
Nenek Arga terkejut mengetahui menantunya sekarang sedang berada dipenjara.
"Apa yang terjadi, kenapa Zanna bisa ada di penjara dan kenapa Arga tidak memberitahuku." Ucapnya marah.
"Arga tidak mungkin memberitahu Nyonya, karena Tuan Arga sendiri yang menjebloskan Nona Zanna ke dalam penjara."
Dia terkejut mendengar perkataan Niko, membuatnya melongo tidak percaya Cucunya sendiri yang memasukkan Zanna ke dalam penjara.
"Apa-apaan dia, kenapa dia menjebloskan istrinya sendiri." Ucapnya kaget sampai membuat jantung merasa sakit.
"Aku hanya bisa memberitahu setengah yang aku tau, selebihnya Nyonya bisa tanyakan langsung pada Tuan Arga."
"Tuan Arga mempunyai istri kedua yang sedang mengandung anaknya dan wanita itu adalah wanita tempo hari bertemu dengan Nyonya besar. Nona Zanna dituduh sengaja membunuh bayi yang ada di kandungan wanita itu dengan mendorongnya dari tangga. Itu sebabnya Tuan Arga menjebloskan Nona Zanna ke penjara."
Nenek Arga terdiam, tidak habis pikir Cucunya telah menikah yang kedua kalinya dan tidak memberitahunya.
Terlebih lagi Arga sudah menghianati Zanna Sebagai istri pertamanya.
"Anak itu beraninya dia menikah tanpa persetujuanku." Ucapnya marah beranjak berdiri dari kursinya.
"Suruh Tuan Seto siapkan mobil, kita akan pergi sekarang juga mengeluarkan Zanna dari penjara." Ucapnya memerintahkan Niko.
"Baik Nyonya besar." Ucapnya beranjak berdiri.
Niko pergi keluar mencari Seto.
Pak Seto adalah supir pribadi Nenek Arga.
Sedangkan Nenek Arga pergi ke kamarnya mengambil Tasnya.
Nenek Arga buru-buru keluar dari kamarnya pergi ke depan, dia sudah tidak sabar mendengar penjelasan Cucu kenapa dia memperlakukan Zanna seperti itu.
Dibalik itu sherlyn ternyata mendengar semua pembicaraan Niko dan Neneknya dari balik tembok sisi ruang tamu.
"Aku harus memberitahu Ibu." Ucapnya bersandar di tembok bersembunyi dari Neneknya.
Sherlyn berlari naik ke kamarnya, ingin menelpon ibunya yang sedang berada diluar.
Di sebuah Mall
Ibu Arga tampak sedang memilih-milih pakaian bersama satu pelayan yang memegang semua pakaian yang dipilihnya.
Tiba-tiba hpnya berdering..
Kring…
Kring…
Kring…
Ibu Arga memberikan baju yang dia pegang ke pelayan wanita itu.
Dia mengaut isi tasnya mengeluarkan hpnya.
"Hallo, ada apa kamu menelepon Ibu?"
"Sebaiknya ibu cepat pulang deh, ibu pastikan terkejut mendengarnya." Ucap Sherly duduk melipat kedua kakinya di atas tempat tidur.
"Memangnya ada apa? Kenapa suaramu dengar bahagia sekali."
"Aku yakin ibu juga akan senang mendengar berita ini."
"Berita apa yang kamu maksudku, jangan bertele-tele. Cepat berita Ibu."
"Kak Arga menjebloskan istrinya ke penjara."
__ADS_1
"Apa? Kenapa bisa seperti itu." Ucapnya kaget, menjauh dari pelayan wanita itu.
"Kak Arga ternyata punya istri kedua, dan istrinya itu sedang mengandung. Wanita itu telah melenyapkan bayi yang dikandung istri kedua Kak Arga."
"Dari mana kamu tau berita ini?"
"Tadi Niko datang ke sini bertemu dengan Omah, aku mendengar percakapan mereka. Saat ini Omah sedang pergi bersama Niko ke rumah Kak Arga."
"Aku juga harus ke sana." Batinnya.
Ibu Arga mematikan telepon putrinya itu, berbalik pergi ke pelayan wanita itu.
"Mbak aku nggak jadi beli." Ucapnya pergi meninggalkan tokoh.
"Uhhh, Ibu itu sudah membuang-buang tenagaku saja." Ucapnya kesal.
Pelayan itu mau tidak mau harus mengembalikan pakaian yang diambil Ibu Arga ke tempat semula.
Di sisi lain Nenek Arga dan Niko sedang diperjalanan menuju ke rumah Arga.
Nenek Arga benar-benar kecewa pada cucunya itu.
Dari pertama dia melihat Clara, dia sudah curiga. Ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka.
Ternyata dugaannya itu benar.
Tidak butuh waktu yang lama mobil Nenek Arga sampai di rumah Arga.
Nenek Arga dan Niko turun dari mobil bersamaan.
Nenek Arga yang baru melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sudah berteriak mencari Arga.
"Arga keluar kamu!" Teriaknya berjalan masuk kedalam.
"Arga ke mana kamu." Teriaknya marah.
Tiba-tiba Clara muncul dari atas melihat Nenek Arga.
Nenek Arga dan Clara saling menatap satu sama lain dengan sorot mata yang tajam.
Clara perlahan-lahan turun dari tangga, ingin menyambut kedatangan Nenek Arga.
"Nyonya besar disini?" Ucapnya menghampiri Nenek Arga dengan senyuman palsu di wajahnya.
Plank!!!
Plank!!!
Plank!!!
"Dasar wanita tidak tau malu!"
"Kenapa Nyonya menamparku." Ucapnya kaget memegang pipinya.
"Apa kau tidak tau malu sudah merusak hubungan cucuku dengan Zanna. Apa tidak ada laki-laki lain di dunia ini selain cucuku yang kamu nikahi." Ucapnya marah.
"Wanita pelakor sepertimu tidak pantas bersanding dengan cucuku!"
Clara yang tidak terima disebut sebagai pelakor membalas perkataan Nenek Arga.
"Aku bukan pelakor, yang pelakor itu adalah Zanna. Jauh sebelum dia menikah dengan Arga, Kami sudah berpacaran dan akan berencana menikah, tapi Zanna merusak segalanya!"
"Aku tidak pernah merusak hubungan siapapun! Wanita itu lah yang merusak hubunganku dengan Arga."
"Zanna yang harusnya disebut sebagai wanita pelakor!" Ucapnya marah menatap Nenek Arga dengan tajam.
__ADS_1
Plank!!!
Plank!!!
Plank!!!
Clara mendapat tamparan keras di pipinya.
Arga tiba-tiba muncul dari arah dapur, dia tadinya sedang membuat kopi di dapur keluar mendengar suara Neneknya yang berteriak-teriak mencarinya.
"Ada apa ini, kenapa Omah menampar Clara?" Ucapnya menghampiri Clara dan Neneknya.
Plank!!!
Arga juga ikut mendapatkan tamparan keras dari Neneknya.
"Aku tidak mau tau, kamu harus membawa pulang Zanna sekarang juga!" Ucapnya marah melototi Arga dan Clara.
"Tidak bisa, wanita itu sudah membunuh calon bayiku." Ucap Clara marah.
"Itu benar Omah, aku tidak bisa melepaskannya."
"Zanna sudah membunuh calon cucumu. Kenapa Omah masih membelanya!" Sambungnya.
"Apa kau yakin Zanna melakukan itu?"
"Tanyakan pada hatimu apa Zanna akan melakukan hal seperti itu, atau istri keduamu lah yang berbohong!"
"Aku tidak berbohong!" Ucap Clara percaya diri dengan bohongannya.
"Aku percaya padanya." Ucapnya merangkul bahu Clara.
"Baiklah kalau begitu, aku mau lihat apa wanita ini berkata jujur atau malah sebaliknya." Ucapnya dengan tatapan tajam menantang Clara.
"Apa yang Omah mau lakukan?" Ucap Arga bingung.
"Tunggu saja, sebentar lagi Niko akan kesini membawa rekaman Cctv pagi ini."
Mendengar itu wajah Clara tampak gelisah, dia tidak tau ternyata di rumah ini ada Cctvnya.
Arga baru ingat dia belum mengecek Cctv lantaran dia terlalu sibuk menemani Clara yang masih bersedih kehilangan calon bayi mereka.
"Apa kamu sudah mengecek Cctv Arga?" Ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Belum Omah, walaupun kita mengecek Cctv aku yakin Clara tidak berbohong." Ucapnya dengan penuh keyakinan Clara tidak akan berbohong padanya.
"Bagaimana ini, kebohonganku akan terbongkar." Batinnya gelisa, tapi masih bisa tersenyum palsu depan semua orang.
Sebelum sampai di rumah Arga, Niko ditugaskan oleh Nenek Arga untuk mengecek Cctv sesampai mereka datang.
Niko kembali menghampiri mereka bertiga sambil membawa iPad berwarna silver di tangannya.
Niko menunjukkan rekaman Cctv pukul 09:45 menunjukkan dimana Zanna yang keluar dari Kamar Arga yang tidak jauh dari tangga, posisi Cctv berada di sebelah tangga.
Saat itu juga Clara keluar mengikuti Zanna dan pada saat Zanna akan turun tangga, terlihat di rekaman Cctv itu Clara ingin mendorong Zanna.
Tapi karena Clara tidak melihat di depannya, Dia tergelincir dan terjatuh dari arah samping Zanna.
Dengan rekaman ini sudah jelas kalau Clara ternyata berbohong, Zanna lah yang berkata jujur.
Clara yang malu dengan terbongkar perbuatannya menundukkan kepala tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Sedangkan Arga tercengang melihat rekaman itu, orang yang dia percaya ternyata sudah membohonginya.
Bersambung….
__ADS_1