Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 33 Melindungi


__ADS_3

Di tengah perjalanan pulang, Niko singgah ke toko supermarket karena ada sesuatu yang harus dia dibeli.


Zanna pun ikut menemani Niko masuk ke dalam supermarket.


Mereka berjalan beriringan masuk ke lorong-lorong di dalam supermarket melihat barang-barang apa saja yang ada di sana.


Niko berhenti dan mengambil 3 sikat gigi dan satu botol sampo merek Head and shoulder.


"Apa Nona tidak mau membeli sesuatu, mumpung kita ada di supermarket?" Ucapnya menoleh ke sampingnya.


"Tidak ada, kalau kamu sudah selesai ayo kita pergi ke kasir." 


"Baiklah kalau begitu." 


Zanna jalan lebih dulu dan Niko berjalan di belakang.


Saat Zanna ingin keluar dari lorong pergi belok ke kanan, dia tiba-tiba berhenti dengan raut wajah shock melihat di depan kasir ada seorang pria yang sedang berdiri menodongkan senjata ke arah kasir wanita itu.


"Berikan semua uangnya." Teriak pria itu melotot.


"Cepat !" Teriknya memukul meja.


Wanita itu tampak ketakutan sambil mengangkat kedua tanganya ke atas kepala, dia tidak berani mengeluarkan uang sepeserpun dari dalam laci mesin kasir.


Wanita itu melihat Zanna muncul membuat mata wanita itu melirik ke arah Zanna.


Sampai membuat pria itu curiga dan berbalik ke belakang melihat apa yang dilihat wanita kasir itu.


Tapi dia tidak melihat ada seseorang disana.


"Siapa kau lihat!" Teriaknya marah sambil menodongkan senjatanya.


Wanita itu tidak berani berbicara, dia bungkam dengan seribu bahasa.


Sebelum pria itu berbalik, Niko langsung menarik Zanna masuk ke dalam lorong. Itu sebabnya kenapa pria itu tidak melihat Zanna saat dia berbalik.


Mereka berdua jongkok.


Zanna yang ketakutan melihat pria itu, membuat tubuhnya gemetar.


Niko yang melihat ketakutan Zanna menggenggam tangannya.


"Nona jangan takut, aku akan melindungi Nona." Ucapnya menatap mata Zanna yang ketakutan.


"Wanita itu tidak akan dibunuh kan?" 


Zanna menatap Niko dengan mata yang dipenuhi ketakutan jika pria itu akan membunuh wanita itu dan bagaiman dengan nasip mereka.


"Kita harus menyelamatkannya." Ucapnya beranjak berdiri.


Niko menarik tangan Zanna kembali jongkok. 


Pria itu hampir saja melihat Zanna.


Karena merasa ada yang memperhatikannya, pria itu perlahan-lahan berjalan mendekat tempat Zanna dan Niko sambil mengangkat senjatanya lurus ke depan bersiap menebak siapapun dia lihat.


Saat dia sampai di depan lorong ketiga, pria itu langsung melepaskan pelatuk pistolnya berdiri menembak dari samping.

__ADS_1


Door!!!


Zanna dan Niko tidak ada disana, mereka berada di lorong ke empat.


Mendengar suara tembakan Zanna semakin ketakutan sampai Niko harus memeluk Zanna untuk membuat rasa takutnya sedikit berkurang.


Zanna menutup wajahnya dipelukan Niko dengan tubuhnya yang gemetaran.


"Aku akan selalu melindungimu, walaupun aku akan mengorbankan nyawaku untuknya." Batinnya.


"Dengarkan aku Nona, kalau Nona ingin menyelamatkan wanita itu. Sekarang Nona harus berjalan merangkak pergi lewat ke belakang memutar ke lorong pertama agar bisa sampai di kasir, dan saat Nona sampai langsung hubungi polisi." Ucapnya dengan nada suara yang pelan.


"Nona harus berani, nona tidak boleh takut." Ucapnya melepaskan pelukkan.


"Akan ku lakukan." Ucapnya mencoba melawan rasa takutnya.


Zanna perlahan-lahan berjalan merangkak pergi ke lorong sebelah dengan jantungnya berdebar kenyang, takut kalau pria itu melihatnya.


Sedangkan pria itu juga perlahan-lahan berjalan mendekat ke lorong keempat sambil mengangkat pistolnya.


Saat ujung pistol itu muncul, Niko langsung menendang pistol itu sampai terpental masuk ke bawah tempat kulkas pendingin minuman kaleng.


Niko muncul di depan pria itu bersiap mengajarnya dengan tangan kosong.


Kesal karena pistolnya dibuang, pria itu mengeluarkan belati dari dalam jaket tebalnya. Memperlihatkan belatinya didepan Niko.


"Bajingan!" Teriak pria itu berlari mau menusuk Niko.


Mata pria itu melotot dengan ekspresi wajah yang ketakutan.


Tiba-tiba pria itu berteriak kesakitan sampai wajahnya memerah.


"Aaaaaah!!!"


Niko ternyata mematahkan pergelangan tangan pria itu sampai membuat pisau yang dipegangnya terjatuh ke lantai.


Niko menghatam tulang rusuk pria itu dengan tendangan keras.


Brungk...


"Aaaaaaaah!!!" 


Pria itu lagi-lagi berteriak kesakitan 


Satu tendangan pemberian Niko rasanya membuat tulang rusuknya mau patah.


Bukan hanya itu Niko kembali mengangkat tubuh pria itu melemparnya ke kaca supermarket.


Brungk !!!!


Pria itu terpental jatuh ke lantai, rasanya semua tulangnya sekarang remuk. Dia sudah tidak bisa lagi bangun dan menghajar Niko.


Niko berjalan mendekati pria itu dengan aura dingin dan tatapan yang kejam.


Dia berdiri depan pria itu dan tiba-tiba menginjak kepala pria itu dengan kakinya.


Dia menekan kepala pria itu ke lantai dengan keras sampai wajahnya merah dan kepalanya yang sakit bagaikan ditindih dengan batu besar.

__ADS_1


"Kamu sudah membuat Nonaku gemetar!" Ucapnya semakin kuat menekan kepala pria itu.


"Bajingan…." Teriaknya kesakitan.


"Lepaskan!!!!" Teriaknya marah.


Pria itu berusaha memukul-mukul kaki Niko agar melepaskan kakinya dari kepala pria itu.


Tapi usahanya tidak bisa berhasil.


Niko malah menginjak tangan pria itu dengan kaki satunya.


Dia menginjaknya sampai tangan pria itu berdarah dan bahkan rasanya tulang jarinya juga akan ikut remuk.


Niko benar-benar menyiksa pria itu sampai pak polisi datang.


Pak polisi langsung menangkap pria itu memborgol tangannya.


Dan bawa pria itu keluar dari supermarket.


Sedangkan Zanna yang masih ketakutan bersembunyi dibawah meja kasir bersama wanita itu.


Mereka berdua tidak berani melihat keluar, sampai Niko datang menjemputnya.


"Kondisi sudah aman, kalian bisa keluar sekarang." 


Wanita kasir itu langsung buru-buru bangkit keluar dari bawah meja.


Wanita kasir itu mengucapkan terima kasih pada Niko karena sudah menyelamatkan tokohnya dari penjahat.


Zanna juga perlahan-lahan merangkak keluar.


Niko membantu Zanna keluar dengan cara memberikan tangannya untuk Zanna berpengang.


Dia tidak tega melihat Zanna yang baru saja keluar dari rumah sakit, harus tersiksa karena ketakutan.


"Kamu tidak terluka kan." Ucap Zanna khawatir.


Niko tersenyum lebar melihat Zanna yang bisa mengkhawatirkan dirinya, itu seperti keajaiban baginya.


"Aku tidak apa-apa Nona."


"Syukurlah," ucapnya spontan memeluk Niko.


Niko terkejut sampai jantungnya seperti berhenti berdetak, tubuhnya bahkan sampai panas dingin.


Melihat kemesraan Zanna dan Niko, wanita kasir itu terharu.


"Kalian pasangan yang sangat romantis, satu melindungi dan satu mengkhawatirkan pasangannya." 


Zanna yang sadar dengan tindakan itu, langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf aku tidak bermaksud apa-apa." 


"Tidak apa-apa Nona."


Zanna merasa sangat malu dengan tindakannya itu, dia memeluk pria yang bukan suaminya.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2