Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 18 Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Keesokan paginya, waktu menunjukan pukul 07.00 pagi.


Di kamar tamu, Zanna dan Arga masih tertidur pulas dengan posisi yang menatap satu sama lain.


Zanna yang lebih dulu bangun, kaget dengan ekspresi wajah yang melotot melihat Arga berada disampingnya.


Sontak Zanna berbalik tidak percaya Arga tidur bersamanya semalam.


"Ini mimpikan." Ucapnya sambil mencubit-cubit pipinya.


"Kok sakit, berarti itu bukan mimpi." Ucapnya menoleh kebelakang melihat kembali apakah itu benar-benar Arga.


"Astaga itu benar Mas Arga. Tapi kenapa Mas Arga bisa ada disini?"


"Bukannya tadi malam aku…."


Zanna mengingat kembali kejadian malam itu, dimana suaminya tidak pernah dia sangka-sangka akan datang menolongnya.


Itu seperti mimpi baginya.


 "Mas Arga menolongku, aku tidak menyangka dia akan melakukannya." Ucapnya tersenyum tipis.


Zanna kembali berbalik, memandangi suaminya tertidur pulas.


Dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan nya untuk melihat wajah Arga saat tidur.


"Saat Mas Arga tidur seperti ini, dia terlihat sangat tampan." Batinya, senyum-senyum memandangi wajah suaminya itu.


"Andai setiap pagi aku bangun melihat wajah Mas Arga seperti ini."


"Tapi itu sepertinya mustahil bagiku." Ucapnya terlihat sedih.


Zanna perlahan-lahan memajukan jari telunjuk nya ingin menyentuh hidung mancung suaminya.


Tiba-tiba kedua mata Arga terbuka.


"Mau apa kamu." Ucapnya menatap tajam Zanna.


Zanna langsung menarik mundur tanganya dengan raut wajah kaget.


"T-i-d-a-k." Ucapnya gagu.


Arga bangkit keluar dari selimut.


"Mas Arga mau ke mana?" Ucapnya keluar dari selimut.


"Ke Perusahaan, aku tidak mungkin terus menemanimu disini, masih banyak pekerjaan lain yang harus aku kerjakan." Ucapnya pergi.


"Mas, tunggu sebentar." 


"Ada apa lagi? Kamu perlu sesuatu."


"Tidak Mas, aku cuman mau bilang terima kasih kamu sudah datang mau menolongku"


"Tidak perlu berterima kasih, aku hanya tidak mau kamu mengotori nama keluargaku nantinya karena peristiwa itu." Ucapnya pergi.


Arga kembali ke kamarnya bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan.


Saat dia masuk ke kamar, Clara masih tertidur pulas.


Arga langsung masuk ke kamar mandi. Setelah beberapa menit kemudian Arga keluar dengan lilitan handuk di bawah perutnya yang memperlihatkan semua otot tubuhnya.


Arga mengambil pakaian yang akan dia kenakan di dalam lemari.


Saat dia melihat jas yang akan dia kenakan kusut, Arga langsung mengambil Jas itu membawanya keluar dari kamar.


Arga menuruni tangga pergi ke kamar tamu mencari Zanna, Tapi anehnya dia tidak melihat Zanna disana.


Arga pergi ke ruang tengah, tapi dia juga tidak menemukan Zanna disana.


Tiba-tiba ada aroma masakan yang tercium dari arah dapur.

__ADS_1


Arga langsung bergegas kesana, ternyata Zanna sedang memasak untuk sarapan pagi.


"Zanna…" Ucap Arga berdiri di belakang Zanna dengan jarak berjauhan.


"Iya Mas." Ucapnya berbalik.


"Ahhhh." Teriak Zanna menutup kedua matanya menggunakan kedua tangannya, kaget melihat Arga yang muncul hanya mengenakan handuk.


"Kamu kenapa berteriak?" Ucapnya bingung.


"Soalnya Mas enggak pake baju, aku kaget." 


Arga menarik tangan Zanna yang munutupi wajahnya, tapi Zanna masih menutup matanya.


"Memangnya kamu tidak pernah melihat pria telanjang dada?"


"Enggak pernah Mas, aku berani sumpah!"


Arga menarik nafas panjang heran melihat istrinya yang ketakutan.


"Strikan jas ini, aku mau pake." Ucap Arga memberikan Jasnya ke tangan Zanna, lalu pergi begitu saja.


"Mas kamu masih disitu?"


"Mas ?" Ucapnya perlahan-lahan mengintip.


"Mas Arga sudah pergi."


Zanna berbalik mematikan kompornya, dia langsung pergi ke ruangan dimana tempat bisanya dia menyetrika baju.


Di sisi lain Arga sedang bersiap-siap dikamarnya, tengah memakai kemeja putih di depan cermin.


Dia juga tidak lupa mengenakan dasi yang tidak bermotif berwarna hitam.


Sebelum dia turun ke bawah, Arga berdiri disamping tempat tidur menatap Clara.


Dia ingin berpamitan pada Clara tapi melihatnya tidur begitu nyenyak, Arga tidak jadi berpamitan.


Dia langsung turun ke bawah.


"Zanna, mana Jas ku."


"Ini Mas." Ucapnya muncul dari arah samping.


Zanna memberikan Jas itu ke tangan Arga.


"Mas aku sudah siapin sarapan, yuk kita sarapan sama-sama." 


"Tidak bisa! aku harus pergi sekarang, ada rapat penting pagi ini." Ucapnya pergi.


Arga tiba-tiba berhenti, berbalik ke belakang.


"Jangan lupa kamu siapkan sarapan untuk Clara, setelah dia bangun kamu tanya dia mau makan apa. Baru kamu buatkan."


"Iya Mas."


"Dan satu hal lagi, kamu jangan lupa minum obat. Obatnya ada diatas meja kamar semalam." Ucapnya pergi.


Wajah Zanna merah, mendengar perkataan Arga yang peduli dengan dirinya.


Ini pertama kalinya dia mendapatkan perhatian dari suaminya, itu membuat hatinya berbunga-bunga dengan perhatian sederhana sudah cukup membuat dirinya seperti terbang diudara.


Zanna kembali ke dapur membereskan semua peralatan dapur sambil menunggu Clara bangun.


Di kamar Clara ternyata sudah bangun, dia turun mencari Arga.


"Sayang…" Ucapnya sambil menuruni tangga.


Clara pergi ke kamar tamu.


"Mereka tidak ada disini, kemana perginya Arga?" 

__ADS_1


Tiba-tiba Zanna muncul.


"Mas Arga sudah pergi Mba." 


Sontak Clara berbalik 


"Pergi kemana?"


"Ke Perusahaan, baru saja Mas Arga pergi."


"Kok dia tidak pamit sama aku sih." Ucapannya kesal mengetahui Arga sudah pergi tanpa membangunkannya.


"Kata Mas Arga ada rapat penting pagi ini, jadi dia buru-buru pergi."


"Mbak mau sarapan apa?" Sambungnya.


"Nggak usah sok perhatian kamu!" 


"Mas Arga yang menyuruhku Mbak, dia bilang kalau Mbak sudah bangun aku harus membuatkan Mbak sarapan."


"Ternyata dia masih peduli padaku, aku pikir dia lupa kalau aku sedang mengandung anaknya." Ucapnya dengan nada ketus.


Raut wajah Zanna tiba-tiba berubah sedih, mendengar perkataan Clara. Dia merasa sedih Clara bisa mengandung anak Arga sedangkan dia bahkan belum pernah disentuh oleh Arga.


"Aku mau minum susu coklat dan roti gandum bakar dengan garlic butter sauce."


"Bawakan semua itu ke kamarku." Ucapnya pergi.


Zanna pun langsung pergi ke dapur membuatkan semua permintaan Clara.


Dia mengeluarkan roti dan kotak susu dari kulkas.


Menuangkan 4 sedok makan susu bubuk cokelat di gelas tinggi, lalu mencincang 2 bawang putih dan mencampurkannya dengan satu sendok mentega.


Setelah semua tercampur, dia langsung mengoleskannya diatas roti dan masukan kedua roti itu ke panggangan.


Zanna ngambil termos air panas menuangkan air panas ke gelas yang berisi susu lalu mengaduknya.


Setelah semua siap Zanna membawanya ke kamar Arga dimana Clara tidur.


Terlihat Clara yang sedang sandaran ditempat tidur sambil memegang hpnya.


Zanna mengetok-ngetok pintu kamar.


Tok…


Tok…


Tok…


"Masuk!"


Zanna masuk meletakan makanan di atas meja yang ada samping tempat tidur.


Setelah itu Zanna langsung keluar dari kamar.


Melihat Zanna sudah pergi, Clara meletakan hpnya ditempat tidur keluar mengikuti Zanna.


Dia berjalan perlahan-lahan dibelakang Zanna.


Saat Zanna mau melangkah kakinya turun ke tangga, Clara berdiri belakang Zanna bersiap mendorongnya.


Tiba-tiba …..


Aaaaah…..


Clara jatuh terguling-guling di tangga sampai ke lantai bawah.


Brungk!!!!


"Mba Clara….." Teriak Zanna kaget.

__ADS_1


Saat Clara ingin mendorong Zanna dari atas, kakinya terpeleset dan pada akhirnya dia lah yang terjatuh.


Bersambung….


__ADS_2