
Tio keluar dari mobil Arga sambil menggendong Zanna, berlari masuk ke dalam rumah sakit dengan kemeja putihnya yang sudah dipenuhi darah Zanna.
Mereka membawa Zanna menggunakan mobil Arga, karena Arga yang minta agar dia juga ikut bersama mereka. Dari pada membuang waktu untuk berdebat akhirnya Tio setuju.
"Perawat!" Teriaknya dengan raut wajah yang marah masuk ke dalam rumah sakit.
Perawat yang menjaga di meja resepsionis, berlari keluar mengambil brankar menghampiri Tio.
"Ada apa dengannya Tuan?" Ucap perawat itu.
"Dia lukai dengan seseorang diperutnya." Ucapnya dengan wajah panik.
"Tolong hubungi Dokter Tirta sekarang juga, katakan padanya ada pasien yang dalam kondisi gawat darurat." ucap perawat itu menyuruh rekan nya yang masih di meja resepsionis.
"Baik."
Perawat itu langsung menghubungi Dokter Tirta agar segera kesana menangani Zanna, sedangkan Tio membaringkan Zanna di atas brankar dan dia tidak melepaskan tangan Zanna dari genggamannya.
Dia ikut berlari di samping brankar sambil menggenggam tangan Zanna yang penuh dengan darah.
Mereka membawa nya langsung ke ruang ICU karena Zanna sudah tidak sadarkan diri.
Di depan ruang ICU, Tio dihentikan saat brankar Zanna masuk ke dalam.
"Mohon Tuan tunggu di luar, biar kami yang menanganinya." Ucap perawat itu berdiri di depan pintu ICU.
"Biarkan saya menemaninya!"
Tio benar-benar sangat khawatir dengan Zanna sampai dia tidak mau pergi dari sisinya.
"Maaf Tuan, tidak bisa."
Perawat itu tetap tidak memperbolehkan Tio masuk.
Dokter yang dipanggil oleh perawat untuk menangani Zanna sudah datang.
Saat Dokter itu datang, Tio menghentikan Dokter itu.
"Dokter tolong selamatkan nyawanyabagaimana pun caranya. Pastikan Zanna kembali sadar!"
Tio memohon pada dokter untuk memastikan keselamatan Zanna.
"Tuan tenang, biar kami menangani dulu. Setelah itu saya baru bisa memastikan bagaimana dengan keselamatannya."
Dokter itu masuk ke dalam UCI bersamaan dengan perawat yang menutup pintu ruang ICU.
Di dalam para perawat sedang membersihkan luka tusuk di perut sebelah kiri Zanna dan perawat lainnya memeriksa tekanan darah Zanna.
"Dokter tekanan darahnya drop!"
Dokter itu langsung memeriksa denyut nadi Zanna.
"Denyut nadinya juga melemah."
"Siapkan ruangan operasi sekarang!"
Dokter memutuskan untuk mengambil tindakan operasi akibat tusukan pisau ditemukan di bagian Usus halus, luka dibagian perut bisa mengakibatkan pendarahan di dalam rongga perut dan bisa juga menginfeksi rongga perut.
Jika tidak segera dilakukan operasi maka akan berakibat fatal, Zanna bisa kehilangang nyawanya.
Selagi Perawat pergi menyiapkan ruang operasi, Dokter dan perawat menghentikan pendarahannya dan memasangkan Zanna alat bantu pernafasan.
Di luar ICU Tio berdiri mondar mandir menunggu kabar dari dalam.
Tiba-tiba perawat itu keluar.
__ADS_1
Tio langsung menanyakan bagaimana kondisi Zanna didalam.
"Bagaimana kondisi?." Ucapnya panik dengan perasaan yang campur aduk.
"Tunggu dokter Tirta keluar, dia yang akan menjelaskannya bagaimana kondisi pasien."
Setelah mengatakan itu perawat pergi dengan terburu-buru, semakin membuat nya khawatir.
Tio yang benar-benar marah mengkhatamkan tangan ke tembok.
Bung!!!
"Aaahhh." Teriaknya melepaskan marah dan kekecewaanya.
Dia sangat sedih melihat wanita yang dia cintai dalam keadaan tidak sadarkan didalam ruang ICU.
Dia kecewa pada dirinya yang tidak bisa melindungi Zanna.
Tiba-tiba Arga muncul dengan wajahnya yang marah menarik Tio.
Bungk!!
"Apa yang lakukan padanya!" Ucapnya memukul wajah Tio.
Tio yang tidak terima dipukul Arga, melayangkan pukulan di wajah Arga.
"Bajingan!" Teriak marah, memukul pipi Arga sampai membuat Arga terjatuh ke lantai.
Arga bangkit mendorong Tio ke tembok menonjok hidung adiknya.
Brungk!!!
"Kenapa Zanna bisa terluka!" Ucapnya marah menarik kerah baju Tio dengan tatap yang tajam.
Tio melepaskan kedua tangan kakaknya dari kerah bajunya dengan paksa.
"Suami macam apa yang membiarkan istrinya setiap hari menderita karena suaminya lebih mencintai wanita lain."
"Itu bukan urusanmu, Zanna istriku dan kamu siapa!" Ucapnya marah melototi Tio.
Tiba-tiba pintu ruang ICU terbuka, Dokter dan perawat membawa Zanna keluar dari ruang ICU.
Sontak Tio berlari menghentikan mereka membawa brangkar Zanna.
"Kalian mau bawa kemana dia!"
Dokter melepaskan tangan Tio.
"Tuan, kami akan membawanya ke ruang operasi. Karena luka tusuknya mengenai bagian usus, jadi kami harus secepat melakukan tindak operasi sebelum rongga perutnya perdarahan dan Infeksi. Jika tidak operasi sekarang, Ini akan akibat fatal."
"Lakukan yang terbaik Dok, semua biaya akan aku selesaikan sekarang juga."
"Baik Tuan."
Para Perawat membawa Zanna ke ruang Operasi.
Arga datang menarik Tio.
"Apa maksudmu! Kamu pikir aku tidak bisa membayar biaya rumah sakit untuk istriku." Ucapnya menarik kerah baju Tio.
Dokter Tirta melihat Arga mengamuk langsung melerai pertengkaran mereka.
"Tolong Tuan jangan buat keributan disini, Ini rumah sakit."
"Kalau kalian masih mau bertengkar, saya akan memanggil Security untuk membawa kalian keluar."
__ADS_1
Arga terpaksa melepaskan tangannya dari pada dia harus dia diusir dari sana.
Dokter itu pergi menyusul para perawat, dan Tio ikut menyusul Dokter Tirta.
"Ada apa dengannya, kenapa dia begitu peduli dengan Zanna."
Arga bingung dengan sikap Tio yang terlalu peduli dengan istrinya, padahal setaunya mereka baru bertemu sehari.Tapi sikap Tio sudah melebih dari sikap adik terhadap kakak iparnya.
Karena rasa penasaran Arga pergi ke ruangan operasi menemui adiknya, mempertanyakan kenapa adiknya itu sangat peduli dengan istrinya.
Saat dia sampai disana Tio berdiri depan pintu ruang operasi menundukkan kepala, berdoa untuk keselamatan Zanna.
Arga tidak pernah melihat adiknya sekhawatir itu pada orang lain.
Ini sudah jelas Tio ada sesuatu pada Zanna.
"Tio…"
Mengangkat kepalanya melirik ke samping melihat kakaknya dengan tatapan yang penuh emosi.
"Kenapa kamu masih disini!" Ucapnya dengan ada yang marah.
"Aku suaminya jelas aku disini."
Tio tiba-tiba tertawa seperti orang gila.
"Kamu gila!" Ucap Arga heran.
Tio menghentikan tawanya menarik baju Arga.
"Suami?"
"Apa kamu memperlakukan Zanna seperti seorang istri?" Ucapnya dengan tatapan tajam.
"Atau kamu hanya memperlakukannya seperti pajangan semata!" Teriaknya marah melotot.
Saat ini Tio sangat marah terhadap kakaknya, karena kakaknya tidak bisa menjaga Zanna.
"Itu urusanku, kamu tidak berhak ikut campur!" Ucapnya melepaskan tangan adiknya.
"Ceraikan Zanna!"
Sontak Arga mendorong Tio ke tembok dengan ekspresi wajah yang sangat marah menarik kerah baju Tio.
Brungk...
"Apa maksud dari kata-katamu!" Teriaknya marah, sampai wajahnya merah.
"Kamu menyukai kakak iparmu sendiri." Ucapnya menonjok wajah Tio.
Tio membalas pukulan Arga.
Bung...
Pukulan Tio mendarat sempurna di mata Arga.
"Kalau kamu cuman bisa menyia-nyiakan Zanna. Lebih baik kamu kembalikan dia padaku." Ucapnya marah.
"Apa maksudmu mengembalikan Zanna padamu?"
Arga bingung dengan perkataan adiknya meminta Zanna dikembalikan.
"Kembalikan wanitaku!"
Bersambung…..
__ADS_1