Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 86. Tegang


__ADS_3

Sepanjang acara barbeque yang diadakan oleh Mamah Ros sebenarnya sangat menyenangkan, semua orang yang hadir begitu berbaur dan tak segan untuk bercanda gurau, termasuk Irwan yang notabene orang baru yang pertama kali bertemu dengan semua orang termasuk yang punya rumah.


Tetapi nyatanya keakraban yang tercipta ini tak sedikitpun mengendurkan pertahanan Rainer dalam melindungi sang istri cantik yang dari tadi terus saja menghindarinya.


Anna begitu kesal pada Rainer karena selain dia melarang ini itu dari tadi, Rainer bahkan tak memberi akses Anna untuk sekedar membantu Mamah Ros menyiapkan makanan untuk semua orang, alasannya karena Irwan dan damar menjadi tukang panggang, sungguh menggelikan.


Dan berakhirlah Anna disini, duduk dengan santai bersama Tania menikmati makanan yang sudah disajikan.


Tak jauh berbeda dengan Anna, bahkan Raka pun turut campur dalam perlindungan sang gadis, setiap Tania asik mengobrol dengan Arman atau Irwan, Raka langsung menengahi di antara mereka.


"Cape banget sih hidup jadi mereka, selalu banyak ketakutan," cibir Tania pada kakak dan juga tunangannya itu.


Anna hanya menanggapi dengan santai apa yang dikatakan Tania, ia faham apa maksud Tania, dan Anna sedang menikmati saja usaha suaminya dalam membatasi gerak geriknya.


"Ini cuma awalnya saja Tania, karena mungkin kami masih pengantin baru," ucap Anna sambil meneguk jus jeruk ditangannya.


"Maksudnya apa?" tanya Tania.


"Enggak ada maksud, hanya saja aku tuh nggak percaya diri aja, takut ngga bisa membuat Rainer bertahan kaya sekarang, takut aja gitu dia menemukan wanita lain, sekarang aku hanya berdoa semoga Kakak kamu enggak berubah, dan kami selalu Saling mencintai terus satu sama lain, itu aja," tutur Anna.


Mendengar penuturan Anna, Tania pun jadi mulai berfikir, apakah Raka akan tetap sama seperti sekarang jika mereka sudah menikah, bisa jadi kan saat sudah menikah Raka akan berubah, yang pasti harapannya sama seperti Anna, mereka akan saling mencintai sampai kapanpun.


"Bu, ada non Karin di depan," ucak Mba Sum asisten rumah tangga keluarga Nalendra sambil berbisik memberi tahu majikannya.


"Karin?" tanya mamah Ros tak menyangka.


"Iya Bu," jawab Mba Sum.


"Saya ke depan sekarang, suruh tunggu dulu," ucap Mamah Ros kemudian mendekat pada Tania.


"Gantiin mamah De, ada tamu didepan," ucap mamah pada Tania.


"Iya," jawab Tania tanpa curiga.


Anna pun ikut beranjak dari duduknya untuk ikut membantu Tania. Kini makanan telah siap disajikan di meja makan dadakan ini, yang dipasang tepat di pinggir kolam, menjadikan suasana malam ditemani gemericik air kolam yang menyenangkan. Tania dan Anna tinggal merapihkannya saja di meja, dan menyiapkan alat makan.


Beberapa menit kemudian, mamah sudah kembali bersama tamu yang sebenarnya tidak diundang itu.

__ADS_1


"Ayo masuk sayang, gabung sama kita," ucap mamah Ros sambil merangkul bahu Karin ikut duduk tepat di pinggir Irwan.


Mamah Ros pun tidak menyangka jika Karin akan berkunjung, pasalnya sudah hampir seminggu Karin tidak ada kabar sama sekali, dan kedatangannya sebenarnya adalah hanya ingin mengantarkan oleh oleh saja karena dia baru pulang berlibur dari Bali.


Mamah Ros memang baik pada semua orang, termasuk pada Karin yang notabene adalah gadis yang menyukai putranya, tapi bukankah jodoh tidak bisa dipaksakan, setidaknya mamah Ros masih menganggapnya sebagai anak tidak masalah bukan.


"Rin, kenalin ini Irwan anaknya temen om Rudi," ucap mamah Ros menunjuk pada Irwan yang duduk tepat disampingnya.


"Oh iya, halo Irwan, aku Karin."


"Ah, halo Karin," sapa Irwan dengan ramah.


Karin pun tak lupa menyapa semua yang lainnya yang ia kenal dengan cara menganggukan kepalanya sambil tersenyum ramah.


"Udah kumpul semua? ayo kita makan udah laper ini," ucap mamah Ros.


"Eh, Rainer mana Tante, ko ngga ada?" tanya Karin karena tidak melihat Rainer.


Mendengar nama suaminya yang disebut, Anna kemudian menoleh pada Karin, ia ingat betul siapa wanita manis didepannya ini, belum lama ini Anna pernah bertemu beberapa kali dengannya, dan salah satu penyebab Anna menampar Rainer sebelum mereka menikah adalah wanita ini.


"Tadi Kaka ke kamar dulu ngambil jaket buat Anna," jawab Tania.


"Kalian sudah saling kenal sayang?" tanya mamah Ros.


"Oh iya, sepertinya pernah ketemu ya, kamu yang bareng sama Rainer di cafe itu kan," tanya Karin merasa aneh kenapa gadis ini bisa ada di rumah Nalendra.


"Sayang kamu blm dikasih tau ya, dia istrinya Rainer, beberapa hari lalu Rainer menikah dengan Anna," jawab mamah sambil mengusap bahu Anna.


"Apa? menikah? kenapa Karin nggak diundang Tante? dan nikahnya sama..." tanya Karin begitu kaget dengan berita ini.


"Jangankan kamu Rin, kita aja ngga ada yang diundang," ucap Raka dan diangguki pula oleh damar dan Arman yang sedang melahap jagung bakar itu.


"Nanti pas resepsi diundang ya, kemarin bener bener ngga ada persiapan sama sekali, jadi yang penting sahnya aja dulu," bela papah Rudi.


Setelah perbincangan yang membuat Karin panas dingin itu, kemudian muncullah objek yang sedang diperbincangkan, dengan perlahan Rainer masuk dan langsung mendekati Anna dan memasangkan jaket dibahu Anna kemudian mengusapnya dan ditutup dengan kecupan singkat dipipi sang istri, sayangnya Anna tak bereaksi apa apa bahkan mengucapkan terima kasih saja tidak.


Sejurus kemudian, Rainer mendapati mahluk baru yang ia kenal, tak menyangka jika Karin akan datang kerumahnya.

__ADS_1


"Hai Rain, apa kabar?" sapa Karin mendekati Rainer kemudian menyambar pipinya untuk dikecup kiri dan kanan.


"Prang..." gelas yang terisi oleh jus jeruk itu berhamburan menghantam batu pijakan di kakinya.


Semua orang menoleh pada Anna yang menjatuhkan gelas minumnya.


"Asragfirulloh, maaf," kemudian Anna bergerak untuk mundur mengambil sapu di sudut ruanga.


"Sudah, biar mba Sum aja yang bersihin," ujar mamah meraih tangan menantunya dengan lembut.


"Sayang, kaki kamu?" ucap Rainer segera berjongkok melihat keadaan kaki istrinya. Sayangnya Anna langsung menepis tangan Rainer kemudian bergerak menjauhinya.


"Tania, tolong," ucap Anna kemudian meraih tangan Tania.


Tania mengerti dengan kode yang diberikan oleh Anna, kemudian ia dengan sigap menghalangi Rainer yang akan mendekati Anna.


"Biar Kaka ipar sama aku, sepetinya dia sedikit pucat," ucap Tania.


Semua orang hanya menonton drama rumah tangga pengantin baru ini sambil menikmati makanan yang ada dihadapannya.


Sungguh lucu sekali playboy kelas kakap di depannya ini, terlihat bucin pada istinya tapi tak bisa menghalau wanita yang ingin bersentuhan dengannya.


"Karin, ayo kita lanjut makan, biarkan Tania membantu Anna, sepertinya Anna memang kurang sehat kelihatannya," ucap papah Rudi.


Mamah Ros dan Tania tau jika Anna sedang datang bulan maka dari itu mamah Ros membiarkan saja Anna berlalu meninggalkan suaminya, karena mamah Ros tau hanya Tania yang bisa membantu Anna, apalagi hormon wanita yang sedang datang bulan itu memang ajaib, dan sayangnya tanpa disadari, Rainer telah memicu kesabaran Anna yang sejak tadi ia tahan.


Dengan gusar Rainer ingin menyusul istrinya tetapi sayangnya mamah Ros melarangnya.


"Duduk Rain, nanti juga balik lagi istri kamu," ucap mamah mengintruksikan.


Kemudian mamah Ros mendekatkan wajahnya pada telinga anaknya dan berbisik.


"Siapin mental Rain," ucap mamah sambil terkekeh.


***


Menyenangkannya punya mertua satu server sama menantu 😂😂😂

__ADS_1


Happy reading 😊😉


__ADS_2