Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 45 Mobil Mogok


__ADS_3

Zanna keluar dari rumahnya pergi ke mobil Arga. Dia membuka pintu mobil, duduk di kursi depan.


"Kenapa kamu lama?" Ucapnya dengan nada tinggi.


"Aku harus bicara dulu dengan ibuku Mas."


"Sudah aku tidak mau mendengar penjelasanmu."


Arga menyalakan mobilnya, menginjak pedal gas meninggalkan rumah Zanna.


Di tengah perjalanan Zanna tiba-tiba bertanya pada Arga.


"Mas Arga."


"Ada apa?" Ucapnya fokus melihat ke depan.


"Apa Mas Arga akan pulang ke rumah?"


"Tidak, aku akan pulang ke apartemen Clara." Ucapnya dengan santai.


"Ouh begitu yah, aku titip salam buat Mbak Clara." Ucapnya sedih membalik tubuhnya ke samping jendela melihat keluar.


Arga tidak memikirkan perkataan itu ternyata menyakiti perasaan Zanna.


"Kapan kamu bisa melihatku Mas." Ucapnya meneteskan air matanya.


Zanna langsung menghapus air matanya cepat-cepat sebelum Arga melihatnya.


Zanna yang tidak mau memikirkannya, memilih untuk tidur menghilangkan semua beban pikirannya sementara waktu.


Dan Arga tetap fokus menyetir.


Sedangkan di Apartemen, Clara terlihat kesenangan mendengar Arga akan pulang sebentar lagi.


Dia duduk di sofa sambil mengangkat dua kakinya yang panjang diatas meja sambil memegang gelas berisikan setengah bir, menonton Film 365 Day.


Sambil menunggu kedatangan Arga, Clara menghabiskan waktunya menonton film-film kesukaannya ditemani dengan bir kesukaan nya.


…..


Waktu menunjukan Pukul 10:00 malam, Nenek Arga yang menunggu di ruang tamu memanggil bi Asri.


"Bi Asri ….."


Bi asri yang sedang membereskan dapur, langsung meninggalkan pekerjaanya pergi ke menemui Nenek Arga.


"Iya Nyonya."


Bi Asri berjalan dengan cepat keluar dari dapur


"Iya Nyonya, ada apa?" Ucapnya berdiri di depan meja yang berhadapan dengan nenek Arga.


"Panggilkan Tio."


"Dimana Tuan Tio Nyonya?"


"Dia ada atas, katanya dia mau istirahat tadi."


"Kalau dia tidur bagaimana Nyonya?"


"Bangunkan saja, katakan kita akan pulang."


"Baik Nyonya."


Bi Asri pun pergi menaiki anak tangga menuju ke lantai dua.


Karena Bi Asri tidak tau kamar mana yang ditempati Tio, dia mengecek satu-satu kamar yang ada di lantai dua.


Mulai dari kamar yang berada di sebelah kanannya, dia periksa satu-persatu.


Setelah memeriksa 3 kamar, dia tidak melihat Tio dimana pun.


Dia pergi ke kamar sebelah kamar Arga, dimana kamar itu adalah kamar Zanna.


Di membuka pintu 

__ADS_1


Sret!!!


"Itu dia Tuan Muda." Ucapnya melangkahkan masuk kedalam.


"Tuan… Tuan… Tuan…" Ucapnya sambil menggoyang-goyangkan pundak Tio.


Tio perlahan-lahan bangun dengan mata yang masih tertutup.


"Ada apa bi?" Ucapnya, perlahan membuka matanya.


"Nyonya memanggil Tuan, katanya dia mau pulang."


"Apa kak Arga sudah pulang?"


"Belum Tuan."


"Seharusnya tadi aku menelpon Kak Arga dulu sebelum kesini." 


Tio sebenarnya mau menelepon kakaknya tapi dia ingin memberikan kejutan.


Dia beranjak bangun dari tempat tidur, turun kebawah menemui Neneknya.


Dengan wajah masih mengantuk Arga pergi ke ruang tengah.


"Omah sudah mau pulang?"


Neneknya beranjak berdiri dari sofa.


"Iya, nanti kita bisa ketemu lagi dengan mereka di waktu lain."


"Omah mau pulang istirahat." 


"Baiklah, aku mengikut saja dengan Omah."


Neneknya dan Tio memutuskan untuk pulang lebih dulu, nanti mereka akan akan datang lagi jika ada kesempatan.


Disisi lain.


Di tengah perjalanan pulang mobil Arga tiba-tiba mati ditengah jalan.


Arga mencoba menyalakan kembali mobilnya, tapi mobilnya tidak mau menyala.


Dia keluar dari mobilnya, pergi depan mobil melihat ada apa dengan mesin mobilnya. Sedangkan Zanna yang masih tertidur didalam mobil tidak tau kalau mobil mereka mogok.


Arga yang tidak mengerti dengan mesin mobil menutup kembali.


"Sial, apa yang harus aku lakukan." Ucapnya kesal berbalik.


Dia menunggu mobil yang lewat untuk meminta pertolongan, tapi tidak ada mobil yang lewat karena jalan yang mereka lewati bukan jalan umum.


Jadi tidak banyak kendaraan yang lewat di sana.


Arga mengeluarkan Hp dari kantong jasnya, mau  menghubungi Niko.


Dia langsung menelpon Niko, tapi-tiba teleponnya mati.


Ternyata baterai hp Arga habis.


"Sial!" Ucapnya, menendang mobilnya.


Di dalam mobil Zanna yang merasa ada getaran dari mobil akibat tendangan Arga, dia terbagun dari tidurnya.


Zanna mengusap kedua matanya, mencari Arga di sebelahnya.


"Mas Arga kemana?" 


Saat dia tidak melihat Arga di sebelahnya dia keluar dari mobil.


Dia melihat Arga yang berdiri di depan mobil.


"Mas ada apa? Kenapa kita berhenti ditengah jalan." Ucapnya berjalan mendekati Arga.


"Mobil kita mogok!" Ucapnya dengan nada kesal.


"Jadi gimana dong Mas, mana jalannya sepi. Aku takut." Ucapnya dengan raut wajah yang takut melihat pepohonan rindang di pinggir jalan.

__ADS_1


"Kamu bawa hp?"


"Iya bawa Mas,"


"Berikan padaku."


"Untuk apa Mas?"


"Hpku lobet, aku mau menghubungi Niko."


"Tunggu sebentar Mas, aku ambilkan. Hp ku ada didalam tas." Ucapnya berbalik pergi kembali ke dalam mobil.


Zanna dengan buru-buru mengambil hp nya, memberikan Hp nya pada Arga.


"Ini Mas."


Arga langsung menghubungi nomor Niko.


Tapi tiba-tiba raut wajah Arga berubah, keningnya mengkerut ke bawah.


"Kapan terakhir kamu isi pulsa?" Ucapnya dengan tatapan tajam.


"Satu minggu yang lalu Mas, memangnya kenapa Mas?" Ucapnya bingung sambil menggaruk kepalanya.


"Pulsa nggak ada, percuma punya hp mahal biar pulsa seribu nggak ada." Ucapnya memberikan kembali Hp itu ke tangan Zanna.


"Maaf, Aku lupa isi Mas."


Arga yang kesal berbalik berjalan kembali mobil.


Tiba-tiba….


"Aaaahh." 


Zanna berteriak histeris. Sontak membuat Arga kaget berbalik kembali.


Saat dia berbalik ke belakang, Zanna berlari ketakutan melompat dipelukan Arga seperti anak kecil yang ketakutan melihat Hantu.


Arga kaget yang spontan menangkap tubuh mungil Zanna.


Zanna menempelkan wajah di dada Arga dengan mata yang terpejam karena ketakutan.


Dia memeluk Arga begitu erat.


"Ada apa?" Ucapnya heran.


"Aku lihat ada mata besar Mas di atas pohon." Ucapnya dengan suara yang gemetar.


"Mana ada, kamu pasti salah lihat." Ucapnya tidak percaya.


"Cepat turun!" 


"Tidak mau aku takut Mas." Ucapnya berpegangan erat di tubuh Arga.


"Itu bukan Hantu." Ucapnya dengan nada tegas.


"Hantu Mas." Ucapnya dengan nada tinggi.


"Coba kamu lihat lagi, itu cuman burung Hantu. Bukan Hantu." 


Zanna perlahan-lahan mengangkat kepalanya melihat kearah pohon yang tadinya dia melihat ada mata besar.


"Perhatikan baik-baik, apa itu hantu." Ucapnya kesal menyentil jidat Zanna.


Zanna terseyum malu-malu,


"Aku pikir tadi hantu, ternyata burung hantu yah." Ucapnya dengan raut wajah yang malu.


Arga menurunkan Zanna.


"Lain kali lihat dulu baik-baik." Ucapnya berbalik pergi masuk ke dalam mobil meninggalkan Zanna.


"Mas Arga tunggu aku." Ucapnya takut ikut masuk ke dalam mobil.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2