Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 47 Cemburu


__ADS_3

Keesokan paginya.


Suara siulan burung-burung kecil yang bertengger di tangkai pepohonan membuat Zanna dan Arga bangun dari tidurnya. 


Mereka berdua membuka kedua matanya secara bersamaan dengan posisi kepala Arga yang berbaring diatas dada Zanna, sedangkan Zanna menyenderkan kepalanya di jendela.


Zanna merasa ada sesuatu yang aneh sedang menempel di dadanya.


Sedangkan Arga merasa seperti sedang berbaring di bantal empuk.


Dia menggesek-gesekkan pipinya sambil tersenyum.


Saat dia membuka matanya.


Pupil matanya membesar melihat bungkit menonjol.


Dengan waktu yang bersamaan Zanna melihat ke bawah.


Dia melihat Arga yang berbaring di tengah-tengah dadanya.


Zanna yang kaget langsung berteriak sambil memukul kepala Arga.


"Aaahhh!!!!" 


Arga memegangi kepalanya bangun, pindah ke kursi kemudi.


Zanna menutupi tubuhnya dengan kedua tangan yang menyilang menatap Arga dengan tajam.


Dia terlalu terkejut karena Arga berbaring di atas dadanya.


"Apa yang kamu lakukan, kepalaku bisa-bisa benjol." Ucapnya dengan raut wajah yang marah sambil mengusap-ngusap kepalanya.


"Maaf Mas, aku tadi reflek karena kaget."


"Apa masih sakit." Ucapnya mencoba menyentuh kepala Arga.


"Tidak apa-apa." Ucapnya memegang pergelangan tangan Zanna yang hampir menyentuh kepalanya.


"Benar tidak apa-apa Mas?"


"Iyaaa," 


Arga melepaskan tangan Zanna.


"Mas Arga…."


"Ada apa lagi?"


"Untuk kejadiaan tadi malam aku minta maaf yah, Aku paling takut kalau dibecandain gaya gitu. Jadi tanpa sadar aku menonjok wajah Mas."


"Sudah tidak perlu pikirkan masalah itu, aku sudah melupakannya." Ucapnya datar.


Arga tidak mau mengingat kejadian itu karena dia merasa malu jatuh pingsan karena pukulan seorang wanita.


"Aku tidak habis pikir, wanita lembut sepertinya punya tenaga sekuat itu." Batinya.


"Sekarang sebaiknya kita cari orang untuk menolong kita."


Arga keluar dari mobil berdiri di jalan menunggu kendaraan lewat disana.


Zanna ikut keluar menemani Arga berdiri pinggir jalan.


Saat ada mobil yang lewat, Arga langsung menepikan tangan kanannya meminta bantuan.


Tapi mobil itu terus berjalan tanpa melirik merek berduan.


"Sial!" Ucapnya kesal menarik kembali tangannya.


Tiba-tiba ada mobil lagi yang lewat Arga langsung menggerakan tanganya, tapi lagi-lagi mobil itu melewati mereka begitu saja.


Arga berbalik menendang mobilnya.


Brungk!!!


"Sial!" 

__ADS_1


"Ada apa dengan mereka semua! Apa mereka semua buta, tidak melihat kita sedang membutuhkan tumpangan." Ucapnya marah.


"Sabar Mas Arga, mungkin mereka lagi terburu-buru." Ucapnya sambil memegang pundak Arga.


"Biar aku saja, aku pastikan akan mendapatkan tumpangan." Ucapnya dengan percaya diri.


Mereka berdua kembali berdiri di pinggir jalan menunggu seseorang menolong mereka.


Beberapa menit kemudian dari jarak jauh mereka berdua sudah melihat ada mobil yang akan lewat.


Zanna sontak bersiap-siap melangkah satu langkah kedepan.


Dia langsung menarik ikatan rambutnya di depan Arga sambil ngepas-ngepasin rambut panjangnya yang berkilau.


Zanna berdiri dengan posisi tolak pinggang seperti model sambil  menepih tangannya dengan senyuman manis yang diperlihatkannya .


Arga melihat tingkah istrinya shock tidak bisa bicara apa-apa selain berdiri melongo kaget.


Arga semakin Shock saat mobil yang datang itu berhenti tepat di depan Zanna.


Zanna berhasil menghentikan mobil itu.


Pria yang seumuran dengan Arga keluar dari mobil itu menghampiri Zanna.


"Nona manis butuh bantuan apa ?" Ucap pria itu senyum-senyum.


"Bisakah Tuan memberikanku tumpangan." Ucap Zanna tersenyum manis menatap pria itu sambil menghempaskan rambutnya.


Arga mengerutkan dahinya, melihat Zanna yang berubah 180 derajat.


Zanna berubah menjadi wanita yang genit didepan pria.


"Tentu saja Nona, aku akan mengantarkan Nona kemana pun Nona mau." Ucap pria itu mengedipkan matanya.


"Tuan memang pria tampan dan baik hati." Ucapnya tersenyum manis.


Pria itu mau menarik tangan Zanna mengajaknya masuk ke dalam mobilnya.


Tapi tiba-tiba Arga datang merangkul pinggang Zanna.


Pria itu terkejut. Apa lagi dengan Zanna dia juga ikut terkejut menoleh ke samping melihat Arga yang tersenyum melihatnya.


Dia tidak percaya Arga menciumnya.


"Apa aku mimpi, Mas Arga tadi menciumku." Batinnya, sambil memegang pipinya.


"Makasih sudah membantu kami, Jangan lupa yah dengan perkataan anda tadi antar kami sampai rumah." Ucapnya berjalan menggandeng pinggang Zanna masuk ke dalam mobil pria itu.


Sedangkan pria itu masih berdiri di depan mobil Arga dengan ekspresi bingung.


Dia pikir Zanna saja yang memerlukan tumpangan tapi ternyata dengan suaminya.


Arga mengeluarkan kepalanya dari jendela memanggil pria itu.


"Hey, kapan kita berangkat kalau anda terus berdiri disitu." Teriaknya.


Pria itu langsung berbalik kembali ke mobilnya.


"Adduhhh." Ucap pria itu menepuk Jidatnya.


Akhirnya Arga dan Zanna berhasil mendapatkan tumpangan dan sekarang mereka bisa pulang ke rumah.


Di dalam mobil Zanna yang masih terkejut, duduk diam menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.


Dia masih memikirkan ciuman tadi.


Wajahnya sampai memerah karena malu.


Zanna tiba-tiba menutup wajah mengingat kejadian tadi.


Arga melihat itu menoleh ke samping.


"Ada apa?" 


Zanna membuka kedua matanya bergeser sedikit menjauh dari Arga mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


Pria itu memperhatikan Zanna dari kaca spion sambil senyum-senyum.


Arga melihat itu, langsung merangkul pinggang Zanna, menarik tubuh mungil Zanna dipeluknya.


Zanna lagi-lagi menoleh ke samping melihat tingkah aneh Arga.


"Mas Arga kenapa?" Batin nya, bingung.


Arga mempererat pelukannya sampai Zanna menempel dengan dirinya.


Disisi lain.


Di kediaman rumah besar Tomo.


Kebiasaan di pagi hari Tio selalu melakukan aktivitas olahraga.


Di halaman belakang tampak Tio yang sedang push up.


Wajah dan tubuhnya dipenuhi dengan keringat yang bercucuran.


Ini adalah kebiasaan yang dia lakukan di amerika setiap hari.


Di depan pintu belakang ada Sherly yang sedang memperhatikan kakaknya.


Dia datang baru-baru saja.


Sherlyn pergi menghampiri kakaknya itu.


Dia tiba-tiba duduk di atas punggung Tio yang sedang push up.


Tio tetap melakukan Push up walaupun Sherly duduk diatas punggung nya.


"Kakak…."


"Ada apa." 


"Minta uang doang kak, temen-temenku mengajak aku pergi ke Mall. Masa aku pergi nggak bawa uang."


"Kamu turun dulu!"


"Kakak mau kasih." Ucapnya bersemangat.


"Iya, kamu turun dulu."


Sherlya langsung turun dari punggung kakaknya.


Wajahnya yang tadi cemberut langsung berubah ceria, mendengar Kakaknya akan memberikannya uang.


Tio pergi mengambil hpnya yang ada meja teras belakang rumah.


"Kamu memang butuh berapa?" Ucapnya berjalan kembali ke Sherlyn.


"Nggak banyak-banyak kok kak cuman 10 juta aja." Ucapnya sambil tersenyum lebar.


"Kakak langsung kirim di rekeningmu."


"Makasih kakak." 


Sherly memeluk Tio, sebagai ucapan terima kasihnya karena Tio langsung memberikan uangnya tanpa berpikir panjang.


"Sama adik Cantikku." Ucapnya mengusap-usap kepala adiknya.


Hp Sherly berdering dari sms banking.


Sherly senang uangnya sudah masuk, mencium kedua pipi Tio.


Dia melepaskan pelukannya pergi kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan bersama teman-teman sekolahnya.


Sherly berlari menaiki tangga dengan buru-buru karena sebentar lagi teman-temannya akan datang menjemputnya.


Sedangkan Tio juga ikut berhenti berolahraga, dia kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih sebelum dia pergi menemui Zanna.


Hari ini dia berencana datang ke rumah Zanna untuk bertemu Zanna sekaligus meminta maaf karena dia sudah pergi tanpa pamit pada Zanna.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2