknya sepetinya itu adalah makanan.


Kemudian pandangan Anna dan Rainer pun beradu, saling memandang tanpa ada niatan untuk menghindari tatapan mereka.


Melihat keberadaan suaminya, Anna buru buru mendekati Rainer dengan wajah berbinar sambil menggoyangkan tangannya mendekati Rainer.


"Aku baru beli makan siang, kenapa?" tanya Anna tak menyadari kegelisahan Rainer.


Rainer lalu menarik tangan Anna untuk masuk kedalam lift untuk kembali ke ruangannya, tanpa mengatakan apapun, Rianer hanya menggenggam tangan Anna dengan erat.


Melihat bosnya yang tadi kelimpungan mencari istrinya itu, Arman kemudian mundur meninggalkan pasangan pengantin baru itu, sepertinya Arman tak akan siap jika harus melihat adegan yang akan dilakukan mereka, meskipun belum pasti apa yang akan dilakukan.


Saat sampai di ruangannya, Rainer kemudian mengunci pintunya, dan menarik Anna dengan tergesa gesa mendudukannya di sofa yang berada di ruangannya dan menyimpan bawaan Anna di atas meja.


"Grep," Rainer langsung memeluk Anna membuat Anna kaget bukan kepalang.


"Ada apa?" tanya Anna merasa bingung, suaminya ini benar benar tak bisa diduga.


Setelah puas memeluk Anna, kemudian Rainer siap menyemburkan kekesalannya dari tadi.


"Kenapa telpon dan wa aku ngga di jawab, ponsel kamu kemana?" tanya Rainer dengan kesal.

__ADS_1


"Ponsel ada di tas, sebentar aku lihat," jawab Anna.


Anna kemudian mengambil ponselnya, dan saat melihat notifikasi di ponselnya, Anna membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang dia lihat, ada 87 panggilan yang tak terjawab dan 90 pesan yang belum dibaca.


Kemudian Anna melirik suaminya yang sedang memasang wajah menyelidik padanya, matanya menyiratkan kekesalan yang tak terbantahkan.


"Hehe... maaf ponselnya di silent, biasanya jika sedang bekerja memang tidak pernah main ponsel," ucap Anna tak enak hati sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Rainer langsung mendengus tak suka, lalu merebut ponsel Anna dari tangannya, dan mensetting ponsel Anna agar nada deringnya terdengar.


Saat melihat kontak dirinya di ponsel Anna, Rainer kemudian mendelik pada Anna melihat nama yang tertera, Anna hanya menyimpan kontak Rainer dengan nama pak Rainer saja, "Dasar istriku tidak romantis," kesal Rainer menggerutu dalam hati.


Setelah Rainer selesai dengan urusannya di ponsel Anna, kemudian Rainer menyimpan ponsel Anna di atas meja.


"Kamu ketemu sama Damar?" tanya Rainer.


"Enggak," jawab Anna tanpa curiga sedikitpun.


Lalu Rainar mendekatkan wajahnya pada Anna dan berbisik mengancam Anna.


"Jika kamu seperti tadi lagi, mengabaikan aku dan tak memberi kabar sedikitpun, izin kamu untuk bekerja dibatalkan, faham?" ucap Rainer kemudian meraih wajah Anna, kemudian mencium bibir merah muda itu dengan lembut, menyalurkan kerinduannya yang baru setengah hari tak bertemu tapi seperti sudah sebulan itu.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Anna menjadi terbuai dengan ciuman Rainar, kini Anna sudah pintar membalas ciuman Rainar, bahkan ciumen mereka berlangsung cukup lama dan panas, sampai mereka terengah-engah karena kehabisan nafas dan menahan hasrat mereka.


Setelah ciuman mereka terlepas, lalu Rainar memeluk Anna merasakan sensasi yang membuat ia kembali menggila, pandangan mereka sama sama berkabut menahan gejolak yang ada, wajah Rainar seperti memohon.


"Cup," lalu Anna memberikan kecupan penutup dibibir Rainer, sangat singkat tapi membuat Rainar berbinar.


"Ayo kita makan, aku sudah lapar," ucap Anna berusaha mengalihkan perhatian.


***


Sabar bosnya, Anna masih libur 😂😂😂


part bonus

__ADS_1


Happy reading 😊


__ADS_2