Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 72


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang cukup lama di ruang keluarga, Nenek Arga, Ibu Arga dan Sherlyn pamit pulang.


Terlihat di depan teras rumah, Arga mengantarkan ibu, nenek dan adiknya pulang ditemani Clara di sampingnya.


Sherly dan ibunya masuk kedalam mobil lebih dulu sedang Omah masih berdiri di teras berbicara dengan Arga.


"Ingat Zanna baru pulang dari rumah sakit, Jaga dia baik-baik."


"Iya Omah, aku pasti akan menjaganya."


"Omah mempercayakan Zanna padamu!" Ucapnya pergi berbalik pergi.


Saat Mobil mereka keluar dari pekarangan rumah Arga, Clara mulai bicara mengenai masalah perjalan bulan madu Zanna dan Arga.


"Wah hebat,  kamu pasti senangkan akan pergi berbulan madu dengan istri pertamamu itu." Ucapnya sambil berjalan masuk kedalam rumah dengan raut wajah kesal.


Arga mengikuti Istrinya masuk dengan wajah bingung.


"Aku tidak senang sama sekali, ini permintaan Omah."


"Memangnya kamu tidak bisa menolaknya?"


"Kamu tau aku sayang, aku tidak mungkin menolak permintaan Omah kecuali satu, yaitu berpisah denganmu."


"Tapi kamu akan pergi berbulan madu dengannya, sedangkan aku akan sendirian sini." Ucapnya berhenti di tengah-tengah ruang tamu.


Arga memeluk Clara dari belakang berusaha menenangkannya.

__ADS_1


"Kamu tidak akan sendiri. Kamu akan ikut bersamaku dan bulan madu ini akan menjadi bulan madu kita berdua."


"Kamu tidak berbohongkan?" Ucapnya berbalik memeluk Arga.


"Apa aku pernah membohongimu?"


"Tidak pernah, tapi kalau Omah tau. Aku pasti tidak boleh ikut."


"Kamu tidak perlu cemas, aku akan memesan tiket penerbangan lebih awal untukmu nanti."


"Jadi aku akan pergi sendiri nanti?"


"Iya sayang, kalau aku ikut denganmu itu tidak mungkin."


"Lagipula nanti saat disana kita akan selalu berduaan kan. terus kenapa kamu masih cemberut." Ucapnya sambil menyentil hidung Clara.


Wajah cemberut Clara langsung menghilang dengan senyuman terpancar dari wajahnya.


Clara mengecup bibir Arga, sebagai tanda kasih terima kasihnya karena sudah mengajaknya pergi berbulan madu ke Swiss. Padahal bulan madu itu untuk Zanna dan Arga.


"Sama-sama Sayang."


Di sisi lain Tio yang emosi dengan penolakan Zanna membuatnya tidak bisa tenang saat mengemudi mobilnya sehingga dia hampir saja menabrak pengendara motor di jalan.


"Sial!" Teriaknya sambil menginjak rem mobilnya.


"Aku hampir menabrak orang." Ucapnya marah memukul stir mobilnya.

__ADS_1


Ini kejadian kedua Tio hampir menabrak orang karena memikirkan Zanna, untung saja tidak terjadi kecelakaan seperti sebelumnya.


"Kenapa dia menjadi wanita yang bodoh, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran itu." Ucapnya kesal.


"Hubungan sakral, ikatan pernikahan tidak ada artinya kalau hanya ada satu orang yang menjalani. Dia hanya akan mendapatkan kekecewaan dari hubungan yang dia anggap pernikahan."


Dia benar-benar kecewa dengannya, sudah berusaha memberitahu Zanna kalau pikiran itu salah. Tapi Zanna tidak mau mengerti dan memahami perkataannya.


Membuat kepala Tio rasanya mendidih memikirkan bagaimana mata Zanna bisa terbuka dan melihat kenyataan kalau kakaknya tidak pernah menganggapnya sebagai seorang istri.


Disisi lain Sherlyn yang mendapat pesan dari seseorang, meminta supir pribadi neneknya untuk menghentikan mobil.


"Pak, pak, pak, berhenti" Ucapnya sambil memukul jok mobil di depannya.


"Ada apa sih Sherlyn?" tanya Ibunya yang duduk disampingnya.


"Aku turun disini saja," Ucapnya sambil membuka pintu mobil dengan terburu-buru.


"Kamu mau kemana? nanti diantar sekalian." Ucap neneknya sambil menurunkan kaca depan.


"Aku ada urusan penting Omah, nanti aku naik Taksi aja."


"Kalau begitu kamu hati-hati, jangan pulang terlalu malam."


"Iya Omah." Ucapnya sambil melambaikan tangan melihat mobil neneknya pergi.


Tidak lama setelah mobil omah pergi sebuah mobil Mercedes Benz A-Class Sedan berwarna silver berhenti tepat di depannya.

__ADS_1


Kaca depan mobil itu perlahan turun, menunjukkan wajah Lendra yang tersenyum ke arahnya.


Bersambung.....


__ADS_2