Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Epsisode 70


__ADS_3

Setelah menjalani perawatan dirumah sakit selama 4 hari akhirnya Zanna diperbolehkan pulang oleh dokter.


Di kediaman rumah Arga, tampak mobil Tuan Arga memasuki pekarangan rumah.


Didepan teras rumah berdiri Keluarga besar Arga dan Clara, menunggu kepulangan Zanna kembali ke rumah.


Arga turun dari pintu belakang sambil menggandeng tangan Zanna keluar bersamanya, dari pintu depan ada Dion yang ikut keluar.


Clara yang melihat Arga begitu dekat dengan Zanna datang menghampiri mereka, seolah-olah dia peduli dengan kesehatan Zanna padahal dia hanya ingin menjauhkan Arga dari Zanna.


"Kamu akhirnya pulang juga, kita semua sudah menunggumu." Ucapnya sambil menarik kedua tangan Zanna menggenggamnya dengan erat.


"Iyaa, dokter bilang aku sudah boleh pulang."


Zanna tersenyum bahagia akhir dia bisa pulang kembali ke rumah dengan Arga yang selalu berada disampingnya menemaninya.


Setelah mengantar pulang Clara kerumah, Arga terus berada di rumah sakit 24 jam tidak meninggalkan Zanna.


Arga punya alasan tersendiri kenapa dia tidak mau meninggalkan Zanna karena dia tidak mau memberikan kesempatan Tio dan Zanna berduaan saja.


Dia akan memastikan adiknya akan kalah, dan Zanna akan terus berada disampingnya walaupun Zanna harus menerima kenyataan kalau Arga hanya mencintai Clara seorang.


Melihat Clara yang sok asik dengan Zanna nenek Arga, menyuruh cucunya membawa Zanna masuk lebih dulu agar Zanna bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan Clara.

__ADS_1


"Arga kenapa kamu diam saja, bawa istrimu masuk."


"Iya Omah."


Arga merangkul bahu Zanna membawanya masuk kedalam rumah diikuti dengan anggota keluarga inti Arga dan Clara masih berdiri di depan pintu dengan raut wajah yang kesal tidak terima Arga menyentuh Zanna.


"Aku tidak boleh membiarkan ini terus berlanjut." Ucapnya berbalik masuk kedalam.


Keluarga Inti Arga duduk di ruang keluarga, sedangkan Arga mengantarkan Zanna ke kamar nya untuk beristirahat.


"Kalau kamu ingin sesuatu kata saja padaku, aku akan mengambilkannya untukmu." Ucapnya sambil menarik selimut menutupi tubuh Zanna.


"Iya Mas."


"Aku pergi kebawah dulu menemui Omah dan Ibu, kamu istirahat saja dulu."


"Iya Mas."


Di ruang keluarga.


Tio memegang tas yang berisi baju-baju Zanna meminta Izin pada Neneknya untuk pergi ke kamar Zanna.


"Omah aku akan pergi ke kamar Kakak ipar mengantarkan tasnya."

__ADS_1


Neneknya mengangguk yang artinya dia boleh pergi, tapi tiba-tiba Arga muncul dan mendengar itu semua.


"Biar aku saja, berikan tasnya." Ucapnya berdiri dibelakang Tio.


"Tidak perlu kak, biar aku saja. Sekalian aku mau pergi melihat kakak ipar." Ucapnya tersenyum tipis.


"Tidak perlu repot-repot aku saja yang membawakannya." Ucap Arga berusaha menghentikan Tio.


"Tidak apa-apa kak, kakak temani saja Istri keduamu itu. Lihat wajahnya betapa cemburunya dia melihatmu bersama Kakak ipar." Ucapnya menepuk pudak Arga pergi meninggalkan ruang keluarga.


Clara menunjukan raut wajah yang cemberut saat Arga melihat ke arahnya.


Melihat wajah Clara, dia sudah tau pasti dia akan kena omel dari istri keduanya itu. Daripada timbul keributan lagi karena amarah Clara, Arga tidak menyusul Tio, dia malam memilih duduk disamping Clara menemani nya bersama keluarga besarnya.


Disisi lain Tio pergi ke kamar Arga mencari Zanna, tapi dia tidak melihat Zanna di dalam kamar itu. Dia teringat  dengan kamar yang ada di sebelah kamar Arga dimana kamar itu pernah dia pakai tidur.


Tio langsung bergegas ke kamar itu, dan benar dugaanya Zanna tidak tidur dikamar Arga tapi dikamar sebelah.


"Tio? ada apa kamu kesini?" Ucapnya bingung melihat Tio di depan pintu kamarnya.


"Aku hanya ingin membawakan tasmu saja." Ucapnya sambil berjalan masuk ke dalam.


Tio menaruh tas itu di lantai samping tempat tidur Zanna dan dia duduk ujung kasur, perlahan meraih tangan Zanna.

__ADS_1


"Tinggalkan kakakku dan menikahlah denganku!"


Bersambung....


__ADS_2