Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 7 Minta Cerai


__ADS_3

Zanna menangis sambil menarik jas Arga tidak terima.


"Kenapa kamu melakukan ini padaku Mas!" Ucapnya menangis.


"Aku lebih baik minta cerai daripada harus dimadu." Ucapnya menangis.


"Ceraikan aku Mas!" Sambungnya.


Arga mendorong tubuh Zanna sampai jatuh ke lantai.


Brungk!!!


"Aku tidak akan menceraikanmu sampai Omah yang memintanya padaku!" Ucapnya jongkok di depan Zanna.


"Kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini!" Ucapnya marah dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.


Arga mencengkram dagu Zanna mengangkat dagunya ke atas dengan kasar tanpa perasaan sampai Zanna terlihat kesakitan 


"Itu resiko yang harus kamu terimah, karena kamu bersedia menikah denganku.


Arga dan Clara melewati Zanna begitu saja, dia bahkan seperti tidak dianggap ada didalam rumah itu.


Arga merangkul pinggang Clara menuntunnya masuk ke dalam rumah, dia bahkan membawa Clara masuk ke dalam kamar yang seharusnya Arga dan Zanna tidur bersama.


Sebagai istri pertama Zanna bahkan tidak pernah menempati kamar itu, dan sekarang Clara yang baru saja menikah sudah mengambil ahli.


Di kamar, Arga membuka pintu kamarnya mempersilakan Clara masuk dengan sambutan yang hangat.


"Kamu akan tidur disini bersamaku." 


"Lalu istri pertama mu dimana?"


"Kamu tidak perlu pikirkan dia, pikirkan saja kesehatanmu dan anak kita. Dia punya kamar sendiri."


Clara tiba-tiba memeluk Arga dengan raut wajah yang sedih.


"Aku takut!"


"Kamu takut apa?"


"Aku takut istri pertamamu akan melukai anak kita nantinya karena kecemburuannya melihat aku mengandung anakmu."


"Dia tidak bisa melakukan itu selama aku bersamamu! Aku akan selalu melindungi kamu dan anak kita ini."


"Aku harap perkataanmu bukan omong kosong belakang Mas."


"Aku janji padamu."


Disisi lain.


Setelah diterpa berita berita buruk Zanna duduk didepan meja makan dengan wajah yang penuh Air mata dengan tatapan yang kosong.


Pupuslah harapan Zanna untuk membangun rumah tangganya yang harmonis bersama Arga yang baru saja berjalan 1 satu bulan.


Itu semua karena orang ketiga yang muncul di dalam rumah tangganya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Hatiku sangat sakit mengetahui Mas Arga menikah lagi dibelakangku ditambah lagi wanita itu sudah mengandung anak mas Arga." 


"Aku harus apa Ya Tuhan." Batinnya.


"Ya Tuhan apa yang engkau persiapkan untukku." Batinnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan aku memohon kepadamu, kuatkan hati dan jiwaku menghadapi cobaan yang engkau berikan." Batinnya.


Tiba-tiba ponsel Zanna berdering.


Kring…


Kring…


Kring…


Zanna mengambil ponselnya yang ada di atas meja.


Melihat ada panggilan telepon dari ibunya Zanna menghapus tetesan air matanya.


Sebelum mengangkat telepon ibunya Zanna menarik nafas panjang mempersiapkan hatinya masih galau gulanda. 


"Assalamualaikum ibu." 


"Wa'alaikumussalam nak, bagaimana kabarmu dan Arga?" Ucapnya duduk di sofa sembari menonton acara Tv.


"Alhamdulilah, aku dan Mas Arga sehat bu."


"Syukurlah, kapan kalian datang ke rumah, semenjak kalian menikah kamu dan suamimu belum pernah datang." Ucapnya meluapkan kerinduannya ke anak semata wayangnya.


"Iya Bu, nanti aku dan Mas Arga datang kerumah tapi tunggu Mas Arga punya waktu yah bu."


"Kalau memang suamimu sibuk, biar Ibu saja yang datang ke rumah kalian." 


Zanna Spontan melarang Ibunya datang kerumah.


"Jangan bu! Biar aku saja dan Mas Arga yang datang ke rumah Ibu." Ucapnya panik.


"Ada apa? Kenapa kamu melarang ibu datang."


"Sebaiknya aku tidak perlu datang dulu kesana, biarkan saja mereka menghabiskan waktu berdua." Batinnya.


Ibu Zanna bahagia mendengar Arga yang sering membawa Zanna bersamanya saat berpergian keluar kota.


"Ya sudahlah kalau begitu, Ibu tidak akan memaksa. Kalau suamimu sudah tidak sibuk datang kerumah, Ibu sangat rindu padamu." 


"Iya bu, aku pastikan akan datang. Aku juga rindu pada Ibu."


"Yah sudah Ibu tutup teleponnya dulu, titip salam sama Arga."


"Iya bu, nanti aku sampaikan."


Ibu Zanna mematikan teleponnya.


Zanna menarik nafas legah Ibunya tidak memaksa untuk datang ke rumah mereka.


Kalau Ibu Zanna sampai memaksa datang, hubungan Arga yang tidak seharmonis yang dikatakan Zanna akan terbongkar.


"Masalah ini tidak boleh sampai ibu tau, aku tidak mau ibu sampai kepikiran karena masalahku dan Mas Arga."


"Biar aku sendiri yang menyelesaikan masalah ini, Ibu tidak perlu sampai tau." Sambungnya.


Disisi lain 


Clara yang bosan duduk di dalam kamar meminta Arga untuk menemaninya turun mencari makanan.


Clara dan Arga turun sambil bergandengan tangan takut sampai Clara terjatuh saat berjalan, jadi Arga tidak mau melepaskan tangan Clara saat menuruni anak tangga.


Zanna yang duduk di meja makan berbalik mendengar ketukkan sepatu di lantai.

__ADS_1


Zanna berdiri dari meja makan dengan raut wajah yang tidak enak, dia berniat pergi dari sana tidak ingin melihat mereka berdua.


Zanna melewati Arga dengan kepala tertunduk ke bawah dengan perasaan yang campur aduk.


Tiba-tiba Arga memegang tangan Zanna.


Zanna menghentikan langkahnya berbalik ke samping dengan raut wajah yang terkejut.


"Ada apa Mas?"


"Siapkan makanan untuk kami!" Ucapnya datar.


Zanna diam menundukkan kepala.


"Kenapa kamu diam."


"Cepat siapkan!" Ucapnya membentak Zanna.


Zanna yang kaget dengan teriakan Arga membuat tubuhnya gemetaran.


Clara menengok ke samping sambil tersenyum.


"Tolong yah, aku dan Mas Arga sudah lapar." Ucapnya dengan nada lembut.


"Kalau aku tidak makan nanti anakku juga tidak makan, jadi tolong yah Zanna." Sambungnya.


Zanna lagi-lagi diam dengan kepala yang tertunduk.


"Kenapa diam, kamu tidak dengar apa yang dikatakan istriku!" Ucapnya membentak.


"Istriku? Lalu aku apa dimatamu Mas." Batinnya.


"Cepat siapkan!" Ucapnya mendorong Zanna sampai ke meja makan.


Untung saja Zanna tidak terbentur ke meja makan, dia menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya dimeja makan.


Hati Zanna kembali sesak melihat sikap Arga yang membedakan dirinya dengan Clara.


"Cepat siapkan." Teriak Arga marah.


Zanna menahan tangis dan amarahnya menguatkan dirinya untuk tidak menunjukan air matanya di depan Arga.


Zanna bangkit berjalan sambil berpegangan di pinggiran meja makan.


Arga menarikkan kursi untuk Clara duduk, dia tampak bahagia melihat Clara yang hamil.


Arga duduk disamping Clara.


Sedangkan Zanna berdiri menyiapkan piring dan air minum untuk mereka berdua.


Zanna diperlakukan seperti pembantu oleh mereka berdua.


Mereka berdua mengumbar kemesraan mereka di hadapan Zanna tanpa memikirkan bagaimana perasaan Zanna melihat kemesraan mereka.


Zanna terus bertahan tidak membiarkan air matanya jatuh.


Setelah Zanna memberikan piring di depan mereka Zanna pergi ke dapur karena tidak mau melihat kemesraan mereka.


Zanna duduk bersandar memeluk tubuhnya yang kecil sambil menangis tanpa suara. Air matanya bercucuran di wajahnya.


Hatinya hancur berkeping-keping.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2