
Clara yang tertidur pulas tiba-tiba terbangun, karena mencari Arga yang tidak ada disampingnya.
"Arga pergi ke mana?" Ucapnya beranjak duduk ditempat tidur, menengok samping kanan dan kirinya.
"Sayang kamu dimana."
Clara beranjak berdiri dari tempat tidur mencari Arga ke kamar mandi
"Sayang, kamu ada di dalam." Ucapnya membuka pintu kamar mandi.
Tapi dia tidak menemukan Arga di dalam sana.
"Arga pergi kemana sih." Ucapnya bingung.
Dia sudah mencari keseluruh sudut ruangan kamar itu, tapi tidak menemukan suaminya.
"Atau Jangan-jangan." Ucapnya dengan raut wajah panik.
Clara buru-buru membuka pintu kamarnya berlari menuruni tangga pergi ke lantai bawah.
Clara berdiri depan pintu kamar tamu.
"Arga tidak mungkin ada di kamar wanita itu." Ucapnya membuka pintu dengan perlahan.
Clara tercengang melihat Arga yang tertidur sambil memeluk Zanna yang tidur dibawah dada Arga.
---Sebelum Arga tidur bersama Zanna---
Terlihat Arga yang berbaring ditempat tidur, gelisah memikirkan perkataan Lendra untuk tidak meninggalkan Zanna sendirian.
Perkataan itu selalu terngiang-ngiang kepalanya sampai mengganggu tidurnya.
Karena perkataan Lendra itu dia tisak bisa tidur dengan tenang.
Arga menoleh ke samping melihat Clara yang sudah tertidur pulas memutuskan turun ke bawah melihat keadaan Zanna.
Saat dia masuk kedalam kamar, Zanna tampak tertidur tenang dengan selimut menyelimuti tubuhnya.
Ternyata khawatirannya yang dia pikirkan tidak terjadi.
Arga pun berbalik arah pergi meninggalkan kamar tamu.
Tiba-tiba….
Zanna berteriak-teriak histeris membuat Arga kaget.
"Lepaskan aku, tolong lepaskan. Aku mohon …" Teriaknya gelisah.
__ADS_1
"Mas Arga tolong aku…"
Arga berbalik kembali masuk ke dalam kamar duduk di tempat tidur.
"Lepaskan aku!" Ucapnya menangis dalam tidurnya.
Zanna memimpikan kembali kejadian buruk yang baru saja dialaminya.
Kejadian yang dia mimpikan rasanya seperti nyata, sentuhan tangan pria itu masih rasa dikulitnya.
Arga mencoba menenangkan Zanna dengan membangungkannya, tapi cara itu tidak berhasil.
Karena panik Arga pun langsung menelpon Lendra untuk menanyakan apa yang harus dia lakukan.
Kring…
Kring…
Kring…
Lendra yang tertidur dengan tubuh terbalik terlentang tidak memakai baju dan diselimuti dengan selimut berwarna putih.
Ponsel Lendra berdering keras membuatnya terbangun meraih ponselnya yang ada diatas meja dan menempelkan ponsel itu di telinga.
"Hallo, ada apa?" Ucapnya dengan suara yang serak-serak basah.
"Wanita ini berteriak-teriak histeris dalam tidurnya, aku sudah berusaha membangungkannya tapi wanita ini tidak bangun juga." Ucapnya panik melihat Zanna yang terus berteriak.
Lendra kembali melanjutkan tidur yang terganggu sambil menutup kepalanya dengan batal.
Di sisi lain Arga kebingungan bagaimana bisa dia memeluk wanita yang dia tidak cintai.
Tapi melihat Zanna yang terus-terusan berteriak minta tolong, Arga pun tak tega melihatnya sebab kejadian itu juga terjadi karena dirinya seandainya dia tidak meninggalkan Zanna dan mengangkat teleponnya maka peristiwa itu tidak akan terjadi.
Arga masuk di dalam selimut memeluk Zanna, menempelkan tubuh Zanna dibawa dadanya.
"Jangan takut, aku ada disini. Mereka tidak akan berani menyentuhmu." Ucap Arga memeluk erat tubuh Zanna.
Zanna mulai tenang dibawah pelukan Arga, suara teriakannya mulai terhenti. Tapi air matanya terus menetes keluar.
Arga terus memeluk Zanna sampai dia tidak sadar kalau dia sudah tertidur nyenyak.
...---------------- ...
...Sudah Kejadian ...
Clara yang sudah naik pitam masuk menarik Arga dengan raut wajah marah.
__ADS_1
"Arga bangun!" Ucapnya sambil menarik-narik baju Arga.
"Wanita ini benar-benar kurang aja berani dia memeluk Arga. " Ucap Zanna melepaskan tangan Zanna dari pinggang Arga.
"Arga bangun!" Teriak Clara emosi.
Arga bangun dengan mata masih setengah tertutul menoleh ke arah Clara.
"Ada apa sayang?" Ucapnya bingung.
Clara langsung menarik tangan Arga sampai Arga beranjak berdiri dari tempat tidur dengan sempoyongan.
"Kamu keterlaluan Arga, kenapa kamu tidur dengan wanita itu!" Ucapnya marah melototi Arga.
Arga menarik tangan Clara keluar dari kamar.
"Lepaskan aku!" Ucapnya marah.
"Dengar aku dulu, dia lagi sakit dan Lendra memintaku terus ada disampingnya." Ucapnya mencoba meminta pengertian Clara.
"Kenapa harus peluk-pelukan segala, kamu cari kesempatan dalam kesempitan!"
"Aku tidak memeluknya, mungkin wanita itu reflek memelukku saat aku tidur disampingnya."
Arga berkata seperti agar Clara tidak terlalu marah, kalau dia tau Arga yang memeluk Zanna duluan, pasti masalah ini akan semakin rumit.
"Kenapa juga kamu harus tidur di samping wanita itu." Ucapnya marah.
"Lalu aku harus tidur dimana? kamu maunya aku tidur dilantai."
"Kamukan bisa tidur sofa ruang tengah, kenapa harus didalam kamar. Ouh atau jangan-jangan kamu sengajakan tidur disamping wanita itu biar kamu bisa dipeluk-peluk sama dia."
"Ngaku kamu." Teriaknya.
"Sayang ini sudah malam jangan membuat aku marah dengan omong kosongmu itu."
"Kamu nggak usah mengalihkan pembicaraan."
"Ini tengah malam Clara, aku sudah cape seharian mendengar omelanmu. Terserah padamu kalau kamu tidak mau percaya." Ucap Arga pergi kembali ke kamar Zanna.
Arga yang cape terus-terusan mendengar omelan Clara yang tidak selesai-selesai, pergi begitu saja meninggalkan Clara.
Dia memilih tidur di kamar tamu bersama Zanna dari pada naik ke kamar mereka berdua.
"Kamu keterlaluan Arga." Ucapnya berlari naik kembali ke kamarnya.
Clara masuk di dalam kamar dengan kondisi mata yang penuh air mata setelah melihat suaminya tidur dengan istri pertamanya.
__ADS_1
"Aku akan membalasmu wanita sialan!"
Bersambung....