Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 81. Pekerjaan idaman Anna


__ADS_3

Setelah menjalani pagi yang panjang dan penuh dengan drama, kini Anna dan Rainer sudah berada di dalam mobil, menuju kantor mereka, hari ini Anna akan menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai cleaning service, dan akan ikut serta mendaftarkan diri dalam proses seleksi calon karyawan baru.


Biasanya PT Nalendra konstruksi memberi kesempatan pada siapa saja yang mampu mengikuti tes untuk menjadi karyawnnya, asal bisa melewati beberapa tahap tes dan Anna sudah belajar sangat keras untuk ini, bahkan ia sudah mempersiapkan diri sebelum ia menikah dengan Rainer.


Awalnya dia tidak akan mengundurkan diri sebagai cleaning service, jadi meskipun dia tidak lolos tes, Anna tetap masih punya pekerjaan, tetapi karena kini dia sudah menikah dan suaminya kebetulan adalah pimpinan disini jadi Anna mengundurkan diri saja.


"Be, bisakah kita jangan dulu memberitahu karyawan lain tentang pernikahan kita?" tanya Anna.


Mendengar pertanyaan Anna, Rainer kemudian melirik Anna dengan cepat.


"Memangnya kenapa?" tanya Rainer.


"Rencananya hari ini juga aku akan mengumumkan pernikahan kita," lanjut Rainer sambil membelokkan mobilnya memasuki parkiran gedung perusahaannya.


"Sepertinya akan terjadi keributan jika tiba tiba kamu mengumumkan pernikahan kita pada karyawan lain, terlebih kamu menikahi aku yang kemarin hanya seorang cleaning service," gumam Anna merasa tak percaya diri.


Rainer lalu menggenggam lengan Anna, ia melihat ada keraguan di mata istrinya itu.


"Jangan khawatir, semua akan baik baik saja," ucap Rainer berusaha menenangkan Anna.


"Aku menikahimu karena perasaanku padamu, jadi jangan pikirkan apa yang di pikirkan orang lain sama kamu, bagiku mereka tak penting," ucap Rainer sambil mengarahkan wajah Anna pada dirinya saat Rainer berhasil memarkirkan mobilnya dengan aman.


"Tapi, untuk kali ini saja, biarkan aku menjadi wanita yang pantas untukmu, dengan cara aku punya pekerjaan lebih baik dari sebelumnya," pinta Anna.


Anna begitu merasa rendah diri dihadapan Rainer, ia ingin setidaknya Rainer tak malu jika orang lain tahu apa pekerjaannya, meskipun nyatanya Rainer dan keluarganya tak mempedulikan siapa dan darimana Anna dan keluarganya berasal.


Mendengar perkataan Anna, Rainer pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, membiarkan istrinya melakukan apa yang dia inginkan dan yang terpenting istrinya nyaman saja.


"Baiklah, jika sudah selesai langsung ke ruangan aku ya, jangan kemana mana dulu, jangan pulang duluan, nanti aku antar ke kampus," ucap Rainer sebelum Anna keluar dari mobilnya dan meninggalkan Rainer untuk menemui atasannya di divisi cleaning service.

__ADS_1


Anna langsung menganggukkan kepalanya menuruti apa kemauan suaminya itu, sebelum keluar dari mobil, Anna kemudian mencium punggung tangan Rainer, dan Rainer mencium kening Anna dengan khidmat, saling meresapi rasa bahagia yang sedang menggebu dalam hati mereka masing masing, baru mereka berpisah dan akan kembali bertemu setelah urusan Anna selesai.


***


Kini Anna sedang menghadap pada atasannya meminta izin untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya yang selama ini telah menghidupi dirinya selama kurang lebih satu setengah tahun itu.


"Kenap harus mengundurkan diri Anna? jika kamu mau ikut seleksi di divisi lain, kalo sudah diterima baru kamu mengundurkan diri, nah ini kan belum tentu lolos seleksi, kalo tidak lulus kamu jadi ngga kerja kan," ungkap sang pak kepala divisi.


"Iya pa maaf, ada satu dan lain hal yang tidak mengizinkan saya bekerja di cleaning service lagi pa, makasih ya udah baik banget selama ini sama saya," ungkapnya terharu dengan kebaikan sang kepala divisi.


"Iya Anna, semoga kamu lolos ya, semoga kamu sukses dan tetap kerja disini," ucap sang kepala divisi, lalu menjabat Anna dengan hangat.


"Baik pa, sekali lagi terimakasih ya."


Setelah berhasil mengutarakan niatnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai cleaning service, kemudian Anna menuju ke ruang personalia dimana Damar berada.


Meskipun Damar adalah kepala divisi HRD, tapi damar tidak menangani masalah penerimaan kepegawaian, yang menjadi penanggung jawabnya adalah bagian personalia, yaitu mba Hana.


"Masuk," terdengar jawaban dari dalam ruangan menyahuti ketukan pintu yang dilakukan oleh Anna.


"Mba, maaf mengganggu," ucap Anna sambil membuka pintu dan melangkahkan kakinya mendekati keberadaan mba Hanna yang sedang memeriksa satu persatu lamaran yang masuk.


"Oh, kamu An, ada apa? tumben kesini," ucap mba Hanna.


Melihat penampilan Anna yang berbeda dengan sebelumnya, mba Hanna langsung menegakkan posisi tubuhnya bersiap untuk mendengarkan tujuan dari kedatangan Anna.


"Iya mba, maksud saya kesini ingin mengajukan lamaran dan ikut seleksi karyawan baru," ucap Anna tanpa basa basi.


"Oh gituh, boleh An, sekarang kamu semester berapa memangnya?" tanya mba Hanna.

__ADS_1


"Saya baru semerter 3 mba, bisa kan?" tanya Anna.


"Bisa An, ikut saja dulu seleksinya," ucap Hanna .


"Seleksi dilakukan dalam 4 tahap, yaitu tes pengetahuan berupa tes tertulis, psikotes, wawancara, jika kamu lulus nanti kamu training dulu dan statusnya baru sebagian karyawan magang selama 3 bulan ya, dan gajihnya hanya setengah dari gajih kamu biasanya, ngga masalah An?" tanya Hanna.


"Tidak masalah mba, saya sudah mempersiapkan diri sekarang," ucap Anna dengan yakin.


Bukan tanpa alasan Hanna menanyakan soal resiko pengurangan gajih pada Anna, pasalnya sebelumnya pun Anna pernah mengikuti tes seleksi masuk perusahaan di divisi perencanaan, dan kendala Anna adalah pengurangan gajih ini, karena sebelumnyapun Anna melamar dengan ijazah SMA dan melampirkan surat keterangan sedang kuliah.


Resiko yang didapat oleh Anna adalah tidak bisa langsung menjadi karyawan di divisi perencanaan tetapi ia harus masuk dulu menjadi karyawan magang karena keterbatasan pendidikannya, jadi ia tidak mendapatkan gajih full, bahkan gajih menjadi cleaning service lebih besar dibandingkan dengan gajih menjadi magang yang hanya mendapatkan uang makan dan uang transportasi saja, beda jika ia melamar menggunakan ijazah S1, jika ia lolos ia akan langsung ditempatkan sebagai karyawan kontrak terlebih dahulu, baru setelah itu bisa menjadi karyawan tetap.


"Ya sudah kalo begitu, seleksinya akan dilakukan Minggu depan, ini jadwal tesnya ya An, semoga kamu lolos tes, dan mba yakin sih kamu lolos," ucap Hanna sembilan menyodorkan kertas berisi jadwal tes yang akan dijalankan oleh Anna.


"Belajar yang rajin ya An, dan segera beresin kuliah kamu biar kamu langsung jadi karyawan tetap," ucap Hanna memberikan dukungan.


"Baik mba, makasih ya, insyaallah tahun ini saya bisa masuk ke divisi yang saya lamar," ucap Anna dengan yakin.


Hanna sudah tahu bagaimana kemampuan Anna. sebelumnyapun saat Anna ikut seleksi tahun lalu, Hanna pula yang menjadi petugasnya, tapi memang prosedur harus dijalankan sesuai SOP, jadi meskipun Hanna ingin menerima Anna, tetap saja ia tak bisa berbuat apa apa karena keterbatasan Anna sendiri .


***


Semoga Anna lulus jadi karyawan, dan semoga kesibukan author di dunia nyata ngga menjadi penghalang untuk tetap up.


Aslinya ini seharian kemarin akunya bener bener keteteran, maafkan ya.


Makasih banget lho yang masih tetep setia, dan author bahagia banget ini angka favorit, likenya, sama hadiahnya bertambah terus, bahagia aku tak terhingga hehehe.


Maafkan jika masih banyak typo dan kesalahan daris setiap kalimat.

__ADS_1


Insyallah ada tambahan part ya untuk hari ini, anggap aja authornya bayar hutang hehehe...


happy reading 😍😍😍


__ADS_2