Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 44 Makan Malam Bersama


__ADS_3

Di rumah Arga.


Waktu menunjukkan pukul 08:25 malam, Tion dan Neneknya duduk di ruang tengah menunggu Arga pulang.


Tio yang sudah menunggu berjam-jam, beranjak berdiri dari sofa mengeluh Arga yang tidak 


pulang-pulang.


"Kenapa Kak ipar belum pulang juga, aku sudah berlumut menunggunya." Ucapnya kesal.


"Sabar, mungkin mereka makan malam disana. Itu sebabnya mereka lama."


"Apa kamu mau pulang saja, nanti besok kita datang lagi." 


"Tidak Omah, besok aku punya agenda yang tidak bisa diganggu." 


Tio berencana besok mau pergi ke rumah Zanna, menemui pujaan hatinya itu.


"Kalau begitu jangan banyak mengeluh, kamu duduk saja."


"Tidak bisa Omah, patatku bisa tepos kalau duduk terus disitu." Ucapnya pergi.


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau tidur dulu, nanti kalau mereka pulang. Suruh saja bi Asri membangunkannku." Ucapnya berjalan pergi menaiki tangga.


Tio yang kelelahan belum istirahat sejak datang, pergi mencari kamar kosong di lantai dua.


Tio melewati kamar Arga, pergi ke kamar sebelah yang jaraknya tidak jauh dari kamar Arga.


Tio membuka pintu kamar itu.


Dia berdiri di depan pintu melihat kamar yang dia masuk ternyata adalah kamar Zanna.


Kamar itu tampak biasa, tapi punya sesuatu yang menarik sampai membuat Tio tertarik masuk kedalam kamar itu.


"Kamar ini seperti ada yang menempatinya." Ucapnya melihat barang-barang yang tertata rapi.


Tio terkejut melihat ada meja rias dengan barang-barang wanita diatas meja itu.


"Ini kamar wanita!"


"Ini tidak mungkin kamar bi Astri, atau jangan-jangan Ini kamar kakak ipar."


 "Tapi kalau memang ini kamar kakak ipar, kemana dia harus tinggal disini. Pasti dia tinggal di kamar Arga." 


"Atau mungkin Arga dan sama kakak ipar masih Canggung maka dari itu mereka tidur terpisah. Mereka kan menikah juga karena dijodohkan."


"Ya sudahlah aku tidak peduli mereka mau tidur berpisah. Itu bukan urusanku." Ucapnya membantingkan tubuhnya ke tempat tidur.


"Mendingan aku tidur."


Kasur yang empuk dengan kain sprei yang lembut membuat Tio yang baru saja berbaring disana langsung tertidur lelap dikasur Zanna.


Saat Tio menggosok wajahnya di batal, dia tersenyum manis seperti merasakan kelembutan seorang wanita.


Tio merasa begitu nyaman sampai dia tertidur dengan nyenyak menempelkan seluruh tubuhnya di kasur.


Tio tidur dengan posisi yang terlentang.


Di sisi lain.


Di rumah Ibu Zanna.


Zanna yang sudah selesai memasak meletakan semua makan mereka di meja makan kecil mereka dengan menu makan yang sederhana.


Ini adalah menu makan sehari-hari yang selalu mereka masak tiap hari.


Tapi karena hari ini ada Arga, Ibu Zanna menambah memasak menu lain yaitu tempe orek, sayur tumis buncis wortel dan telur balado.


Mereka memasak sesuai bahan-bahan yang ada di kulkas.

__ADS_1


Setelah semua siap, Zanna pergi memanggil Arga untuk makan malam.


Saat dia pergi ke ruang tamu, dia melihat Arga yang sudah tertidur di sofa karena kelamaan menunggu.


Zanna berjalan mendekat ke arah Arga, dia duduk di samping Arga.


"Mas Arga bangun." Ucapnya dengan lembut membangun suaminya sambil mengusap rambut Arga.


Arga perlahan membuka kedua kelopak matanya yang masih terasa berat dengan penglihatan yang samar-samar melihat Zanna yang tersenyum.


"Ayo bangun mas, Ibu sudah menunggu kita di meja makan."


"Iyaa…"


Arga beranjak berdiri dari sofa dibantu dengan Zanna.


Mereka pergi ke meja makan.


"Ayo duduk Nak, maaf ibu masak yang seadanya saja."


"Tidak apa-apa ini sudah cukup." Ucapnya menarik kursi duduk.


Zanna menarik kursi di samping Arga, mereka duduk berdampingan.


"Mas mau makan apa?" Ucap Zanna sambil menyendokkan nasi ke piring Arga.


"Terserah, apa saja." 


Zanna menyendokkan lauk, tempe orek, sayur tumis buncis wortel dan ikan asin plus dengan sambelnya.


Arga masih mengantuk, mengatur perasaan yang masih setengah sadar.


"Mas masih ngantuk yah, kalau begitu biar aku suap saja." Ucap Zanna mengambil sendok menyuapkan.


Arga yang masih mengantuk, menganggukkan perkataan Zanna.


Zanna terlihat bahagia bisa dekat ini dengan Arga.


Tanpa dia sadari Arga memulai membuka hati agar Zanna bisa mengisi hatinya.


Ibu Zanna yang melihat kemesraan putri dan menantu ikut senyum-senyum malu.


Dia tidak menegur mereka, dia malah sibuk menghabiskan makanannya.


Karena rasanya enak Arga tidak sadar kalau dia sudah menghabiskan makannya dalam waktu 5 menit saja.


"Mas masih mau tambah?" 


"Sudah habis?" Ucapnya melihat piringnya yang bersih.


"Sudah, apa mas mau aku ambilkan lagi."


"Tidak, perutku sudah kenyang. Kalau aku tambah perutku bisa-bisa meletus."


"Kalau begitu mas minum dulu. Nanti keselek" Ucapnya memberikan gelas air minum.


Arga mengambil gelas itu, menghabiskan setengah gelas air.


Tiba-tiba….


Kring…..


Kring….


Kring….


Suara ponsel baru Arga berdering.


Arga mengeluarkan ponselnya dari kantong jasnya.


Di layar ponselnya muncul nama panggil sayang, itu adalah nomor Clara.

__ADS_1


Sontak Arga berdiri dari kursinya meninggalkan meja makan.


"Siapa ?" Ucap Ibu Zanna.


"Sepertinya orang perusahaan bu." Ucapnya ngeles menutupi masalah rumah tangganya dari ibunya.


"Ibu makan saja dulu, aku mau susul Mas Arga." Ucapnya menarik kursinya, pergi menyusul Arga ke depan.


Di halaman depan Arga mengangkat telepon Clara.


"Hallo sayang, ada apa?"


Arga mengangkat telepon Clara dengan nada suara yang lembut.


"Kamu dimana sayang? Kapan pulang." Ucap Clara yang duduk di sofa memakai baju tidur yang dibelinya di mall tadi siang.


Di depan sofa ada tiga botol bir dengan dua gelas kaca, yang dipersiapkan Clara untuk menyambut kedatangan Arga.


"Aku masih ada urusan diluar, sebentar lagi aku pulang."


"Kamu lagi tidak bersama istri pertamamu kan?" 


"Tidak, aku masih ada urusan perusahaan diluar. Aku akan segera pulang sayang."


"Aku menunggumu sayang, jangan membuatku menunggu." 


"Iya, aku segera pulang. Dah sayang, Muach…" Ucapnya mematikan telepon Clara.


Arga berbalik ke belakang.


Tiba-tiba di kaget melihat Zanna sudah ada dibelakang.


"Kamu!"


"Ngapain kamu di belakangku." Ucapnya dengan nada yang agak tinggi."


"Mas mau pulang ?" Tanya balik.


"Iya kita harus pulang sekarang, katakan pada Ibumu kita harus pulang karena aku ada rapat mendadak."


"Baik Mas,"


"Cepat, aku tunggu kamu di mobil."


"Iya Mas." 


Arga pergi ke mobil sedangkan Zanna masuk ke dalam pergi menemui Ibunya untuk meminta izin pulang.


"Ibu," Ucapnya berdiri didepan meja makan.


"Ada apa nak?" 


"Ibu aku mau pamit pulang, nanti aku kesini lagi."


"Kok kalian cepat pulang, Ibu pikir kalian akan bermalam disini." 


"Tidak bu, Mas Arga ada pekerjaan sekarang. Jadi kita pulang sekarang."


"Pekerjaan? Pekerjaan apa sampai malam begini."


"Mas Arga Direktur Utama, jadi pekerjaannya bukan di pagi hari." 


"Sudahlah, Ibu tidak bisa menahan kalian lagi."


Zanna menghampiri Ibunya, mencium tangannya.


"Ibu aku pamit."


"Iya Nak hati-hati di jalan."


"Iya bu."

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2