Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 10 Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Di ruang tengah, Arga kembali berkumpul setelah berhasil menenangkan Clara di dapur.


"Kamu dari mana?" 


"Aku cuman pergi ke toilet sebentar Omah," ucapnya kembali duduk disamping Zanna.


Beberapa detik setelah Arga duduk, Clara datang membawa 4 cangkir teh meletakkannya di atas meja. 


Clara ikut duduk bersama mereka, dia duduk di samping Arga. Melihat Clara yang duduk berdekatan dengan cucunya, Nenek Arga memberikan tatapan sinis pada Clara.


“Wanita tua itu kenapa lagi?” Batinnya.


“Rasanya aku pengenku colok mata wanita tua itu.” Batinnya.


“Silahkan minum tehnya.” Ucap Zanna sambil tersenyum.


Arga orang pertama yang mengambil teh dan mencicipi teh buatan Clara, setelah itu semua orang ikut mengambil teh mereka masing-masing.


“Rasa tehnya enak, pas sesuai dengan selera ku.” Ucap Arga tersenyum memuji.


“Masih enakan buatan Zanna, ini terlalu manis.” Ucap Nenek Arga ketus.


“Wanita tua ini tidak bisa berhenti bicara sedikit saja.” Batinnya.


“Atau Nyonya mau aku tambahkan air panas?” Ucap Clara. 


"Tidak perlu!"


"Zanna tolong ambilkan air putih, kalau aku minum teh semanis ini bisa-bisa gula darahku malah naik."


"Iya Omah" ucapnya berdiri pergi ke dapur.


"Wanita tua ini maunya apa sih! Tadi menyuruhku membuat teh, bukannya minum tapi dia malah mencaci maki teh buatanku." Batinnya kesal.


"Arga kapan kalian pergi berbulan madu." Ucap Nenek Arga tiba-tiba.


Arga yang sedang menyeruput teh nya tiba-tiba batuk.


Chuck….


"Mulan madu?" Ucapnya kaget.


Clara juga ikut terkejut dengan perkataan Nenek Arga.


"Iya bulan madu, semenjak menikah kamu belum mengajak Zanna untuk berbulan madukan. Kamu terlalu sibuk dengan urusan perusahaan."


"Omah kan tau sendiri, aku tidak bisa meninggalkan perusahaan terlebih lagi kami sedang ada proyek besar untuk bulan depan."


"Omah tau tapi kamu harus pikirkan juga liburan kalian."


"Iya Omah nanti kalau proyek ini selesai, aku akan mengajak Zanna untuk pergi berbulan madu." 


Tiba-tiba Zanna datang, dia mendengar perkataan Arga yang akan mengajaknya bulan madu.


Zanna tersenyum malu-malu, tapi seketika senyuman itu hilang.


Dia lupa kalau Arga hanya berkata manis depan neneknya setelah itu Arga akan bersikap seperti biasanya lagi.


"Ini Omah." Ucapnya memberikan gelas sambil duduk disampingnya.

__ADS_1


Clara tampak terlihat kesal, dia tidak mau sampai Arga dan Zanna pergi berbulan madu berdua.


"Setelah proyek ini selesai, kalian akan pergi bulan madu, Omah sudah memesan tiket honeymoon di Swiss."


"Omah tidak perlu sampai melakukan itu, aku dan Zanna belum tau mau pergi kemana."


"Yang dikatakan Mas Arga itu benar Omah, kami belum tau mau ke mana."


"Omah sudah memikirkannya kalian itu ikuti saja apa yang dikatakan Omah." Ucapnya tegas.


"Terserah pada Omah."


"Aku mengikut dengan perkataan Mas Arga." Ucapnya tersenyum.


"Dia pasti kesenangan akan pergi berbulan madu dengan Arga." Batinnya.


"Aku tidak akan membiarkan kalian bersama." Sambungnya.


"Bi Asri…"


"Iya Nyonya." 


"Ayo kita pulang."


"Baik Nyonya."


Arga, Zanna dan Niko menemani Nenek Arga sampai di depan.


"Sampai jumpa Omah, hati-hati dijalan." Ucap Zanna melambaikan tangannya.


Mobil Nenek Arga meninggalkan pekarangan rumah. 


"Perempuan tidak tau malu!" Ucapnya menampar wajah Zanna


Plank !!!


Plank !!!


Plank !!!


Arga menarik Clara menahannya untuk tidak menyerang Zanna.


Sedangkan Niko berdiri disamping Zanna.


"Kenapa kamu menamparku, aku salah apa padamu?" Ucapnya bingung sambil memegang pipinya.


"Kamu pasti senangkan akan pergi bulan madu. Jangan harap kamu bisa pergi berduaan dengan Arga!" Ucapnya marah mau menampar Zanna


Niko menahan tangan Clara.


"Lepaskan tanganku!" Teriak Clara.


"Nona tenang dulu." Ucapnya dengan tatapan tegas.


"Aku bilang lepaskan!" Teriak Clara memberontak.


Niko dengan erat memegang pergelangan tangan Clara.


Melihat wajah Clara yang tampak kesakitan, Arga menonjok wajah Niko.

__ADS_1


Buuk!!!


"Kamu tidak dengar dia bilang lepas." Ucapnya marah menghajar Niko.


"Stop Mas!" Teriak Zanna histeris.


Niko tidak melakukan perlawanan, dia membiarkan Arga memukul dirinya tanpa henti sampai dia terjatuh ke tanah dengan wajah yang lebam.


Clara hanya berdiri menonton perkelahian Arga dan Niko.


Zanna berlari menarik tangan Arga.


"Hentikan Mas!"


Arga menepis tangan Zanna.


"Sekali lagi aku melihat kamu menyakiti Clara, aku tidak akan segan-segan membunuhmu." Ucap Arga dengan tatapan yang penuh emosi.


"Mas tenang dulu, jangan emosi." Ucap Zanna memegang tangan Arga.


Arga lagi-lagi menepis tangan Zanna.


"Dan kamu!"


Plank !!!


"Jangan membuat Clara marah, dia sedang mengandung anakku! Aku tidak mau sampai dia stress karena ulahmu." Ucapnya marah.


Melihat Arga menampar Zanna, Clara terlihat sangat bahagia.


Rasanya semua penghinaannya terbalaskan dengan satu tamparan keras yang diterima Zanna.


"Sudah cukup Sayang, lebih baik kita pergi dari sini." Ucap Clara merangkul tangan Arga membawanya pergi dari sana.


Clara dan Arga pergi menaiki mobil meninggalkan rumah dengan kondisi yang marah.


Zanna yang merasa tidak enak pada Niko, langsung membantu Niko bangkit.


Dia menggotong Niko masuk kedalam rumah, membaringkannya di sofa.


"Tunggu, sebentar!" Ucapnya Zanna pergi berlari ke dapur.


"Iya." Ucapnya sambil menarik ujung bibirnya yang sakit karena pukulan keras dia terima, ujung bibirnya bahkan mengeluarkan darah.


Zanna kembali membawa baskom yang berisi air hangat dan kain.


Zanna membantu Niko bangun, menyandarkan tubuh Niko disofa.


"Tahan yah, ini mungkin agak perih" Ucap Zanna menempelkan bulatan kain di ujung bibir Niko.


"Auuh!!!" 


Niko menjerit kesakitan memegang tangan Zanna menghentikan Zanna mengompres luka di bibirnya.


Niko menatap Zanna dengan jarak sangat dekat membuat jantungnya berdebar kencang.


Wajah dan sepasang mata cantik yang dimiliki Zanna membuat Niko tidak bisa mengedipkan matanya menatap kecantikan yang dimiliki Zanna.


Niko dan Zanna kini saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2