
Di kediaman rumah besar Tomo.
Ruangan besar dengan dekor yang mewah terlihat Ibu Arga, alias Nyonya Elina sedang berbicara ditelepon dengan seseorang.
Dia menyebut-nyebut nama Zanna dalam teleponnya.
"Aku ingin kalian melenyapkan wanita itu secepat mungkin dan jangan sampai kalian menyisakan jejak sedikitpun mayat wanita itu."
"Baik Nyonya, tapi kami butuh uang muka dulu. Baru kami akan mengerjakan tugas kami." Ucap pria yang ada di telepon.
"Masalah uang itu gampang, yang penting kalian bisa melenyapkan wanita itu."
"Kami butuh uangnya sekarang, selama uang itu tidak ada ditangan kami, kami tidak akan melakukan apa-apa."
"Dasar mata duitan! aku akan mentransfer ke rekening mu. Sisanya kalian akan terima setelah wanita itu berhasil kalian lenyapkan." Ucapnya mematikan teleponnya.
Ibu Arga mentransfer uang sebesar 50 juta ke rekening pria itu, dia juga mengirimkan bukti transfernya ke Wa pria itu.
Ibu Arga mengirimkan foto Zanna.
Ternyata Ibu Arga menyuruh seseorang untuk melenyapkan Zanna.
"Kamu harus mati Zanna!" Ucapnya sambil melihat foto Zanna dilayar hpnya.
Setelah mengetahui Nyonya Melina alias Nenek Arga akan memberikan setengah aset milik kekayaan keluarga Tomo kepada Zanna.
Kemarin malam.
Ibu Arga pergi ke kamar mertuanya, tapi tidak sengaja mendengar ibu mertuanya menelpon pengacara keluarga mereka untuk mengurus surat hak kuasa kepemilikan aset 50 persen kekayaan keluarga Tomo atas nama Zanna.
Ibu Arga tidak tau kenapa Ibu mertuanya melakukan itu.
Tapi satu hal dia pahaminya, selama Zanna hidup setengah kekayaan keluarga Tomo akan menjadi milik Zanna.
Agar hal itu tidak terjadi Ibu Arga harus melenyapkan Zanna sebelum Ibu Mertuanya memberikannya.
Disisi lain.
Niko yang saling bertatapan dengan Zanna mengedipkan matanya.
"Maaf." Ucapnya melepaskan tangan.
Niko sadar wanita yang dia kagumi di depannya adalah wanita yang sudah bersuami apa lagi suami itu ada Tuannya sendiri.
Dia tidak boleh sampai menaruh hati dengan istri Tuannya sendiri.
Niko berdiri sempoyongan.
"Kamu mau pergi ke mana?" Ucap Zanna panik melihat Niko yang berjalan sempoyongan.
"Tidak apa-apa Nona, aku bisa mengobati lukaku sendiri." Ucap Niko pergi.
Tiba-tiba Niko jatuh pingsan
Brungk!!!
__ADS_1
Zanna langsung berlari mendatangi Niko yang terbaring tak sadarkan diri.
"Niko bangun!" Ucapnya sambil menggerak-gerakan tubuh Niko.
Zanna langsung berlari keluar memanggil Pak Darto.
"Pak Darto." Ucapnya teriak dari depan pintu
Pak Darto yang berdiri di pos jaga berlari menghampiri Zanna.
"Iya Nona."
"Tolong, Niko pingsan di dalam." Ucap Zanna panik.
Pak Darto dan Zanna berlari masuk ke dalam rumah.
Pak Darto menggotong Niko membawanya keluar dari rumah.
Zanna yang takut terjadi sesuatu pada Niko, langsung membawanya kerumah sakit.
Pak Darto membawa Niko masuk ke dalam mobil sedangkan Zanna kembali masuk kedalam rumah mengambil tas dan mengunci rumahnya.
Pak Darto membawa keluar mobil dari halaman rumah sampai di depan gerbang.
Zanna berlari mengunci gerbang, buru-buru masuk kedalam mobil.
Sesampainnya di rumah sakit, Zanna keluar lebih dulu berlari memanggil Suster yang ada disana.
Pak Darto keluar menggotong Niko.
Niko dibaringkan di atas brankar, kedua suster itu membawa Niko ke dalam.
Disisi lain
Di depan pagar rumah Zanna ada dua pria bertubuh tinggi memakai pakaian serba hitam memantau keadaan rumah Zanna.
"Sepertinya rumahnya kosong, pagarnya juga dikunci."
"Lebih baik kita memantau dari jauh menunggu mereka pulang." Ucap teman pria itu.
Kedua pria itu kembali ke mobil mereka yang jaraknya tidak jauh dari rumah Zanna.
Mobil mereka ada di depan rumah ke 4 dari rumah Zanna.
Mereka duduk mobil berjam-jam sampai ada mobil yang datang didepan rumah Zanna.
Yang tadinya mereka duduk tidak bersemangat, kedua pria itu buru-buru mengambil teropong yang ada di samping pintu mobil.
Mobil itu berhenti didepan pagar.
Pak Darto keluar dari mobil membuka gembok pintu pagar.
Dari mobil kedua pria itu tampak kecewa karena yang keluar dari mobil bukanlah Zanna.
"Wanita itu kapan munculnya!" Ucap pria itu meletakan kembali teropongnya.
__ADS_1
Malam pun tiba, kedua pria itu masih duduk didalam mobil menunggu Zanna muncul.
Mereka mulai bosan menunggu, salah satu pria itu keluar dari mobil dengan raut wajah kesal menunggu Zanna tak kunjung datang.
Tiba-tiba ada mobil yang melewati mobil mereka, mobil itu masuk ke dalam rumah Zanna.
Ternyata mobil itu adalah mobil Arga dan Clara.
Karena penasaran siapa yang ada di dalam mobil itu, pria itu buru-buru mengambil teropongnya lalu berlari memanjat pagar rumah yang bersebelahan dengan rumah Zanna.
Dia melihat dari teropong Arga dan Clara keluar dari mobil bersama sambil bergandengan tangan.
Pria itu mengerutkan dahinya heran melihat Clara, dia pikir wanita yang digandeng Arga adalah wanita yang sama dengan foto wanita yang dikirimkan oleh Ibu Arga.
Pria itu turun dari pagar kembali ke dalam mobil.
"Sepertinya Nyonya Elina salah kirim foto, wanita yang ada di foto itu tidak tinggal disini." Ucapnya mengeluh pada temannya.
"Telepon saja Nyonya Elina, tanyakan apa dia tidak salah kirim foto."
Pria itu mengambil hpnya dari kantong celana, menelpon Ibu Arga.
Di tempat lain Ibu Arga yang sedang duduk makan di meja makan bersama putri dan mertuanya.
Tiba-tiba.
Kring !!!
Kring !!!
Kring !!!
Hp Ibu Arga berdering membuat Nenek Arga dan putrinya berhenti mengunyah makan mereka.
"Matikan atau angkat teleponnya, ini meja makan. Aku tidak mau ada suara yang mengganggu." Ucapnya dengan raut wajah serius.
Ibu Arga beranjak berdiri dari kursinya meninggalkan meja makan, dia pergi mengangkat telepon di luar rumah.
"Hallo, ada apa kalian menelpon?" Ucapnya dengan suara yang kecil sambil menoleh ke belakang.
"Aku dan temanku sudah ke rumah yang Nyonya katakan, tapi aku tidak menemukan wanita itu disana. Hanya ada wanita lain di rumah itu."
"Wanita lain?" Ucapnya kaget.
"Apa kalian mengambil foto wanita itu." Sambungnya.
"Tidak Nyonya."
"Apa kalian tidak salah lihat?"
"Tidak Nyonya, wanita itu berbeda dengan foto wanita yang anda kirimkan."
"Tampaknya wanita itu sangat dekat dengan putra anda, karena aku melihat mereka habis keluar bersama bahkan mereka bergandengan tangan keluar dari mobil."
"Jangan-jangan wanita itu Clara!"
__ADS_1
Bersambung…..