Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 39 Batal Dekat


__ADS_3

Di perjalanan ke perusahaan, Arga tiba-tiba berbalik arah berlawan dari perjalan ke perusahaannya.


Dia pergi ke jalan yang seharusnya jalan yang menuju pulang ke rumahnya.


Arga pergi ke rumah untuk mengambil beberapa berkas penting yang teringgal disana dan dia ingin mengganti pakaianya dulu.


Arga tadinya mau mengganti pakaiannya di mobil, tapi ternyata di mobilnya tidak ada baju ganti yang biasanya selalu disediakan di kursi belakang.


Pak Darto yang duduk di pos sembari minum kopi bersama Niko.


Mereka terlihat sedang mengobrol bersama sampai tertawa kecil.


Tiba-tiba ada suara klakson mobil, 


Beep....


Beep....


Beep....


Pak Darto langsung keluar dari pos berlari ke pagar membuka pintu.


Mobil Arga masuk ke halaman rumah.


Niko berdiri didepan pos melihat Arga turun dari mobil.


"Tuan Arga akhirnya pulang juga." 


Niko senang melihat Arga pulang setelah pertengkaran kemarin malam.


Dia cuman kasihan pada Zanna yang selalu dikesampingkan oleh Arga.


Arga selalu mengutamkan Clara dari pada Zanna didalam hal apapun itu.


Arga langsung masuk ke dalam rumah dengan terburu-buru pergi ke ruangan kerja pribadinya.


Saat dia membuka pintu ruangannya, ia menghentikan langkahnya didepan pintu.


Karena ada Zanna yang sedang membersihkan mejanya.


Zanna mengangkat kepalanya melihat ke arah pintu.


"Mas Arga sudah pulang."


Wajah Zanna tampak senang melihat suaminya pulang ke rumah. Dia langsung menghampiri Arga meraih tangan suaminya dan mencium tangannya.


Arga yang biasanya menepis tangan Zanna kali ini dia tidak melakukan itu, dia membiarkan Zanna melakukannya.


"Aku sudah menyiapkan sarapan, apa Mas Arga mau makan dulu?" 


"Lain kali saja, aku ada urusan penting di perusahaan."


Arga langsung masuk ke dalam mengambil dua berkas yang ada di atas mejanya.


Arga keluar melewati Zanna pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaianya.


Zanna mengikuti Arga pergi ke kamar.


Saat Arga masuk ke kamarnya dia melihat pakaian yang biasanya dikenakannya ke perusahaan sudah rapi disetrika Zanna.


Pakaian-pakaian itu ada diatas tempat tidur.

__ADS_1


Zanna melangkah maju berdiri disamping Arga.


"Maaf Mas Arga, aku tidak lupa masukin bajunya ke lemari."


"Tidak apa-apa." Ucapnya menoleh ke samping.


Arga masuk mengambil salah satu set pakaiannya yang ada diatas tempat tidur.


Dia mengambil pakaian yang berwarna coklat muda dengan kemeja putih.


Arga menatap Zanna yang terus-terusan berdiri didepan pintu melihat Arga dengan senyuman di wajahnya. 


Zanna yang merasa risih diperhatikan Arga, langsung bertanya.


"Ada apa Mas Arga?" Ucapnya bingung.


"Kenapa kamu masih berdiri disitu?"


"Tidak aku cuman jaga-jaga jangan sampai Mas Arga masih membutuhkan sesuatu, jadi aku masih menunggu disini."


"Aku sudah tidak membutuhkan apapun, kamu boleh pergi, atau kamu mau melihatku mengganti pakaian?" Ucapnya mengerutkan dahinya dengan satu alinya yang naik ke atas.


"Tidak-tidak, aku akan pergi sekarang juga." Ucapnya panik, menarik gagang pintu menutup pintu kamar.


Zanna langsung turun ke bawah.


"Dasar wanita polos." Ucapnya menarik senyuman kecil di wajahnya sambil menggelengkan kepalanya sesekali.


Disisi lain Zanna ke dapur menyiapkan bekal makan siang untuk Arga bawa ke perusahaan.


Walaupun dia tau Arga selalu menolak, Zanna tidak berhenti mencobanya.


Bi Asri muncul membawa botol air minum yang diminta Zanna.


"Ini Nona." Ucapnya meletakkan botolnya di atas meja.


"Terima kasih bi." 


"Sama-sama Nona." 


"Nona rajin sekali, Tuan Arga beruntung mendapatkan wanita seperti Nona." 


"Kita sama-sama beruntung memiliki satu sama lain." Ucapnya tersenyum menutup kotak bekalnya.


"Di dalam pernikahan, tidak ada yang namanya beruntung. Suami istri itu melengkapi satu sama lain."


"Iya dikatakan Nona ada benar juga."


"Iya memang seharusnya seperti itu." Ucapnya mengambil kotak bekal dan botol air minum.


Zanna pergi menunggu Arga turun, dia berdiri di samping tangga.


Dari atas Arga berjalan menuruni tangga sambil melihat Zanna yang tampak sangat ceriah.


"Wanita ini masih bisa seceria itu setelah semua penderitaan yang dialami." Batinnya.


"Ada apa kamu berdiri disitu seperti patung pajangan saja." Ucapnya menuruni anak tangga terakhir berhenti di depan Zanna.


"Mas pasti belum sarapan, jadi aku membuatkan Mas bekal siang. Mas mau kan membawanya." Ucapnya tersenyum memberikan kotak bekal dan botol air minum.


Arga tampak diam melihat Zanna.

__ADS_1


Zanna merasa Arga menolak pemberiannya wajahnya tiba-tiba sedih, perlahan-lahan menarik tangannya mundur.


Tapi tiba-tiba Arga mengambil kotak bekal dan botol air minum dari tangannya.


Wajahnya langsung terkejut, dia pikir harga akan menolak pemberian nya tapi ternyata dia malah mengambilnya.


Arga langsung pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa.


"Mas Tunggu." Ucapnya mengejar Arga ke sudah keluar dari pintu.


Arga menghentikan langkahnya tepat di depan teras.


"Ada apa lagi? Aku sudah terlambat ke perusahaan."


"Aku mau minta izin, sebentar sore aku ingin pergi ke rumah ibuku."


"Pergi saja, kamu tidak perlu minta izin." Ucapnya berbalik pergi.


"Terima kasih mas, hati-hati dijalan."


Tiba-tiba Arga keluar dari mobil lagi. berjalan kembali ke Zanna.


"Ada apa? Mas Arga lupa sesuatu." Ucapnya bingung melihat Arga menghampirinya.


"Tadi kamu bilang mau pergi ke rumah ibumu kan?"


"Iya Mas, memangnya ada apa ?" Ucapnya bingung.


"Siapa yang akan mengantarmu ke sana."


"Niko Mas, memangnya apa ?"


"Tunggu aku pulang, aku yang akan mengantarmu." Ucapnya dengan nada suara serius.


"Mas Arga memangnya tidak sibuk di perusahaan hari ini? tadi Mas bilang ada urusan penting di perusahaan."


"Tidak perlu banyak tanya, kamu ikuti saja perkataanku." Ucapnya dengan nada suara yang tinggi.


"Kalau Mas Arga memang lagi sibuk, nggak apa-apa mas enggak antar. Nanti aku bisa pergi dengan Niko, mas selesaikan saja urusan di perusahaan dulu." Sambungnya dengan seyuman manis di wajahnya.


"Tidak, aku yang akan mengatarmu. Kamu saja aku pulang. Kamu tidak usah bawel kalau aku suruh." Ucapnya dengan nada suara yang marah.


"Baiklah Mas," ucapnya tersenyum.


"Tunggu aku pulang, mengerti!" Ucapnya pergi kembali kedalam mobil


"Iya Mas aku akan menunggumu pulang."


Mobil Arga keluar dari pekarangan rumah.


"Ada apa dengan Mas Arga? Kok dia tiba-tiba jadi aneh. Tapi tidak apa-apalah aku jadi senang karena Mas Arga yang akan mengantarku ke rumah Ibu." Ucapnya tersenyum bahagia masuk ke dalam rumah.


Arga punya alasan tersendiri kenapa dia tiba-tiba ingin mengantar Zanna, karena saat dia tidak mengantar Zanna maka otomatosis Niko yang akan mengatar Zanna.


Dia tidak mau memberikan kesempatan pada Niko bisa mendekati Zanna.


Arga tidak tau kenapa dia mulai tidak menyukai Niko yang terlalu dekat dengan istri pertamanya itu.


Itu sebabnya dia menyuruh Zanna untuk menunggunya pulang, agar dia yang akan mengantarnya pergi.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2