Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 68 Pukulan


__ADS_3

Tampak Arga yang berjalan di lorong rumah sakit dengan membawa makanan di tangan kirinya.


Setelah mengantar Clara pulang, dia langsung balik pergi kembali ke rumah sakit. Karena dia tadi pergi tanpa pamit jadi dia sengaja membawa makan untuk nya.


Arga membuka pintu kamar Zanna dengan senyuman kecil di bibirnya.


"Zanna aku membawakanmu makanan." Ucapnya melangkah masuk.


Arga mendadak menghentikan langkah dengan raut wajah yang mengkerut, karena melihat Tio yang duduk disamping tempat tidur Zanna sambil menyuapkan bubur yang disediakan oleh rumah sakit.


"Mas Arga." Ucap Zanna menoleh ke arah pintu.


Tio sontak berbalik ke belakang dengan tatapan tajam dan dingin melihat kakaknya datang.


Arga yang tidak menyukai Tio dekat dengan Zanna, menarik tubuh Tio dari kursi.


"Biar aku yang akan melakukanya." Ucapnya marah.


Tio melepaskan tangan Arga dari bajunya dengan kasar mendorong Arga keluar dari kamar itu.


"Pergi dari sini." Teriak Tio mengusir Arga.


Sontak Zanna bangun dari tempat tidurnya, ingin turun menghentikan pertengkaran mereka.


"Tio…." Ucap Zanna berjalan sambil memegang tiang infusnya.


Tio yang melihat Zanna turun, menurunkan emosinya.


Arga tidak terimah diusir Tio, menonjok wajah nya.


Bung…


"Mas….." Teriak Zanna kaget.


"Kamu tidak berhak mengusirku dari sini! Kamu itu bukan siap-siapa Zanna dan Aku suaminya." Ucapnya dengan tatapan tajam menunjuk Tio depan wajah nya.


"Aku sudah membiarkanmu duduk disana menemani nya. Tapi apa kamu malah meninggalkan dia sendiri. Suami macam apa kamu." Teriaknya memukul wajah Arga.


Bung….


Tio tidak bisa mengendalikan emosinya menarik tubuh Arga menendangnya dengan lututnya, tiga kali tendangan.

__ADS_1


"Tio hentikan." Teriaknya menarik tangan Tio menjauh dari Arga.


Zanna berdiri ditengah-tengah mereka dengan raut wajahnya yang marah.


"Kalau kalian masih mau berhenti bertengkar. Kalian berdua pergi dari sini!" Ucapnya nada tinggi.


"Aku tidak mau belas kasih kalian berdua." Sambungnya.


"Dia yang memulainya, aku tidak akan marah kalau dia juga memperhatikanmu bukan cuman kedua itu." Ucapnya marah.


"Sekali lagi aku tegaskan, kamu tidak punya hak ikut campur dalam rumah tanggaku." Ucapnya maju ingin memukul Tio tapi Zanna menghalang Arga.


"Cukup Mas!"


"Aku mohon Mas jangan bertengkar lagi."


"Tidak bisa, bocah ini harus diberi pelajaran, agar dia tau bagaimana cara bisa bersikap dengan istri orang."


"Stop Mas!" 


"Kalau Mas masih mau bertengkar aku yang akan pergi dari sini." Ucapnya sambil berusaha melepaskan selang infus dari tangannya.


Sontak Tio menghentikan tangan Zanna.


"Jangan lakukan itu. Kami tidak akan bertengkar."


"Ayo kembali ke tempat tidurmu sekarang." Sambungnya, sambil merangkul bahu Zanna.


Arga tidak suka Tio menyentuh Zanna, menepis tangan Adiknya.


Dia langsung mengambil posisi itu membawa Zanna kembali masuk.


Tio tidak mau membuat Zanna marah, menahan emosinya dengan mengkhatamkan tanganya ke tembok.


"Sial." Ucapnya menggertakkan giginya.


Disisi lain.


Di kantin sekolah.


Tampak Sherlyn yang duduk melamun sendirian sambil mengaduk-aduk es jeruk yang ada di depannya.

__ADS_1


Dia masih memikirkan kejadian tadi….


Sherlyn duduk disana hampir 2 jam sampai satu-persatu anak-anak sekolahnya datang karena jam segitu bel istirahat bunyi.


Saat dia sedang melamun, tiba-tiba keempat temanya datang meja nya.


Mereka semua duduk di meja itu dengan ekspresi datar tapi juga kepo dengan masalah Sherlyn.


"Sherlyn, kamu kenapa sih. Kalau ada masalah cerita dong sama kita." Ucap Neta.


Sherlyn yang melamun tidak engah kalau teman-temanya ada mejanya.


Sampai Della yang duduk disamping Sherlyn, mencubit tangan Sherlyn.


"Auuuh." Ucapnya sambil mengusap bekas cupitan Della.


"Kamu nggak sadar kita ada disini Loh." Ucapnya kesal.


"Sorry, aku tidak melamun."


"Kamu ada masalah apa sih, kok tadi kamu tiba-tiba ninggalin kelas." Ucap Jessi.


"Iya, kamu kenapa ?" Ucap Tias yang duduk disamping kursi Jesi.


"Enggak apa-apa aku cuman lagi malas masuk pelajaran bu Sri." Ucapnya sambil tersenyum terpaksa.


"Ini tidak ada hubunganya dengan Lendra kan?" Ucap Neta tidak percaya dengan perkataan Sherlyn.


"Bukan!"


"Please nggak usah bahas dia, aku lagi nggak mood." 


"Kalian sebenarnya pacaran atau gimana sih, aku bingung dengan sikapmu yang tiba-tiba membenci nya tapi tiba-tiba bilang dia pacarmu."


"Bisa nggak usah bahas dia!" Ucapnya dengan nada suara yang marah.


Keempat teman Sherlyn langsung diam dengan raut wajah jengkel.


Tiba-tiba dalam keheningan itu, Sherlyn melontarkan kalimat pertanyaan yang masih disimpan nya setelah kejadian mereka mabuk-mabuk berat sampai dia tidak sadarkan diri.


"Setelah kita mabuk di bar, kok aku bisa pulang terpisah dari kalian?"

__ADS_1


Bersambung …..


__ADS_2