Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 46 Tidur Bersama


__ADS_3

Zanna yang takut tinggal sendiri diluar, ikut mengejar Arga masuk kedalam mobil.


Arga menyandarkan kepalanya ke jendela, pusing bagaimana mereka bisa pulang.


Hpnya juga mati jadi dia tidak bisa menghubungi siapapun.


Zanna membuka pintu masuk duduk dengan raut ketakutan.


"Mas Arga kita pulangnya gimana?"


"Kita terpaksa tidur di mobil, besok pagi baru kita cari bantuan." 


"Tapi Mas…."


"Ada apa lagi?"


"Apa tidak bahaya kalau kita tidur di mobil, bagaimana kalau nanti ada penjahat lewat."


"Lalu kita mau tidur dimana, memangnya disini ada penginapan!"


"Tidak ada Mas"


"Kalau begitu nggak usah bawel, kamu tidur saja."


Arga tampak kesal dengan Zanna yang terus-terusan bertanya bagaimana mereka bisa pulang.


"Ini juga gara-gara kamu, kalau kamu tidak pergi ke rumah Ibumu. Aku pasti ada di apartemen Clara sekarang."


Mendengar hal Itu Zanna sakit hati dengan ucapan Arga.


"Aku tidak meminta Mas untuk mengantarku ke rumah ibuku, Mas sendiri yang memaksa untuk mengantarku kan. Kenapa tiba-tiba menyalahkanku, aku bisa pergi dengan Niko." Ucapnya dengan raut wajah yang marah.


Zanna langsung diam tidak mau bicara apa-apa lagi dengan Arga.


Dia berbalik melihat ke jendela sambil menyenderkan kepalanya.


"Mas Arga benar-benar keterlaluan." Batinya.


"Dia tidak memikirkan bagaimana perasaanku." Batinya.


Di sisi lain.


Di apartemen, Tampak Clara yang masih duduk di sofa sambil menikmati bir.


Clara sudah menghabiskan 4 gelas bir menunggu Arga sambil menonton Film 365 day dengan durasi 1 jam 56 menit.


Hampir dua jam dia duduk di sofa, tapi Arga tidak muncul-muncul di apartemennya.


Karena Clara yang sudah jengkel mematikan televisinnya mengambil hpnya menelepon Arga.


Nomor Arga tidak bisa dihubungi.


Clara melempar hpnya ke sofa.


"Arga kemana sih, dia bilang sudah mau pulang. Tapi kenapa dia belum sampai juga. Memang perjalanan dari perusahaan sampai kesini butuh waktu berjam-jam, Haa." Ucapnya dengan nada suara yang tinggi.


Wajah tampak sangat marah mengetahui Nomor Arga tidak aktif.


"Ini sudah jam 11, dia pergi kemana sebenarnya. Dia tidak mungkin lembur."


"Atau jangan-jangan dia pulang ke rumah istri pertamanya." Ucapnya berdiri dari sofa melempar gelas yang dia pegang ke lantai.


Pyar…..


 


Gelas itu pecah dengan air bir merah yang tercecer di lantai.


"Dia menipuku!" 

__ADS_1


Wajah Clara tampak sangat marah, dia pikir sekarang Arga sedang menghabiskan waktu bersama dengan Zanna di rumah.


"Aku tidak akan memaafkanmu Arga."


Clara mengambil botol bir yang dipersiapkannya untuk Arga. Dia melemparkan semua botol itu ke lantai.


Pyar….


Pyar…..


Pyar….


Semua botol itu pecah dan berserakan di lantai. 


Dia tidak terima Arga mempermainkan dirinya seperiti ini. 


"Kamu bilang akan datang tapi mana buktinya." Teriaknya marah.


"Aaaahhh" teriaknya.


"Aku akan membunuhmu Zanna." Ucapnya marah dengan mata yang berapi-api akan kecemburuannya.


Di sisi lain.


Zanna yang tidak bisa tertidur, hanya bisa duduk menatap layar ponselnya. Dia tidak berani melihat keluar.


Zanna menoleh ke samping melihat Arga yang sudah tertidur pulas.


"Mas Arga kenapa bisa tidur dengan begitu tenang." 


"Aku memejamkan kedua mataku saja sulit." Ucapnya mengeluh pada dirinya.


"Kenapa sih aku, penakut sekali."


Zanna tampak gelisah di dalam mobil.


Dia sangat takut dengan tempat-tempat gelap, maka dari itu kenapa Zanna ingin pulang secepatnya, ditambah lagi dengan suara bintang malam membuatnya semakin takut.


"Mas, Mas, Mas " Ucapnya sambil menarik-narik baju Arga.


Arga bangun dengan mata yang masih setengah tertutup.


"Ada apa lagi, kenapa kamu selalu mengganggu ketenanganku." Ucapnya kesal karena Zanna mengganggu tidurnya.


"Mas jangan tidur dulu, aku takut sendirian." Ucapnya memegang tangan Arga.


"Apa sih yang kamu takutkan. Kita ada di dalam mobil tidak ada yang akan mengganggumu." Ucapnya dengan nada suara yang kesal.


"Kamu maunya apa?"


"Temaniku aku sampai tertidur, aku takut sendirian."


"Astaga…." Ucapnya mengusap wajahnya.


"Baiklah, kamu tidur saja duluan. Aku akan berjaga."


Arga mengikuti kemampuan Zanna, daripada Zanna terus-terusan merengek lebih baik dia mengikutinya.


"Mas Arga nggak akan tidurkan ?"


"Tidak, kamu tidur saja." 


Zanna pun menyandarkan kepalanya ke jok mobil, perlahan memejamkan kedua matanya.


Tiba-tiba 


Serettt!!


Zanna membuka kedua matanya melihat wajah Arga begitu dekatnya.

__ADS_1


Arga menurunkan kursi Zanna, agar Zanna bisa tidur dengan nyaman dan tidak mengganggunya lagi.


"Mas Arga tampan sekali." Ucapnya menatap wajah Arga dari samping, jantungnya berdebar kencang.


"Mas apa yang kamu lakukan?"


Zanna Menatap mata Arga dengan tatapan yang serius.


Arga menatap balik Zanna dengan tatapan sama, perlahan-lahan mendekat wajahnya ke wajah Zanna.


Melihat wajah Arga yang semakin dekat dengannya, dia langsung memejamkan matanya karena takut.


Tiba-tiba Arga berbisik di telinga Zanna membuatnya bulu kuduknya merinding.


"Aku melihat ada wanita rambut panjang di kursi belakang sedang melihatmu." Ucapnya berbisik.


Zanna yang mendengar ucapan Arga sontak menarik baju Arga dengan tenaga yang kuat sampai tubuh Arga Jatuh diatas Zanna dengan matanya terpejam.


Brungk!!!!


Arga bisa merasakan tangga Zanna yang gemetar di dadanya yang masih memegang bajunya karena ketakutan.


Arga cuman berniat bercanda dengan Zanna, tapi dia tidak sangka Zanna akan setakut ini.


Tubuh mereka berdua menempel seperti perangko.


"Mas suruh dia pergi…" ucapnya nada suara yang ketakutan.


Melihat raut wajah Zanna yang ketakutan, Arga menarik senyuman tipis di wajahnya.


Arga tiba-tiba tertawa….


HAHAHAHAHAHA


Zanna sontak mengintip dari ujung matanya.


"Kenapa Mas Arga tertawa, apa mas tidak takut sama sekali dengannya?" Ucapnya heran.


"Aku cuman mengerjaimu. Kenapa kamu setakut itu." Ucapnya sambil tertawa.


"Mas Arga keterlaluan." Ucapnya marah membuang muka.


Zanna belum sadar kalau tubuhnya dan Arga menempel sampai saat dia merasakan ada sesuatu yang menonjol besar bersentuhan dengan punyanya.


Zanna menoleh kembali menatap Arga dari atas Sampai bawah.


"Aaaahhhh!" Teriaknya, 


Zanna menonjok wajah Arga.


Bung!!!


Tonjokan Zanna mendarat sempurna di pipi Arga.


Arga sontak jatuh dipelukan Zanna tidak sadarkan diri.


"Mas, Mas, Mas." Ucapnya menggoyang-goyangkan kepala Arga.


Arga jatuh pingsan bukan cuman karena tonjokan Zanna tapi ternyata Zanna juga mengangkat lututnya menendang ******** Arga.


"Aduh gimana ini, Mas Arga pingsan." Ucapnya panik.


"Mana tubuh Mas Arga berat, aku tidak bisa mendorong tubuhnya." Ucapnya berusaha menggeser tubuh Arga dari atas tubuhnya.


Tapi tubuh Arga tidak bergeser sedikit pun, akhirnya Zanna menyerah melakukanya dan dia menyandarkan kepalanya di jendela.


Jidatnya dipenuhi dengan keringat yang bercucuran karena capek mendorong tubuh Arga yang beratnya hampir 75 kg dengan tinggi Arga 180 kg sedangkan tubuh Zanna mungil, mana bisa mengangkat tubuh Arga.


Dia terpaksa tidur dengan posisi seperti itu sampai esok paginya.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2