
Melihat Clara terjatuh, dia langsung berlari menuruni tangga menghampiri Clara yang sudah tergeletak pingsan di lantai.
Darah merah segar mengalir di kaki Clara.
Zanna yang panik langsung berlari keluar memanggil Pak Darto.
"Pak Darto…." Teriaknya berdiri di depan teras dengan raut wajah ketakutan terjadi sesuatu pada kandungan Clara.
Pak Darto langsung berlari menghampiri Zanna.
"Ada apa Nona?"
"Mbak Clara jatuh dari tangga kita harus membawanya ke rumah sakit." Ucapnya panik.
Pak Darto dan Zanna langsung lari masuk ke dalam.
Pak Darto mengangkat tubuh Clara membawanya ke luar menuju ke mobil sedangkan Zanna berlari ke atas mengambil tasnya.
Zanna benar-benar panik sampai lupa memberitahu Arga, mereka langsung pergi ke rumah sakit.
Di Perusahaan Arga tengah berada di ruangan meeting bersama beberapa karyawannya membahas tentang proyek besar akan mereka jalankan bulan depan
Arga mendengar penjelaskan karyawannya tentang konsep pembangunan yang akan mereka buat.
Suara hp Arga berdering di tengah-tengah rapat membuat karyawan wanita yang sedang menjelaskan itu berhenti.
Arga mengambil hpnya dari dalam jasnya, ada panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
"Hallo…"
__ADS_1
"Mas Arga ini aku Zanna," Ucapnya panik berdiri didepan meja staf rumah sakit.
Zanna menggunakan telepon rumah sakit untuk menghubungi Arga karena dia tidak membawa hp.
"Kamu tau aku punya rapat penting pagi ini, kamu sudah mengganggu waktuku." Ucapnya kesal mau mematikan telepon.
"Mbak Clara jatuh dari tangga Mas." Teriaknya.
Sontak Arga berdiri dari kursinya, semua para karyawan tampak kebingungan melihat raut wajah Arga tiba-tiba berubah.
"Apa!" Ucapnya kaget,
Arga langsung berlari keluar dari ruang rapat.
Semua karyawan berdiri dari kursinya masing-masing.
"Sepertinya Tuan Arga mendapat telepon penting." Ucap salah satu karyawan pria yang duduk bersebelahan dengan wanita itu.
Di luar ruangan Arga berlari masuk ke dalam lift dengan raut wajah yang penuh dengan kekhawatiran.
"Kalian sekarang ada di mana?" Ucapnya panik.
"Aku sekarang ada di rumah sakit Anugerah, Mbak Clara masih ditangani oleh dokter Mas."
"Aku akan segera ke sana!" Ucap Arga mematikan teleponnya.
Bersamaan dengan pintu lift yang terbuka, Arga langsung berlari keluar dari perusahaan menuju ke parkiran.
Mobil Arga melaju dengan kecepatan tinggi keluar dari parkiran ke jalan raya.
__ADS_1
Arga yang panik tidak mempedulikan mobil-mobil yang ada disekitarnya. Mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan Zanna berada dirumah sakit juga khawatir dengan kandungan Clara, dia tidak mau sampai terjadi sesuatu pada bayi yang dikandung Clara.
Zanna terus mondar-mandir di depan ruangan menunggu Dokter yang memeriksa Clara keluar.
"Semoga Mbak Clara dan kandungannya baik-baik saja." Batinya.
Saat Zanna gelisah dengan keselamatan Clara dan kandungannya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Dokter yang menangani Clara keluar.
Zanna sontak langsung menghampiri dokter itu.
"Bagaimana dengan keadaan ibu dan anak yang ada di dalam kandunganya dok?"
"Maafkan saya Nona, dia mengalami keguguran akibat benturan keras yang menghantam perutnya."
"Ya tuhan, ini salahku. Seharusnya aku bisa menahannya." Ucapnya sedih berjalan mundur.
"Kita harus menerimanya, ini sudah takdir Tuhan." Ucap Dokter wanita itu pergi.
Zanna menguatkan hatinya masuk ke dalam melihat kondisi Clara yang masih terbaring lemah di atas brankar.
Dia berdiri di samping Clara.
"Dia kehilangan bayinya, aku tidak tau harus bilang apa padanya saat dia sadar." Ucapnya sedih.
"Dia pasti akan sangat sedih mengetahui bayinya sudah tidak ada." Sambungnya.
Bersambung….
__ADS_1