Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 79


__ADS_3

Di Restoran bintang lima ada 2 mobil taksi berhenti di depan, Arga dan Clara keluar dari taksi yang sama. Sedangkan Zanna keluar dari mobil taksi yang berbeda.


Mereka bertiga berjalan masuk bersama ke dalam Restoran.


"Willkommen in unserem Restaurant." Ucap pelayan sambil membuka pintu untuk mereka bertiga.


Satu pelayan wanita datang menghampiri mereka untuk mengantarkan mereka ke meja kosong disana.


Pelayan itu membawa mereka di meja nomor 7,  posisinya berdampingan dengan jendela kaca besar yang memperlihatkan keadaan luar restoran.


Arga dan Clara duduk di meja itu, dan Zanna juga menarik kursi mau duduk.


"Siapa yang menyuruhmu duduk disini."


Perkataan Arga membuat tangan Zanna berhenti menarik kursi.


"Kamu duduk disana." Ucap Arga menunjuk meja kosong berada di belakang Clara.


Tanpa membantah sama sekali Zanna mengikuti perintah suaminya itu, ia duduk di meja yang dikatakan Arga.


Kesabaran Zanna benar-benar diuji saat ini. Karena Zanna yang tidak bisa melawan dia hanya bisa mengelus dada menunggu semua itu berakhir entah kapan.


Pelayan berada disana menunjukan menu makan yang ada di sana pada Arga dan Clara.


Mereka memesan beberapa makanan berat, dessert dan satu botol Wine.


Arga mau menyuruh pelayan itu pergi ke meja Zanna untuk menanyakan apa yang dia inginkan, tapi Clara melarangnya.


"Tunggu Mbak." Ucapnya menghentikan pelayan itu.


"Ada apa sayang, kamu mau memesan yang lain." Tanya Arga.


"Tidak, tapi menurutku Zanna pasti tidak biasa makan-makanan yang seperti kita dan dia tidak tau makan apa saja direstoran mahal seperti ini. Jadi biar aku saja yang pesan untuknya."


"Baiklah terserah padamu."


Clara kembali meminta menu makan ke pelayan, mulai memilih makan apa yang harus dia pesan untuk Zanna.


Sebuah senyuman mengambang di wajahnya, dia sudah tau menu makan apa yang cocok untuk Zanna.

__ADS_1


"Mbak pesan ini yah, untuk wanita yang disebelah." Ucapnya sambil menunjuk ke belakang.


Pelayan itu mengangguk dan pergi.


Zanna menoleh kebelakang melihat Arga sekilas, tapi dia kembali menoleh.


"Untuk apa aku berpikir Mas Arga akan mengajakku duduk makan bersama mereka. Aku lebih baik disini dan tidak pernah menoleh." Batinnya.


Untuk mengalihkan pikiran dari mereka berdua, Zanna memilih untuk melihat ponselnya mencari berita terbaru di sosmed.


Saat dia sedang men scroll istagram, sebuah foto jaman SMAnya muncul di berandanya.


Foto itu di upload oleh salah satu teman SMAnya, dimana difoto itu Tio dan Zanna tampak masih sangat polos, itu adalah awal masuk sekolah.


"Adai saja kau tidak pergi saat itu, mungkin hubungan kita tidak akan sejauh ini." Bantinya.


Zanna kembali mengingat masa-masa manis yang mereka lalui bersama.


Sebuah kenangan indah bersama Tio masih tersimpan di memori kepalanya.


Zanna menoleh ke kaca yang berada di sampingnya melihat orang-orang yang lalu lalang, mata seketika terfokusnya dengan satu pasang anak muda yang bergandengan tangan sambil membawa es krim.


Di malam yang indah, rembulan bersinar terang dilangit.


Di pinggir jalan ada anak muda sedang menggendong seorang wanita di belakang punggungnya, wanita yaitu tampak asik mengunyah gulali kapas berwarna pink yang hampir habis dari gulungannya.


Wanita itu menyodorkan gulungan gulai itu ke bibir pria itu.


"Coba deh, rasanya enak."


"Tidak, kamu tau aku tidak suka makan yang terlalu manis." Ucap pria itu dengan lembut menolak pemberian kekasihnya itu.


"Kamu harusnya sekali-sekali mencobanya, kalau kamu tidak mau mencoba aku akan marah padamu."


Wajah wanita itu langsung cemberut, meletakan dagunya diatas bahu kekasihnya.


"Baiklah, satu suapan. Setelah itu tidak ada lagi."


Senyuman kembali di wajah wanita itu. Akhirnya kekasihnya itu mau juga mencoba jajanan pasar malam, salah satu makan kesukaannya saat pergi ke pasar malam.

__ADS_1


Wanita itu mencubit gulali kapas, menyuapi kekasihnya.


"Bagaimana rasanya, enakkan?"


"Enak..."


Pria itu mengangguk dengan ekspresi wajah yang mengkerut.


Melihat wajahnya kekasih mengerut, wanita itu tiba-tiba mencium pipi kekasihnya dari samping.


Wajah mengerutnya kekasih itu berubah menjadi senyuman manis.


"Zanna kamu mulai nakal yah." Ucapnya malu-malu


"Biarin, aku kan nyium pacarku sendiri, bukan pacar orang kok."


Zanna yang merasa kesal ditegur Tio, mencium pipi Tio berulang-ulang.


"Siapa yang mau memarahiku." Teriak Zanna ditengah jalan yang sepi.


"Aku mau dengar apa ada yang mau memarahiku karena mencium pacar ku sendiri." Teriaknya.


"Hentikan..."


Hahahaha …..


Tio tertawa melihat Zanna yang ngambek, marah-marah berteriak di jalanan.


"Tidak ada yang berani memarahimu, kalau ada yang berani memarahimu. Aku yang akan memarahinya, beraninya dia memarahi pacarku yang cantik ini, aku saja tidak berami memarahinya."


"Tentu saja kamu harus memarahinya, apa lagi kalau ada orang itu membuatku menangis. Kamu harus memarahinya."


"Aku janji padamu, selama aku bersamamu tidak ada yang berani memarahimu atau membuat air matamu jatuh."


Kata-kata janji yang dibuat Tio ternyata benar-benar terjadi setelah dia berpisah dari Tio, air mata terus berjatuhan


Saat dia bersama nya, Tio bahkan tidak bisa melihat Zanna sedih apalagi menangis. Saat air matanya mau jatuh Tio langsung menghapusnya meminta untuk tidak menangis.


Tapi sekarang tidak ada lagi yang menghapus air matanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2