
Keesokan harinya, di apartemen Clara.
Tampak Arga dan Clara yang masih tertidur saling memeluk satu sama lain di dalam selimut yang hangat.
Arga tidur tanpa memakai baju sedangkan Clara tidur hanya mengenakan baju tidur yang transparan berwarna putih.
Arga yang bangun lebih dulu melepaskan tangan Clara dari tubuhnya, bangun dari tempat tidur.
Dia pergi ke kamar mandi untuk mandi karena dia harus pergi ke perusahaan pagi-pagi sekali
Arga berdiri dibawah shower yang mengalir sambil mengosong rambut dan wajahnya.
Tiba-tiba dari belakang Clara datang memeluknya masih mengenakan baju tidur sambil mengusap dada Arga dengan lembut.
"Aku juga mau ikut mandi." Ucapnya, sambil mencium lembut punggung Arga yang basah.
Tangan Clara perlahan-lahan berjalan mengelilingi dada sampai perut Arga sambil mencium tubuh Arga dari belakang.
Saat Clara mau menurun tanganya ke bawah perut, Arga menahan tangannya. Menarik tubuh Clara ke depannya.
Arga menyadarkan tubuh Clara di kaca kamar mandi, menatapnya dengan penuh gairah.
Tubuh Clara yang basah membentuk semua lekuk tubuhnya sama seperti tidak memakai pakaian.
Clara menarik tubuh Arga menempelkannya ke tubuhnya.
Dia memeluk Arga sambil mencium lehernya sampai bibirnya sampai di telinga Arga.
Clara mengingit telinga Arga dengan lembut dengan tangan yang terus bergeliaran di dada dan punggung Arga.
Tangan Arga juag mulai berkeliaran di tubuh Clara, mengelus pahanya sampai tangan Arga masuk ke dalam baju Clara mengelus punggungnya.
Arga mencium bibir Clara, membaliknya tubuh Clara ke belakang, menempelkan tubuh Clara di kaca.
Mencium leher Clara dengan kedua tanganya masuk ke dalam bajunya.
Clara begitu menikmatinya sampai dia menutup kedua matanya, merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Tangan Arga terus berkeliaran mengelilingi seluruh tubuh Clara, tidak ada satupun tempat yang dilewatkannya.
Arga membalikan tubuh Clara kedepannya, mencium bibir Clara dengan tangan nya Arga yang ada dibawa perut Clara.
Kedua tangan Clara meremas punggung Arga menikmati perbuatan Arga.
__ADS_1
Clara menarik tali bajunya mau melepaskan pakaiannya, tapi Arga tiba-tiba menghentikan tangannya.
Arga seketika menghentikan aksinya itu.
"Kamu baru saja keguguran, Dokter sudah bilang kita tidak boleh melakukannya selama dua minggu kedepan."
"Aaaahhhhh, kenapa sih harus gitu." Ucapnya kesal..
"Sayang itu juga demi kesehatanmu."
"Aku juga harus pergi ke perusahaan, jadi kita sudahi dulu permainan kita." Ucapnya, mengecup bibir Clara.
Arga lebih dulu membersihkan tubuhnya, lalu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di perutnya.
Setelah itu barulah Clara yang mandi membersihkan seluruh tubuhnya dibawah air shower yang dinging.
Arga memakai baju yang sama dengan semalam.
Saat Arga berdiri di depan cermin menyisir rambutnya, Clara keluar mengenakan baju mandi dan handuk yang melilit di kepalanya.
Dia datang memeluk Arga dari belakang dengan raut wajah yang cemberut.
"Sayang aku tidak mau kamu pergi."
"Kamu jangan cemberut seperti itu." Ucapnya menarik pipi Clara.
"Apa kamu akan kembali ke rumah istrimu?"
"Aku juga tidak tau sayang, Nanti kita bicara lagi yah."
"Aku sudah terlambat." Ucapnya mencium pipi Clara.
Arga meninggalkan apartemen Clara buru-buru masuk ke dalam lift.
Di bandara Internasional Indonesia.
Masa lalu Zanna telah kembali ke indonesia, seorang pria tampan memakai kemeja hitam polos dengan tangan yang digulung sampai pergelangan tangannya berotot, memakai celana berwarna silver dan memakai kacamata berwarna kecoklatan.
Pria itu menarik koper di tangan kirinya, tangan kanannya memegang ponsel dan di atas pergelangan tangannya ada Jas berwarna silver yang dia lepas saat turun dari pesawat.
Saat dia keluar dari pintu bandara, ada seorang wanita tua yang sudah menunggunya.
Wanita itu adalah Ibunya.
__ADS_1
Pria itu langsung menghampiri ibunya memeluk melepaskan kerinduannya yang tertahan bertahun-tahun tidak bertemu.
"Akhirnya kamu pulang juga Tio." Ucapnya melihat wajah putra keduanya sudah besar.
Air matanya tidak bisa terbendung, dia menangis melihat anaknya yang bertahun-tahun tidak pernah bertemu.
Selama dia bersekolah di Amerika sampai membangun perusahaan disana, Toni tidak pernah pulang karena dia punya target untuk perkembangan perusahaannya.
Jadi dia harus menetap disana beberapa tahun setelah selesai kuliah.
"Bagaimana keadaan Ibu? Apa Ibu dan Nenek masih suka bertengkar seperti dulu."
"Ibu tidak baik-baik saja, sejak kamu memilih untuk pergi ke Amerika, Ibu semakin menderita tinggal dirumah apa lagi Nenekmu itu selalu membuatku jengkel."
"Ibu tidak boleh seperti itu, nenek adalah mertua Ibu."
"Sudahlah ibu tidak mau membahas Nenekmu, sebaiknya kita pulang dan menghabiskan waktu bersama di rumah. Ibu sudah memasakan masakan kesukaanmu di rumah." Ucapnya menarik tangan putranya.
Mereka masuk ke dalam mobil, duduk di belakang bersama, sedangkan sopir keluar mengambil koper Tio, memasukkannya ke bagasi mobil.
Di dalam mobil Tio dan Ibu terus-terusan berbicang.
Ibunya mengeluh menceritakan perbuatan Neneknya.
"Nenekmu itu benar-benar keterlaluan. Baru-baru ini dia menikahkan kakakmu dengan wanita kampungan."
Ibunya memperlihatkan wajah kesalnya tidak terimah dengan pernikahan anaknya.
Tio terkejut mendengar Kakaknya ternyata sudah menikah.
"Arga sudah menikah?"
Toni adalah anak kedua dari Ibu Eliana dan Bapak Yudi Tomo, orang tua Arga jadi Toni adalah adik Arga.
Ibu Eliana punya tiga anak, yang pertama adalah Arga, kedua Toni dan Ketiga adalah Sherlyn.
"Kenapa Ibu tidak memberitahuku kalau Arga sudah menikah, aku kan bisa mempercepat kepulanganku."
"Bagaimana aku bisa memberitahumu, pernikahannya saja mendadak. Sehari Ibu dan nenekmu bertemu, malamnya juga nenekmu menikahkan mereka. Jadi Ibu mana sempat memberitahumu."
"Aku jadi penasaran dengan istri Kak Arga!"
"Wanita seperti apa yang dipilih Nenek untuk menjadi teman hidup Kak Arg." Batinnhya.
__ADS_1
Bersambung….