Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 77


__ADS_3

"Mas bagaimana kalau kita bercerai saja?" Tegasnya.


Kalimat yang tidak pernah dia pikirkan keluar begitu saja di mulutnya.


Arga sontak membentak Zanna karena permintaanya. "Tidak bisa!"


"Aku tidak akan menceraikanmu." Bentaknya.


"Tapi kenapa? Mas saja tidak menggapku ada! Lalu untuk apa Mas mengingatku dalam hubungan ini. Aku merasa sakit, diperlakukan seperti ini."


Zanna kini meluapkan amarah memarahi Arga tidak pernah menggapnya ada tapi tidak mau menceraikannya juga.


Dari awal perselingkuhan Arga dan Clara diketahuinya, ia sudah melontarkan kalimat itu pada Arga. Tapi jawabannya sama saja, ia tidak mau menceraikannya karena neneknya semata.


Tapi kali ini bukan karena neneknya, melainkan karena Tio. Saat dia mengetahui Tio sangat mencintai istrinya itu, dia tidak mau melepaskan Zanna.


Karena jika dia melepaskan Zanna maka Tio dan Zanna akan bersatu. Dia tidak mau sampai itu terjadi.


Persaingan yang terjadi sejak kecil antara Arga dan Tio dalam memiliki sesuatu dalam hidup mereka ternyata masih berjalan sampai saat ini.


"Itu pilihanmu saat kamu bersedia menikah denganku! Perceraian antara kita berdua tidak akan pernah terjadi." Arga kembali menegaskan pernyataannya itu.


Arga ingin mengurung Zanna dalam genggamannya.


"Mas dan Clara egois, pernahkah Mas memikirkan bagaimana perasaanku." 


Air matanya menetes keluar meluapkan perasaanya.


"Aku tidak peduli dengan perasaanmu, aku hanya memikirkan bagaimana perasaan Omah jika tahu kita bercerai."


"Tapi Mas aku juga tidak kuat jika kamu terus memperlakukanku seperti ini. Aku punya hati Mas."


"Hatiku sakit…"


"Jangan mengadu padaku, hatimu sakit bukan urusanku." Ucapnya berbalik pergi tidak memperdulikan tangisan Zanna.


Arga benar-benar tidak punya hati, dia hanya memperdulikan egonya. Dia tidak memikirkan betapa menderitanya Zanna menjadi istrinya.


Penderitaan yang diberikan nya selalu saja Zanna menutupinya, tapi kali ini, dia tidak bisa lagi.


Tubuhnya perlahan roboh tidak kuat mendengar perkataan suaminya yang sama sekali tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Zanna duduk lantai menangis dengan kondisi pintu yang masih terbuka.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang."


"Mas Arga tidak mau menceraikanku." Tangisnya semakin pecah karena dia tidak tau harus berbuat apa, dengan siapa dia harus bercerita sekarang.


Rasanya dia ingin memberitahu semuanya pada ibunya tapi, dia merasa masalahnya ini tidak boleh sampai ibunya tau.


Pernikahan ini merupakan impian ibunya, dia tidak mau menghancurkan impian itu.


Disisi lain setelah mengetahui nomor kamar Zanna, pria suruhan Tio kembali ke kamar Tio untuk menyampaikan informasi yang dia tau.


Di kamar Tio yang begitu besar daripada kamar milik Zanna dan Arga, pria suruhannya duduk bersama di sofa.


"Wanita itu tinggal di kamar nomor 35 Tuan."


"Apa dia tinggal sendiri?"


"Sepertinya iya Tuan, dari catatan tamu yang terdaftar dikamar itu hanya nama wanita itu."


"Sudah kuduga."


Itu sebabnya saat malam itu Tio langsung memutuskan untuk pergi lebih dulu ke Swiss dengan alasan dia akan pergi ke amerika untuk mengurus perusahaannya.


Flashback 


Di meja makan keluarga besar Tomo, semua orang berkumpul di meja makan.


Mereka semua tampak menikmati makannya, tapi Tio seperti tidak menikmati makanannya. Itu terlihat dari makanannya yang tidak berkurang dari piringnya.


"Tio kenapa kamu tidak makan, apa kamu kurang suka dengan makanannya?" Ibunya heran melihat putranya hanya mengaduk makanannya tanpa menyentuhnya sama sekali.


"Tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu." 


Penolakan Zanna ternyata masih mengganggu pikirannya, dia masih tidak terima Zanna menolaknya.


"Memangnya apa yang kamu pikirkan?" Tanya dengan tatapan serius.


"Hanya masalah kecil."


Tiba-tiba neneknya mengalihkan pembicaraan, meminta cucunya menggantikan Arga di perusahaan untuk sementara waktu.

__ADS_1


"Tio, kamu bisakan mengantikan Arga di perusahaan sementara waktu?"


"Memangnya ada apa dengan Kakak? Kenapa aku harus menggantikannya."


"Minggu depan Zanna dan Arga akan pergi ke Swiss untuk liburan sekalian mereka Honeymoon."


Tio terdiam….


"Kenapa kamu diam?"


"Tidak apa-apa, aku baru ingat. Aku belum menyampaikan pada kalian semua kalau aku akan kembali ke Amerika."


"Amerika, kok kakak sudah mau pergi lagi. Padahal kakak kan baru beberapa hari disini." Tanya Sherlyn.


"Iya, memangnya ada apa sampai kamu harus pulang." Tanya ibunya.


"Ada masalah perusahaan yang aku harus selesai disana."


"Memangnya kamu tidak bisa mengerjakannya disini saja."


"Tidak bisa bu."


"Baiklah, kamu pergi saja. Masalah perusahaan Omah yang akan urus." 


Tio beranjak berdiri meninggalkan meja makan, karena dia harus mengurus penerbagannya yang mendadak itu.


Saat itu juga Tio meminta sekretaris pribadinya yang ada di Amerika untuk pergi ke Swiss setelah mengetahui hotel yang akan ditempati Arga dan Zanna nanti.


Tio mengetahui nama hotel tempat Zanna dan Arga dari tiket pesanan online, yang dipesan Neneknya. Dia diam-diam pergi ke kamar Neneknya mengambil hp Neneknya. Dari situlah dia tau.


*****


"Setelah ini apa yang saya harus lakukan sekarang Tuan?"


"Tidak ada, kamu bisa kembali ke kamarmu sekarang." Tegasnya.


"Baik Tuan." 


Sekretarisnya meninggalkan kamar itu, wajah Tio tampak serius seperti memikirkan sesuatu.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2