Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 82


__ADS_3

Flashback 


Di hotel, tampak Tio masuk ke dalam Lift. Dia baru saja selesai makan malam di lantai bawah tepatnya di restoran hotel.


Dia mau kembali ke kamar hotel, tapi dia tiba-tiba kepikiran dengan apa yang dilakukan Zanna sekarang, jadi dia memutuskan untuk pergi ke kamar Zanna yang letaknya ada di lantai 4.


Tapi saat dia sampai di sana, Zanna sudah berdiri di depan lift dengan wajah murung dan pandangan kosong.


Dia ingin sekali menyapanya, tapi dia tidak bisa melakukannya sekarang. Dia ingin membuat Zanna menyesal dengan keputusannya.


Tio pergi keluar dari lift itu, sebelum Zanna menyadari kehadirannya.


Saat Liftnya tertutup Tio menelpon sekretaris yang masih ada di restoran hotel.


Kring....


Kring....


Kring....


"Halo Tuan, ada apa Tuan menelponku?"


Sekretaris nampak sedang duduk makan.


"Sekarang kamu pergi ke lobby ikuti kemana Zanna pergi, dan laporan semua apapun kegiatannya."


"Baik Tuan."


Sekretaris Tio langsung berdiri dari kursinya meninggalkan mejanya, buru pergi ke lobby.


Saat dia sampai di lobby, dari balik tembok, dia melihat Zanna yang dimarahi dengan Arga.


"Kakak dari Tuan Tio ternyata sangat jahat pada istrinya. Kasihan sekali dia."


Saat mereka pergi, sekretaris Tio juga ikut pergi naik taksi mengikuti mereka sampai di restoran.


Sekretaris Tio duduk di meja 15 tidak yang jauh dari mereka, dari sana dia memperhatikan Zanna.


Dia berbicara di telepon dengan Tio memberitahu semua apa yang dia lihat, dari mulai kejadian di lobby sampai perlakuan Arga yang melarang Zanna duduk bersama, semuanya dia ceritakan terus terang pada Tio.

__ADS_1


"Arga benar-benar keterlaluan!"


Tio naik pitam mendengar semua laporan sekretarisnya. Dia yang tidak bisa melihat Zanna diperlakukan seperti  sampah oleh kakaknya. 


Dia langsung meninggalkan kamar hotelnya pergi menyusul mereka untuk menjemput Zanna pulang.


Walaupun dia ada di tengah jalan sedang mengemudi mobil, telepon antara sekretaris nya tidak ia putuskan, dia mau terus mendengar apa yang terjadi disana.


"Tuan..."


"Ada apa?"


"Ada sesuatu yang terjadi pada Nona Zanna Tuan."


"Apa maksudmu, bicara dengan jelas. Aku sebentar lagi sampai."


"Nona Zanna terus-terusan menggaruk tangannya, setelah dia memakan sup yang dibawa pelayan."


"Jangan-jangan alerginya kambuh lagi."


"Tuan, Nona Zanna tiba-tiba pergi."


"Ikuti dia, jangan biarkan dia pergi sendiri." Tio mempercepat kecepatan mobilnya.


"Baik Tuan."


Brungk!!!!


Semua makan yang dipegang pelayan itu berserakan di lantai.


"Astaga." Ucapnya mengerutkan keningnya.


"Saya tidak mau tau, Tuan harus mengganti semua makan ini." Ucap pelayan itu marah-marah.


"Katakan berapa harus saya bayar."


"Tuan harus ketemu menejer saya untuk menghitung semua kerugiannya."


Tio yang mendengar suara perdebataan sekretarisnya dan pelayan itu, bertanya "Apa yang terjadi, dimana Zanna."

__ADS_1


"Maaf Tuan, aku tidak bisa mengikuti Nona Zanna. Aku ditahan oleh pelayan Restoran karena sudah menjatuh makan mereka."


"Tidak bisa diandalkan!" Ucapnya marah mematikan ponselnya melemparnya ke kursi di sebelahnya.


Tio mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi di jalan raya, dia tidak memperdulikan mobil-mobil yang ada disekitarnya.


Saat dia sampai di restoran, ia turun dari mobil mencari Zanna sekitaran sana tapi tidak melihatnya dimana pun.


"Kemana dia pergi."


Mata Tio berkeliling berputar ditempat mencari Zanna, tiba-tiba tetesan hujan jatuh membasahi hidungnya.


Karena akan turun hujan Tio kembali ke dalam mobilnya, memutuskan mencari Zanna menggunakan mobil.


Dia mencari Zanna disekitaran jalan yang tidak jauh dari restoran, matanya tidak berhenti menengok ke jendela mobil berharap bisa menemukannya.


"Ayolah Zanna, kamu pergi kemana." Ucapnya cemas melihat ke luar jendela.


Suara klakson mobil tiba-tiba saling bersahutan di jalan raya seorang pria tiba-tiba berlari menerobos jalan, Tio tidak memperdulikan itu, mata terus mencari keberadaan Zanna sambil mengemudikan mobilnya.


Mata yang tidak bisa berhenti mencari Zanna seketika fokus ke satu objek di depan matanya.


Dia langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan, berlari keluar mengejar Zanna yang juga berlari.


"Zanna "  teriaknya sambil berlari.


Teriakan Tio tidak dengar Zanna yang berlari ke tengah jalan.


"Zanna Awaasss." Teriak Tio melotot berdiri di pinggir Jalan kaget hampir Zanna ditabrak mobil untung saja Zanna bisa menghindar.


Tio berjalan menghapiri Zanna yang berdiri tengah jalan.


Langkahnya seketika terhenti, jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Rasanya dadanya tiba-tiba sesak luar biasa, dia seperti tidak bisa bernafas.


Kejadian yang tidak pernah ia bayangan, akan terjadi didepan mata kepalanya sendiri. Wanita yang selalu dia ingin lindungi, ditabrak mobil tepat di depan matanya.


Hujan tiba-tiba turun begitu deras, Tio berlari memasuki kerumunan orang, berteriak memanggil nama Zanna.


"Zanna...." Teriaknya, bersimpuh di depan Zanna yang tergeletak sadarkan diri di jalan.

__ADS_1


Tio memeluk tubuh Zanna berteriak dibawah hujan deras "Zanna!!!"


Bersambung.....


__ADS_2