Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 12 Rumah sakit


__ADS_3

"Apa kamu masih ingat dengan ciri-ciri fisik wanita itu?"


"Wanita itu punya tubuh yang tinggi langsing. Rambutnya hitam kecoklatan dan kulitnya putih."


"Tidak salah lagi, itu pasti Clara." Batinnya.


"Jadi bagaimana Nyonya, apa kami harus menunggu disini."


"Tidak perlu, kalian lebih baik pulang. Jangan menampakkan diri kalian di depan putraku." Ucapnya matikan teleponnya.


Tiba-tiba...


"Ibu telponan sama siapa tadi?" Ucapnya Sherly berdiri di belakang ibunya.


Ibu Arga kaget sontak berbalik ke belakang.


"Kamu, bikin ibu kaget saja!" Ucapnya marah.


"Aku kan cuman tanya bu, kok ibu marah-marah nggak jelas." Ucapnya bingung.


"Tidak usah banyak tanya, ini bukan urusan kamu." Ucapnya pergi.


"Ibu kenapa sih, marah-marah nggak jelas. Aku bingung sih." Ucapnya berbalik pergi.


Di rumah Arga.


Arga dan Clara masuk ke dalam rumah, rumah tampak sunyi dengan beberapa lampu yang belum menyala.


Arga menyalakan lampu di ruang tengah.


"Tumben rumah ini gelap, ke mana perginya wanita itu." Ucapnya melihat sekelilingnya mencari keberadaan Zanna.


Biasanya Zanna akan duduk di ruang tamu atau di meja makan menunggunya pulang, tapi dia tidak melihat Zanna di kedua tempat itu.


Bahkan meja makan yang biasa sudah dipenuhi masakan yang dibuat Zanna, tidak ada satupun yang ada di atas meja.


"Sayang, kamu cari apa sih sampai segitunya."


"Wanita itu kemana, kenapa dia belum menyiapkan makan malam. Padahal perutku sangat lapar." 


"Ngapain sih kamu cari dia, aku kan ada disini." Ucapnya marah.


"Tidak mungkinkan kamu yang masak."


"Kita makan diluar aja yuk!" Ucap Clara merangkul tangan Arga.


Arga melepaskan tangan Clara.


"Tunggu disini!" Ucapnya pergi.


Clara menghentakkan kedua kakinya di lantai dengan raut wajah kesal.


"Dasar Wanita sialan, dia sudah bisa membuat Arga gelisah mencarinya." Ucapnya marah.


 Arga pergi menemui Pak Darto di pos penjaga.


"Tuan Arga, ada apa kesini?" Ucapnya keluar dari pos.


"Ke mana perginya Zanna?" 

__ADS_1


"Ouh, Nona Zanna ada rumah sakit Tuan."


"Rumah sakit?" Ucapnya terkejut.


"Iya Tuan, Nona Zanna mengantarkan Niko ke rumah sakit karena Niko jatuh pingsan setelah perkelahian Tuan dan Niko." 


"Sejak kapan dia pergi?"


"Tadi sore Tuan."


"Dimana Niko dirawat?"


"Di Rumah Sakit Medika Tuan."


Setelah mengetahui Zanna yang pergi ke rumah sakit, Arga berbalik pergi.


Bukanya masuk kedalam rumah, Arga malah masuk ke dalam mobil memutar mobilnya meninggalkan rumah.


Bersamaan Clara keluar mencari Arga, tapi sayangnya Arga sudah pergi.


"Sayang, tunggu!" Teriaknya berdiri depan teras.


Di rumah sakit.


Tampak Zanna yang duduk kursi depan brankar Niko sambil tidur pulas di ujung kasur.


Saat kedua mata Niko terbuka, sorot matanya langsung mengarah ke arah Zanna yang tertidur bagaikan putri tidur.


Niko menarik senyuman di wajahnya.


"Tuan Arga beruntung mendapat istri secantik dan semanis Nona Zanna."


Zanna tiba-tiba bangun.


Zanna mengangkat kepalanya dengan mata yang masih terpejam sambil merenggangkan kedua tangannya ke atas.


Saat Zanna membuka kedua matanya, dia kaget melihat Niko yang sudah sadar.


Sontak Zanna berdiri dari kursinya, tapi karena Zanna baru bangun, dia kehilangan kendali sampai Zanna terjatuh di pelukan Niko.


"Auh" teriak Zanna.


Kedua pupil mata Niko membesar dengan ekspresi wajah terkejut, bagaimana tidak bibir Zanna ternyata mendarat di pipinya.


Saat yang bersamaan Arga masuk ke dalam.


Melihat kejadian itu Arga sontak langsung berlari menarik lengan Zanna.


"Mas Arga." Ucapnya kaget.


Plank!!!


Arga menampar Zanna.


"Bukannya pulang ke rumah, kamu malah bermesraan disini dengan sopirku." Ucapnya marah.


"Bukan seperti itu Mas." Ucapnya sedih.


"Kamu salah lihat." Ucapnya meraih tangan Arga.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan!" Ucapnya menepis tangan Zanna.


"Perempuan menjijikan! Kamu memang tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Tomo." Ucapnya pergi.


Niko bangun dari brankar, beranjak turun ingin menjelaskan semua kesalahpahaman pada Arga.


"Tunggu Mas!" Ucapnya mengejar Arga.


Niko ikut mengejar tapi dia hanya sampai di depan pintu kamarnya.


Niko tidak mau sampai Arga akan lebih marah pada Zanna. 


Dia lebih memilih membiarkan Zanna dan Arga bicara berdua lebih dulu, setelah itu dia baru akan memnjelaskannya.


Sepanjang lorong, Zanna terus mengejar Arga.


"Mas dengarkan aku dulu." Ucapnya meraih tangan Arga.


Dan lagi-lagi Arga menepis tangan Zanna.


Arga masuk ke dalam lift, saat itu juga Arga mendorong Zanna sampai terpental, agar dia tidak masuk ke dalam lift bersama nya.


Brungk!!!


Saat Zanna bangkit, pintu lift tertutup.


"Mas Arga." Ucapnya memukul lift.


"Aku harus mengejar Mas Arga." 


Zanna masuk ke lift satunya yang bersebelahan.


Di Dalam lift Zanna gelisah ingin cepat sampai di lantai satu.


Lift terbuka, Zanna buru-buru keluar mencari Arga, dia bahkan tidak sengaja menabrak wanita yang lewat di depannya.


"Maaf mba." Ucapnya sambil berlari.


Zanna keluar dari rumah sakit, berdiri di halaman sambil menangis mencari kemana perginya Arga.


"Mas kamu pergi kemana?" Ucapnya berputar ditempat mencari Arga.


Tiba-tiba mobil Arga muncul melewati Zanna.


Zanna yang mengenali mobil suaminya, langsung mengejar mobil hitam itu.


"Mas dengar aku dulu!" Ucapnya teriaknya sambil berlari mengejar.


Arga yang melihat Zanna dari kaca spion mempercepat kecepatan mobilnya sampai Zanna tersandung dan terjatuh ke aspal.


"Mas Arga! Aku mohon dengarkan aku dulu." Ucapnnya menangis. 


Arga berniat datang menjemput Zanna di rumah sakit, karena dia ingin Zanna pulang memasak untuknya.


Apa lagi tadi Arga sengaja tidak mau makan diluar karena dia merasa ada seseorang yang akan memasak untuknya di rumah.


Semenjak makan siang itu, Arga jadi ketagihan untuk makan masakan Zanna.


Tapi saat dia datang menjemput istrinya, dia malah melihat kejadian yang dia anggap menjijikan. Itu karena Zanna masih berstatus menjadi istrinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2