Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 75


__ADS_3

Hari-hari yang dengan rasa sakit hati, cemburu, tidak terlepas dari kehidupan Zanna. Tidak tau kapan semua rasa sakit ini bisa berubah kebahagian untuknya.


Semua harapan dan doa untuk mempertahankan rumah tangganya sepertinya tidak akan berjalan dengan semulus jalan tol.


Banyak kerikil yang harus dilewati demi keinginannya itu, apakah Zanna masih ingin bertahan dalam hubungan yang selalu menyakiti sebagai seorang istri yang berusaha yang terbaik didepan suaminya.


Jauh disana ada sosok pria tidak bisa melepaskan rasa cinta yang tulus untuk nya , tapi dia tidak mau melihat ketulusannya karena kesalahan masalah lalu.


Sebuah keterpaksaan yang dilakukan Tio demi mengubah pandangan jeluarga dan orang-orang yang menganggapnya remeh dan bodoh membuatnya harus meninggalkan cinta.


Latar belakang masalah yang dihadapi Tio tidak diketahui Zanna. 


Tio bisa kembali dengan bangga memberitahu Keluarganya dia bisa berhasil berdiri dikakinya tanpa penopang nama keluarga atau perusahaan ayahnya sudah berjalan bertahun-tahun lamanya, sebagai bisnisman yang terkenal.


Dia tidak mau terkenal karena ayahnya seperti Arga sekarang, semua kesuksesan yang Arga raih merupakan hasil nama keluarga dan ayahnya.


Zanna hanya tau Tio pergi meninggalkannya tanpa kabar itu membuatnya frustasi.


Zanna menghapus air matanya untuk kesekian kalinya, dan untuk kesekian kalinya lagi Zanna berusaha kuat berharap semua ini akan berbuah manis nantinya.


Di negara Swiss ada 5 bahasa yang digunakan yaitu, Jerman, Prancis, Italia, Romansh dan Inggris.


Dengan berat hati Zanna menarik kopernya pergi  ke salah satu mobil taksi yang terparkir di depan sana.


Walaupun Zanna hanya tamatan SMA dia cukup pandai dalam berbahasa inggris dan Jerman.


Sewaktu SMA Zanna pernah mengambil Les Bahasa Jerman karena dia sedang melakukan tes beasiswa ke universitas terbesar di Jerman tapi sayangnya takdir berkata lain dia tidak lolos dalam seleksi.

__ADS_1


Zanna berdiri didepan pintu depan taksi "Excuse me sir, can you take me to this place?" 


Zanna menunjukkan brosur yang diberikan Arga ke supir taksi yang sedang duduk dalam mobilnya, ia menanyakan apakah supir taksi itu bisa mengantarkannya hotel.


"Fräulein willst du dorthin gehen?" Sambil menunjuk foto hotel.


(Nona mau kesana?)


"Emm sepertinya dia tidak paham bahasa inggris." Batinnya.


Supir taksi itu menggunakan bahasa Jerman, untuk saja dia paham.


"Ja, ich möchte dorthin, Sir." Sambil mengangguk.


(Ya, saya ingin pergi kesana, Pak.)


(Ayo masuk.)


Zanna masuk kedalam mobil meninggalkan bandara.


Disisi lain lain Arga dan Clara tampak berbicara serius di dalam taksi.


Clara mempertanyakan apakah Arga akan tinggal kamar hotelnya atau bersama Zanna.


Clara merangkul tangan Arga menyenderkan kepalanya ke bahu Arga.


"Kamu akan tinggal di kamarku kan sayang?" 

__ADS_1


"Tentu sayang." Ucapnya sambil mengecup kening istrinya dengan lembut merangkul Clara dalam pelukkannya.


Beberapa menit kemudian, Arga dan Clara sudah sampai ke hotel mereka.


Hotel Storchen Zürich merupakan hotel yang dipesan oleh Nenek Arga untuk liburan Zanna dan Arga.


Arga merangkul bahu Clara masuk ke dalam hotel itu.


Di tempat lain di sebuah ruangan besar tampak seorang pria yang duduk di sofa sembari minum kopi panas sambil menatap kaca yang tembus pandang memperlihat gedung-gedung tinggi di sekitar tempat itu.


Seorang pria lain muncul dari belakang menghampirinya "Mereka sudah sampai di hotel Tuan."


"Apa dia datang bersama Zanna."


"Bukan Tuan, dia bersama wanita lain."


"Foto wanita yang Tuan Tio tunjukkan berbeda dengan wanita itu. saat mereka keluar dari Taksi mereka hanya berdua, tidak ada wanita lain." Sambungnya.


Tio meletakan cangkir kopinya ke meja dengan wajahnya kesal mendegar perkataan pria itu.


"Pergi ke bandra sekarang, cari tau apa wanita itu masi disana."


"Baik Tuan." Berbalik pergi.


"Arga benar-benar keterlaluan!" Marah.


Bersambung …..

__ADS_1


 


__ADS_2