
Di rumah sakit.
Waktu jam dinding kamar Zanna menunjukkan pukul 02:00 subuh.Tampak Tio duduk di samping tempat tidur Zanna masih menunggu nya sadar.
Hal yang sama dilakukan Arga, kedua mata masih terbuka.
Dia duduk di sofa bersama Clara yang sudah tertidur pulas di pangkuannya.
Sebenarnya Arga ingin duduk kursi itu tapi Clara tidak mau melepaskannya, jadi dia terpaksa duduk di sofa sambil memantau Tio yang duduk di dekat Zanna.
Tio duduk sambil menggenggam tangan Zanna.
"Aku tidak meninggalkanmu lagi." Ucapnya sambil mengecup tangan Zanna.
Arga yang melihat itu marah, dia langsung mengangkat kepala Clara dari pangkuanya, tapi Clara terbangun.
"Ada apa sih sayang…" Ucapnya sambil menaikan kepalanya di pangkuan Arga.
Karena Clara terbangun Arga tidak jadi berdiri memarahi Tio.
"Tidak apa-apa kamu tidur saja." Ucapnya sambil mengelus kepala Clara.
"Emmmm" Ucapnya menarik tangan Arga ke dalam pelukannya.
Arga sekarang tidak bergerak karena ada Clara disana, dia terpaksa menahan amarahnya melihat adiknya berada dekat dengan istrinya.
Keesokan harinya…..
Di Kediaman rumah Tomo.
Tampak Sherlyn keluar mengenakan seragam sekolah SMA dengan rambut panjang yang di sosis ujungnya.
Dia pergi ke sekolah menggunakan mobil BMW 4 Series Coupe warna arctic race blue metallic.
Karena sudah hampir terlambat Sherlyn mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi di jalan raya.
Sesekali Sherlyn melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7:45.
"Aku harus sampai sebelum jam 8:15"
Sherlyn menambah kecepatan mobilnya, karena dia harus sampai sebelum jam 8:15.
Cuman membutuhkan waktu 15 menit akhirnya Sherlyn sampai di sekolahnya.
Mobil Sherlyn masuk kedalam parkiran mobil sekolah.
Dia keluar dari mobil sambil menggandeng tasnya di samping bahu kanan.
Saat dia masuk kedalam gedung sekolah semua orang pasti akan melihat ke arahnya.
Itu selalu terjadi disetiap harinya, karena dia adalah wanita populer di sekolah dengan kecantikan dan sombongannya yang selalu ditampilkan nya.
Dan Sherlyn selalu tampil berbeda dengan anak-anak lainnya.
Sherlyn dikenal dengan wanita yang jutek dan mata yang sinis.
Dia jarang bergaul dengan teman sekelasnya kecuali anak gengnya karena dia menganggap teman kelasnya semua orang tidak berkelas sepertinya.
Walaupun dia jutek, banyak pria yang menyukai di sekolah karena kecantikannya. Tapi Clara mengabaikan semua pria itu.
Dari semua pria yang menyukainya tidak ada satupun yang bisa menarik perhatiannya.
Sherlyn wanita yang tidak mementingkan pria di dalam hidupnya.
Dia hanya memikirkan bagaimana menjadi wanita yang populer, cantik, dan tetap menjadi yang teratas dari segalanya.
Dengan wajah datarnya Sherlyn pergi ke kelasnya melewati lab biologi.
__ADS_1
Tiba-tiba, ada seseorang yang menariknya masuk kedalam.
Ternyata yang menariknya adalah seorang pria tampan yang populer di sekolah dikenal dengan pria playboy.
Pria itu mendorong tubuh sherlyn ke tembok.
"Ada apa denganmu, aku sudah menolakmu mentah-mentah tapi kamu masih mengejarku!" Ucapnya datar menatap tajam pria itu.
Pria itu bernama Lendra, dia adalah pria tertampan di sekolah dan pria kesekian kalinya Sherlyn tolak.
Sebelumnya Lendra mengakui perasaanya pada Sherlyn didepan seluruh anak sekolah. Tapi Sherlyn menolaknya mentah-mentah.
"Aku harus pergi!" Ucap Sherlyn berbalik pergi.
Tapi Lendra menghalanginya dengan tangannnya, saat Sherlyn mau pergi lewat disebelah tangan Lendra yang sebelah menghentikanya.
Sherlyn tidak bisa bergerak karena kedua tangan Lendra menghalangnya dan Lendra berdiri depannya.
Sherlyn hanya bisa menyandarkan tubuhnya ke tembok dengan raut wajahnya kesal.
"Katakan apa mau!"
Lendra tersenyum tipis sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Sherlyn.
"Bagaimana dengan permainanku, apa kamu menyukainya." Ucapnya berbisik.
Sontak Sherlyn mendorong tubuh Lendra.
"Maksudmu apa?" Ucapnya marah.
Lendra kembali menarik senyuman di bibirnya.
"Kenapa kamu marah, bukanya malam itu kamu sangat menikmatinya."
Sheryn sontak menarik kerah baju Lendra.
Lendra tampak senang melihat wajah Sherlyn yang marah, ini pertama kalinya dia melihat wajah cantik Sherlyn berubah seperti kucing yang mengeong.
"Ada apa, kamu sudah melupakan malam itu."
"Malam apa yang kamu maksud!" Ucapnya mulai ketakutan dengan perkataan Lendra yang tidak jelas.
"Ternyata kamu punya pinggul yang cantik, aku menyukainya." Ucapnya tersenyum menggoda Sherlyn.
Sontak Sherlyn menampar wajah Lendra.
Plank!!!
"A*j*ng…. Berani kamu berkata seperti itu." Ucapnya marah.
"Kenapa kamu marah, aku mengatakan dengan jujur, pinggulmu sangat seksi."
Lendra tampak tidak kesakitan setelah mendapat tamparan keras di pipinya.
"Tutup mulut kotormu itu!" Ucapnya marah menarik kerah baju Lendra.
"Kenapa aku harus menutupnya, kamu tidak mau mendengar apa yang aku mau katakan lagi."
"Apa?"
"Ternyata wanita populer sepertimu masih menjaga keperawanannya, tapi sayang kamu memberikannya padaku malam itu." Ucapnya tersenyum.
"Bagaimana kalau orang-orang tau, sepertinya akan menjadi gosip hangat disekolah dan kamu akan menjadi bahan olok-olok kan mereka." Sambungnya.
Ternyata di malam itu pria yang bermain dengannya di mobil adalah Lendra. Karena mabuk berat Sherlyn tidak mengingat pria yang menghabiskan malam dengannya.
"Percuma, orang-orang tidak akan percaya dengan omongan kosongmu itu."
__ADS_1
"Apa dengan video ini mereka tetap tidak akan percaya denganku." Ucapnya sambil menunjuk video mereka berdua saat bermain di mobil Lendra.
Sontak Sherlyn mengambil hp Lendra dengan paksa menghapus video itu.
Lendra hanya tersenyum menertawai Sherlyn.
"Kenapa kamu tertawa?" Ucapnya bingung, pikiran seharusnya Lendra marah karena dia sudah menghapus video itu.
"Kamu sangat bodoh, aku tidak mungkin menyimpan video itu di satu tempat. Masih ada cadangan videonya ditempat lain."
"Bajingan kamu." Ucapnya marah mau menampar Lendra.
Tapi Lendra memegang tangannya….
"Apa kamu mulai takut?"
"Lepaskan tanganku." Ucapnya marah memberontak.
"Aku merindukan malam itu, apa kamu tidak merindukanku!" Ucapnya mengelus pipi Sherlyn dengan jari jemarinya dengan lembut.
Sherlyn memalingkan wajah nya tidak sudi melihat tatapan kotor Lendra.
"Kenapa kamu tidak mau melihatku, padahal malam itu kamu bahkan tidak bisa melepaskan pandanganmu dariku."
"Aku masih ingat bagaimana kamu menari atas pangkuanku dengan indah bahkan seluruh tubuhmu yang elok bisa aku lihat jelas dari bawah." Ucapnya berbisik.
"Bajingan kamu…"
"Ada apa? kenapa kamu gematar, aku cuman menceritakan kisah cinta kita. Lagi pula tidak orang disini." Ucapnya tersenyum.
"Tutup mulutmu itu." Ucapnya marah.
"Aku belum selesai cerita! Kita masih punya 5 menit lagi sebelum masuk ke kelas. Bagaimana kalau kamu mendengarkan kelanjutan ceritanya." Ucapnya dengan tatapan tajam sambil menaikkan kedua alisnya.
"Bagaimana dengan suara d*s*hanmu yang indah apa kamu mau mendengarnya." Sambungnya.
Saat Lendra ingin meniru suara ******* Sherlyn.
Sherlyn langsung menutup mulut Lendran.
"Stop! Apa yang kamu mau sebenarnya."
Lendra melepaskan tangan Sherlyn.
"Kamu harus menjadi pacarku itu saja."
"Dan videomu tidak akan tersebar kemana-mana, jika kamu mengikuti kemauanku. Bagaimana apa kamu setuju."
"Aku tidak sudi berpacaran dengan pria sepertimu!" Ucapnya dengan lantang.
"Baiklah kalau kamu tidak sudi, berarti kamu sudah siap menanggung malu sebagai bahan ejekan teman-teman sekolah dan bagaimana dengan tanggapan keluargamu jika nanti pihak sekolah memanggil mereka."
"Apa kamu tidak memikirkan harkat martabat keluargamu." Sambungnya.
Perkataan Lendra membuat Sherlyn tidak bisa bicara.
Dia takut apa yang dikatakan Lendra akan terjadi. Bagaimana nantinya jika keluarganya tau, kalau anak perempuan keluarga Tomo mencoreng nama keluarganya dengan aib yang memalukan.
"Aku mau jadi pacar kamu, asal kamu menutup rapat-rapat rahasia kita." Ucapnya dengan raut wajah yang serius menatap Lendra.
"Pilihan yang bagus, bagaimana kalau kita pergi bersama ke kelas. Sebentar lagi bel akan berbunyi."
"Pacarku!"
Dengan berat hati Sherlyn mengikuti kemauan Lendra. Mereka berdua keluar dari leb pergi ke kelas.
Lendra berjalan di samping Sherlyn sambil menggandeng tangan Sherlyn, menunjukkan pada orang-orang bahwa mereka sudah berpacaran.
__ADS_1
Bersambung…...