Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 57 Acara ulang tahun Perusahaan


__ADS_3

Pagi hari…..


Di kamar Sherlyn.


Tampak Tio yang tertidur di sofa menemani adiknya sepanjang malam.


Dia tidak meninggalkan adiknya karena dalam kondisi mabuk, jadi dia tidur disana sepanjang malam.


Sherlyn bangun, mengangkat kedua tangannya ke atas sambil menguap.


Dia belum sadar kalau ada Tio di kamarnya.


Dia mengingat kejadian kemarin malam, dimana dia bersama teman-teman menghabiskan waktu di bar sampai mereka mabuk berat.


"Bagaimana aku bisa pulang?" Ucapnya mengingat kembali kejadian semalam, siapa orang yang mengantarnya pulang.


Tiba-tiba Sherly memegangi tubuhnya dan ************ yang terasa sakit.


"Apa yang aku lakukan semalam."


Wajah Sherly panik mengingat semua kejadian yang dia lalui semalam.


Dia mengacak-ngacak rambutnya.


"Bodoh sekali aku terlalu sibuk sampai aku tidak sadar melakukannya dengan pria yang tidak aku kenal sama sekali." Batinya.


Sherlyn beranjak berdiri dari tempat tidurnya ingin pergi ke kamar mandi.


Saat dia melihat ke arah sofa, dia baru sadar ada Kakaknya di kamar nya.


"Kakak?" Ucapnya kaget.


"Berarti kakak atau aku pulang keadaan mabuk. Bagaimana ini, kakak bisa marah."


Kepala nya sakit memikirkan semua kejadian semalam ditambah dengan kakaknya tau kalau dia mabuk-mabukan, membuatnya semakin pusing.


Tio tiba-tiba bangun.


Sherlyn semakin takut, sampai tubuhnya keringat dingin.


Tio punya sifat yang berbeda dengan Arga yang membuat Sherlyn lebih takut.


Karena Tio punya sifat baik tapi kalau dia sudah marah besar, itu akan sangat menakutkan.


Dan amarahnya itu hampir tidak pernah dia tunjukkan pada keluarganya.


Pernah sekali amarahnya keluar saat Tio dan Arga bertengkar usia mereka masih anak-anak


Saat itu Arga mengejek Tio sebagai anak yang bodoh tidak mempunyai kemampuan apapun baik akademik maupun non akademik.


Dan sejak kecil kedua orang tuanya lebih menyayangi Arga karena Arga lebih unggul dari pada Tio, membuat Tio seperti anak tiri.


Disaat mereka berdua sedang bermain, Arga melontarkan kalimat itu lagi berulang-ulang mengejek Adiknya sampai Tio yang masih umur 13 tahun, berkelahi dengan Arga sampai mereka berdua babak belur.


Setelah berbaring di rumput, Sherlyn pikir perkelahian kakaknya akan selesai. Tapi nyata Tio bangun mengambil batu yang cukup besar mengkhatamkan batu itu ke kepala Arga sampai berdarah.


Sherlyn melihat itu langsung berteriak memanggil ibuunya dan neneknya.


Sherlyn menangis sejadi-jadinya sampai Ibu dan Neneknya datang menghentikan Tio melukai Arga.


Akibat kejadian itu Arga harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan 25 jahitan di kepalanya.


Saat itu Tio benar-benar ingin membunuh kakaknya, karena tidak suka dengan perilaku kakaknya yang selalu menganggapnya bodoh, dan sejak itu hubungan Tio dan Arga semakin jauh.

__ADS_1


Sherlyn yang menjadi saksi kejadian itu, tidak berani mengganggu atau membuat Tio marah.


Karena akibatnya bisa fatal.


"Kakak kenapa tidur disitu?" 


Tion beranjak duduk di sofa.


"Duduk, kakak ingin bicara padamu." Ucapnya dengan nada serius.


Tanpa berkata apa-apa Sherlyn duduk di samping kakaknya.


"Semalam kamu dari mana?"


"Anu kakak…."


Belum Sherlyn bicara Tio memotong ucapannya.


"Jangan bertele-tele, katakan yang sebenarnya kamu kemana kemarin malam."


"Aku pergi bersama-temanku ke bar, kami terlalu banyak minum sampai kami mabuk."


"Bukannya kamu bilang mau pergi belanja, kenapa kamu berbohong?"


"Aku tidak berbohon, kita ke pergi belanja, tapi malamnya teman-temanku mengajakku pergi ke bar."


"Kakak lebih suka kamu menghabiskan uang kakak untuk belanja daripada menghabiskanku untuk minum."


"Kakak juga pernah muda, tapi tidak seperti ini."


"Kakak peringatkan jauhi teman-teman seperti itu, karena itu hanya akan membuat hidupmu rusak. Jika hidupmu rusak maka tidak akan bisa kembali seperti semula lagi."


"Kamu perempuan, harus pintar menjaga dirimu.  Jangan sampai mahkota diambil dengan orang tidak bertanggung jawab."


Kalimat itu seperti sebuah panah yang menancap di hatinya.


Bagaimana jika Tio tau adik perempuanya yang selalu dia majakan sudah kehilangan mahkota.


Akibat kecerobohannya kemarin malam dengan pria yang tidak dikenal.


"Karena kakak sudah kembali disini. Mulai detik ini kakak yang akan menjaga dan mengawasimu." Ucapnya berdiri dari sofa.


"Aku tidak akan memberitahu kejadian kemarin malam pada Omah."


Tio meninggalkan kamar adiknya….


Sherly menangis sejadi-jadinya setelah kakaknya keluar.


Dia tidak tau harus bilang apa pada kakaknya kalau dia tau yang sebenarnya.


Tio berusaha menjaga adiknya tapi adiknya malah membuat kesalahan besar yang akan membuat hati kakaknya hancur.


Di sisi lain.


Ruang kerja Arga, tampak Arga yang berbaring meja kerjanya karena kecapean membaca dokumen proyek yang sedang mereka jalankan.


Setelah kejadian semalam, Arga memutuskan untuk tidur ruang kerja sambil membaca laporan.


Matanya perlahan-lahan terbuka sambil mengangkat kepalanya dari meja.


Saat dia bangun, punggungnya diselimuti dengan selimut tipis.


"Perasaan aku tidak membawa selimut." Ucapnya heran menarik selimut itu dari punggungnya.

__ADS_1


"Siapa yang memberikannya?"


Saat sorot matannya melirik ke sofa, dia kaget melihat Zanna yang tertidur pulas disana dan di depan meja ada secangkir kopi yang sudah dingin.


Ternyata semalam Zanna datang untuk membawakan kopi ke ruangan Arga, tapi ternyata dia mendapati suaminya sudah tertidur.


Di tengah malam, Zanna keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum di dapur saat dia melewati ruangan kerja Arga.


Dia melihat lampu ruangan kerja Arga yang masih menyala, jadi dia berinisiatif untuk membawakan kopi suaminya agar Arga semakin semangat kerja.


Karena suaminya sudah tertidur saat dia datang, Zanna kembali ke kamar mengambil selimut tipis.


Dia memakaikannya pada Arga karena takut suaminya nanti akan kedinginan, dan dia memutuskan menemani suaminya tidur ruangan kerja.


Arga beranjak berdiri dari kursinya pergi ke sofa memastikan apakah itu Zanna.


Ternyata pengelihatannya tidak salah itu adalah Zanna.


Zanna berbaring sofa mengenakan baju tidur berwarna hitam, memperlihatkan kaki dan pahanya yang mulus.


Melihat itu Arga langsung menutup tubuh Zanna dengan selimut, mengendongnya keluar dari ruangan kerjanya.


"Dia berpakaian seperti ini memangnya tidak kedinginan." Ucapnya masuk kedalam ke kamar Zanna.


Arga membaringkan Zanna ditempat tidur, tiba-tiba Zanna menarik tangan Arga dipelukannya kembali menutup matanya.


Arga sontak duduk di tempat tidur Zanna.


"Apa yang dilakukannya!"


Wajah Arga memerah melihat Zanna yang menarik pergelangan tangannya sampai dipertegahan dada Zanna.


Dia bisa merasakan kedua dada Zanna yang menempel ditangannya.


Zanna pikir tangan Arga yang besar adalah guling, itu lah sebabnya kenapa dia menarik tangan Arga.


"Apa dia ini ingin membangunkanku!" Ucapnya mengusap wajahnya.


Arga perlahan-lahan menarik tangannya dari dada Zanna sampai membuat nya terbangun.


"Mas Arga?"


Arga tersenyum sambil mengerutkan kedua matanya.


"Mas ngapain disini?"


Zanna belum sadar kalau dia masih memengangi tangan Arga.


"Aku membawamu kesini karena kamu tidur diruangan kerja. Tapi saat aku mau pergi, kamu menarik tanganku."


"Jadi tolong lepaskan."


Zanna menurunkan pandangan melihat kedua tangannya yang memeluk tangan Arga.


Dia langsung melepaskannya bangun dari kasur.


"Maaf Mas."


"Tidak apa-apa." Ucapnya pergi.


"Mas mau sarapan apa?"


"Tidak perlu, Aku buru-buru. Nanti malam kita akan menghadari acara ulang tahun perusahaan. Kamu bersiap-siap lah."

__ADS_1


Arga meninggalkan kamar Zanna kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap ke perusahaan.


Bersambung


__ADS_2