
Malam Hari
Di hotel bintang lima.
Pesta perusahaan PT Enormous dihadiri dengan beberapa teman bisnis Arga mulai ada dari yang muda sampai Tua ikut menghadiri.
Semua orang tampak riang bercerita satu sama lain di meja mereka masing-masing.
Puluhan meja dipenuhi dengan para tamu.
Pandangan mereka yang tadinya yang fokus dengan rekan yang sama-sama duduk satu meja, merubah arah pandangan setelah melihat Arga yang menggandeng dua wanita sekaligus.
Zanna tampil cantik mengenakan gaun berwarna pink soft dengan lengan sampai siku, dan ditambah dengan kalung berlian putih yang menghiasi lehernya.
Dengan Style rambut loose curl yang diikat dan dihiasi floral headpiece di samping kanan rambut Zanna menambah kecantikannya.
Sedangkan Clara mengenakan gaun merah darah bermotif polos yang membentuk semua lekuk tubuhnya dan memperlihatkan sebagian punggungnya.
Di meja paling depan ada keluarga besar Tomo yang ikut hadir dalam acara perusahaan.
Mereka bertiga duduk bersama di meja yang sama dengan keluarga Tomo, dimana ada Nyonya Melina, Nyonya Elina, Sherlyn dan Tion di sana.
Acara dimulai dengan pembukaan, setelah pembukaan selesai.
Acara kedua adalah sambutan yang akan dilakukan oleh Arga sebagai Direktur PT Enormous.
"Sambutan pimpinan PT Enormous yaitu Tuan Arga Yuanda Tomo. Kami persilakan."
Arga naik ke panggung.
"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, dan Selamat malam untuk kita semua. Marilah kita mengucap syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunianya sehingga kita dapat berkumpul disini dalam acara ulang tahun Perusahaan PT Enormous yang ke 65 tahun. Sebelumnya, saya berterima kasih kepada para undangan dan karena sudah menyempatkan diri untuk hadir dan para karyawan yang sudah bersusah payah membuat acara ini. Semoga acara malam ini bisa terlaksana tanpa ada suatu halangan apapun. Sekian dari saya, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Arga meninggalkan panggung dengan tepukan meriah dari para undangan.
Selanjutnya acara ketiga tiup lilin dan potong kue, pelayan hotel masuk membawa kue yang lakukan oleh Arga ditemani dengan Neneknya. Setelah selesai mereka kembali duduk.
Acara Terakhir adalah pertunjukan dan jamuan untuk para tamu.
Semua para tamu menikmati hidangan yang ada di meja mereka masing-masing.
Sama hal seperti meja keluarga Tomo, mereka juga menikmati makanannya.
Mereka duduk bersama dengan tenang tanpa ada keributan sama sekali.
Sampai Ibu Arga tidak sengaja menjatuhkan minumannya ke gaun Zanna.
Pyurr..
Sontak Zanna berdiri dari kursinya membersihkan bajunya basah.
"Maaf, Ibu tidak sengaja."
"Tidak apa-apa bu." Ucapnya tersenyum, sedikit terkejut ibu mertuanya meminta maaf padanya.
Semua orang kaget mendengar Nyonya Elina meminta maaf pada Zanna.
Mata semua anggota keluarga mengarah pada nya.
"Apa aku salah dengar, kamu minta maaf." Ucap mertuanya terkejut.
Tio spontan langsung memberikan kotak tisu pada Zanna.
"Bersihkan pake ini." Ucapnya menyodorkan.
Zanna diam beberapa detik, lalu mengambil 4 lembar tisu.
Membersihkan bajunya, tapi warna minuman itu tidak hilang.
"Aku permisi ke toilet." Ucapnya berbalik.
__ADS_1
Karena tissu tidak cukup membersihkan noda itu, Zanna memutuskan pergi ke kamar mandi untuk menghilangkan bekas warna itu dengan air.
"Kesambet apa kamu, tiba-tiba minta maaf pada Zanna atau kamu lagi mabuk." Ucap Nyonya Melina dengan tatapan sinis.
"Ibu kenapa sih, orang minta maaf salah!" Ucapnya kesal.
"Kalau kamu yang minta maaf, sepertinya tidak mungkin. Pasti ada sesuatu, jangan-jangan tadi kamu sengaja melakukannya."
"Iya kan?" Ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Terserah Ibu mau ngomong apa. yang penting aku merasa tidak melakukannya dengan sengaja." Ucapnya marah melanjutkan makannya.
Disela-sela waktu makan Ibu Arga terus mamandangi layar hpnya seperti menunggu pesan dari seseorang.
Tidak lama kemudai pesan whatsapp masuk.
"Wanita itu sekarang ada didalam kamar mandi."
Ibu Arga membalas pesan itu.
"Jalankan sesuai dengan rencana kita."
"Baik Nyonya. Kami tinggal menunggu nya keluar dari kamar mandi."
Ibu Arga mematikan layar hpnya sambil tersenyum kecil.
Dia ternyata sengaja menumpah minuman itu biar Zanna pergi membersihkan gaunnya ke kamar mandi, dan saat itu dia bisa memberikan kesempatan untuk kedua pria itu untuk membunuh Zanna.
Di dalam kamar mandi, salah pria itu masuk ke dalam kamar mandi wanita menunggu Zanna yang masuk ke toilet untuk buang air kecil.
Sedangkan satunya lagi menunggu di luar berjaga, untuk memastikan tidak ada orang yang masuk saat mereka mau menjalankan aksi nya.
Zanna belum sempat membersihkan gaunnya karena kebelet pipis.
Dia berencana setelah buang air kecil, baru mau membersihkan gaunnya di kerang wastafel.
Saat Zanna keluar, pria itu berdiri di samping pintu menunggu Zanna keluar.
"Siapa kamu!" Teriaknya.
Pria itu menarik tangan Zanna menyadarkan nya ke tembok sambil menutup mulut Zanna.
"Lepaskan!" Ucapnya memberontak melepaskan dirinya dari cengkraman pria itu.
Tapi pria itu semakin kuat memegangi Zanna.
Zanna memberontak, tiba-tiba....
Pria itu mengeluarkan pisau dari kantong celananya menusuk perut Zanna.
Jebb!!!
Wajah Zanna tampak kesakitan saat pisau itu dicabut dari perutnya.
Jebb!!!
Pria menusuk perut Zanna untuk kedua kalinya dan mencabutnya lagi.
Zanna tidak bisa teriak bahkan melawan pun tidak bisa. Karena tubuhnya mulai lemas.
Pria itu lagi-lagi menusuk Zanna untuk ketiga kalinya. Lalu pria itu berlari keluar dari kamar mandi.
Jlebb!!!
Tubuh Zanna perlahan-lahan terjatuh ke lantai dengan memegang perutnya yang penuhi darah.
Gaun nya yang cantik sekarang penuhi dengan darahnya yang terus mengalir keluar tanpa henti.
Di sisi lain.
__ADS_1
Hampir semua orang sudah selesai makan, tapi Zanna belum juga kembali, membuat Tio yang menunggu nya jadi khawatir.
Tio memutuskan berdiri dari kursinya pergi menyusul Zanna ke kamar mandi.
Melihat Tio yang pergi tiba-tiba, Arga juga ikut berdiri meninggalkan meja.
Melihat suaminya berdiri, Clara menarik tangan Arga.
"Sayang kamu mau kemana?"
"Ada yang harus aku urus, kamu disini saja menemani Ibu dan Omah."
Arga melepaskan tangan Clara, pergi menyusul adiknya yang sudah jauh.
Terakhir kali saat Zanna meninggalkan tempat, tidak berselang lama Tio ikut pergi, itu sebabnya dia mengikuti adiknya.
Dia curiga dengan kerak gerik adiknya.
"Kenapa dia lama sekali di kamar mandi? Untuk membersihkan gaunnya dengan 30 menit itu sudah terlalu lama."
Tio yang cemas mempercepat langkah pergi ke kamar mandi wanita.
Di belakang Arga mengikuti Tio.
Arga tampak bingung kenapa adiknya pergi ke kamar mandi wanita, awalnya dia pikir adiknya akan masuk ke kamar mandi pria tapi nyata bukan.
Saat dia di depan kamar mandi wanita, Tio langsung masuk ke dalam sambil berteriak memanggil nama Zanna
"Zanna kamu di dalam?"
Zanna yang terbaring di lantai dengan keadaan yang masih setengah sadar, mengulurkan tangannya yang penuh dengan darah memanggil Tio.
"Tio ..." Ucapnya dengan suara yang putus-putus.
Mendengar suara Zanna yang samar-samar, Tio menoleh ke samping melihat Zanna yang terbaring dilantai dengan keadaan yang terluka.
"Zanna!"
Sontak Tio teriak, menghampiri Zanna dengan raut wajah kaget melihat darah yang memenuhi gaun zanna dan lantai kamar mandi.
"Apa yang terjadi padamu."
Tio mengangkat kepala Zanna dipangkuannya memegang perut Zanna yang dipenuhi darah.
Wajahnya tercengang melihat luka di perut Zanna. Air matanya tiba-tiba terjatuh di pipi Zanna, tidak sanggup melihat wanita yang dia cintai terluka seperti ini.
Tio langsung mengangkat tubuh Zanna dipeluknya.
"Aku tidak akan membiarkan kamu kenapa-kenapa!"
Saat dia berbalik membawa Zanna, Arga berdiri di belakangnya.
Arga yang kaget melihat Zanna terluka menghentikan adiknya.
"Apa yang kamu lakukan padanya ?"
Melihat Zanna yang sudah tidak sadarkan diri, Tio tidak memperdulikan lagi pertanyaan kakaknya itu.
Dia melewati kakaknya dengan tatapan mata yang dipenuhi dengan amarah yang ditahannya.
Tapi Arga kembali menahan Tio, dia berdiri di depan Tio.
"Dia istriku, berikan dia padaku."
Arga menatap adiknya dengan tatapan yang tajam dan raut wajahnya yang marah melihat adiknya menggendong Zanna.
"Minggir, apa kamu mau Zanna mati disini!" Teriaknya marah melotot.
Arga yang marah mengepal tangannya menahan emosi untuk tidak menghajar Adiknya itu.
__ADS_1
Arga menyingkir dari hadapan adiknya, membiarkannya lewat demi untuk keselamatan Zanna. Tapi dia masih mengikuti Tio dari belakang karena dia juga khawatir dengan keadaan istrinya.
Bersambung …..