Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 43 Rumah Ibu Zanna


__ADS_3

Pak Darto yang duduk-duduk di depan pos sambil melihat Niko yang sedang mencuci mobil.


Mereka tampak mengobrol dari jarak kejauhan.


"Kapan kamu menikah Niko, umurmu sudah kepala tiga, sebaiknya kamu cepat-cepat cari Calon istri." 


"Mencari calon istri tidak semudah mencari bunga yang indah di ladang. Aku harus memilih satu dari ribuan bunga yang ada di ladang, yang benar-benar aku sukai, sehingga bunga yang aku petik tidak aku sia-siakan karena ketidak sukaanku."


"Jangan terlalu banyak memilih, nanti kamu mah Jomblo sampai Tuan." Ucapanya tertawa.


Niko ikut tertawa sambil mengosong kaca mobil.


Tiba-tiba ada suara klakson mobil, Pak Darto bangkit dari tempat duduknya berjalan terburu-buru membuka pagar.


Mobil Nenek Arga memasuki pekarangan rumah.


Niko menghentikan pekerjaan melihat Nenek Arga dan Tio turun dari mobil.


"Tuan muda." Ucapnya bersemangat 


Tio yang melihat teman lamanya langsung menghampiri Niko memeluknya sambil menepuk punggu satu sama lain.


"Bagaimana kabarmu Niko?" Ucapnya melepaskan pelukannya.


"Baik, kapan Tuan muda datang."


"Tidak perlu seformal itu."


"Bicaralah seperti dulu, tanpa ada batasan antara kita." Ucapnya mengepal tangannya, memukul dada Niko pelan.


Itu adalah tanda keakraban antar Tio dan Niko sewaktunya masih SMA dulu.


Niko susah bekerja di keluarga Tomo Hampir sepuluh tahun dan mereka mempunyai hubungan yang sangat dekat bagaikan seorang sahabat.


"Niko bagaimana kabarmu? Kapan datang ke indonesia" Ucapnya melakukan hal yang sama.


"Itu baru benar!"


"Baik, Tadi pagi. Aku ke sini mencari Kak Arga."


"Katanya dia sudah menikah apa itu benar?" Sambungnya.


"Iya, Kamu pasti datang kesini bukan mau ketemu kakak mu, tapi kakak iparmu kan." Ucapnya menggoda Tio.


"Tebak Kamu selalu tepat, aku datang melihat kakak iparku yang cantik. Kata Omah kakak iparku sangat cantik, makanya aku langsung kesini." 


"Ngomong-ngomong kamu sudah menikah belum, atau kamu masih Jomblo seperti dulu." 


"Aku masih single sepertimu." 


"Sorry kawan, aku tidak jomblo. Sebentar lagi aku akan melamar kekasihku." 


Neneknya mendengar itu terkejut bahagia ternyata Tio pulang ke indonesia untuk melamar seorang wanita. 


"Berarti sebentar lagi Omah akan punya dua menantu." Ucapnya sumbringan.


"Tentu saja Omah, aku akan mempertemukanmu dengannya nanti."


"Selamat Tio." Ucapnya memeluk Tio memberikan dukungan sebagai teman yang baik.


"Kenapa bukan sekarang, Omah jadi penasaran dengan wanita yang susah meluluhkan hati cucu Omah ini yang hatinya keras bagaikan batu."


"Ada deh Omah, nanti kalau sudah tepat. Aku pasti akan membawanya bertemu Omah di rumah." 


"Sebaiknya kita mau dulu, menemui kakak iparku." Ucapnya merangkul bahu Neneknya.


Niko tiba-tiba mereka.

__ADS_1


"Tunggu sebentar."


"Ada apa?" Ucap Tio.


"Tuan Arga sedang pergi bersama Kakak iparmu."


"Pergi ke mana?"


"Tuan pergi mengantarkan Kakak iparmu ke rumah mertuanya."


"Kapan mereka pergi?"


"Mungkin ada sekitar 10 menit yang lalu mereka pergi."


Tio menoleh ke arah Omah.


"Bagaimana Omah, apa kita pulang, atau menunggu kakak ipar datang?" Ucapnya sambil menaikan kedua alisnya secara bersamaan.


"Terserah padamu!"


"Kalau begitu kita tunggu saja mereka di dalam."


Tio dan Neneknya masuk kedalam menunggu Arga dan Zanna pulang.


Di sisi lain Zanna dan Arga masih di dalam perjalanan.


Rumah Arga dengan rumah Ibu Zanna membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai.


Karena jarak rumah mereka sangat jauh.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dengan petunjuk yang sesuai dengan arahan Zanna.


Akhirnya mereka sampai di rumah ibu Zanna.


Arga memarkirkan mobilnya di depan pagar kecil rumah Zanna.


Arga ikut keluar dari mobil masuk ke dalam pekarangan rumah Zanna.


Dari depan pintu Zanna sudah berteriak memanggil nama ibunya.


"Assalamualaikum, Ibu…" Ucapnya melangkah masuk ke dalam.


Ibu Zanna yang sedang di dapur mencuci piring mendengar ada suara orang bertamu langsung melepaskan pekerjaannya.


Dia berjalan ke ruang tamu. 


Saat dia masuk ke dalam ruang tamu, wajahnya terngakak melihat putrinya datan.


Zanna langsung berjalan memeluk ibunya dengan erat melepaskan semua kerinduan nya.


"Ibu, bagaimana kabarmu. Maaf aku baru bisa datang menjenguk Ibu." 


"Tidak apa-apa, Ibu tau suamimu pasti sibuk dengan pekerjaannya jadi kamu baru bisa datang." 


"Iya bu, Mas Arga lagi sibuk-sibuknya karena ada proyek besar satu minggu lalu." 


"Wanita ini ternyata tidak memberitahu ibunya dengan masalah yang menimpanya beberapa hari kebelakang." Batinnya.


Ibu Zanna melepaskan pelukan putrinya, 


"Jangan berdiri saja, ayok duduk nak." Ucapnya menyuruh Zanna dan Arga duduk.


Arga dan Zanna duduk pun duduk.


"Tunggu sebentar yah, Ibu bikin kan kalian minum dulu."


"Tidak usah bu biar aku saja yang buat, ibu duduk saja disini." Ucap Zanna beranjak berdiri dari tempat duduknya pergi ke dapur.

__ADS_1


Ibu Zanna duduk di sofa yang berbeda.


Arga tampak canggung duduk hanya berdua dengan Ibu Zanna.


Ibu Zanna tiba-tiba membuka obrolan."


"Apa putriku selalu merepotkanmu?"


"Tidak, putrimu wanita yang mandiri. Dia tidak pernah merepotkanku." 


"Syukurlah, Ibu cuman mau bilang Zanna orang yang selalu menyimpan masalahnya sendiri. Jadi Ibu harap kamu bisa menjadi tempat Zanna untuk bercerita masalahnya, setelah Ibu tidak bisa lagi bersamanya sepanjang hari seperti dulu."


"Ibu harap kamu bisa menggantikan posisi Ibu." 


"Iya, pasti bu." Ucapnya tersenyum tipis.


Perasaan Ibu Zanna sudah legah setelah menyampaikan kalimat yang sudah dia pedam beberapa hari ini.


Tiba-tiba Zanna muncul membawa tiga gelas teh panas.


Zanna meletakan satu-satu gelas teh itu didepan mereka, lalu kembali duduk disamping Arga.


"Apa yang ibu bicarakan dengan Mas Arga, tampaknya yang serius." Ucapnya penasaran.


"Tidak ada, ibu hanya menanyakan apa putri semata wayang ku ini selalu merepotkan suaminya." 


"Tenang saja bu, aku tidak merepotkan suamiku. Karena suamiku sudah cukup terbebani dengan pekerjaan di perusahaan Nya."


"Ibu hari ini mau masak apa untuk makan malam? Aku dan Mas Arga akan malam disini."


"Bolehkan bu." Ucapnya tersenyum.


"Tentu saja boleh, Ibu malah senang kalian makan malam bersama Ibu."


Ibu Zanna tampak sangat bahagia mendengar putrinya dan menantu akan makan malam di rumahnya.


Kerinduaan terhadap putrinya terobati.


"Ibu, bagaimana kalau kita masak makan kesukaan kita berdua."


"Ikan asin, terong bakar."


"Jangan lupa dengan sambal terasi pake Nasi hangat." Ucapnya Zanna bersemangat.


"Aku sudah tidak sabar makan masakan Ibu." Ucapnya berdiri.


Arga duduk melihat keakraban Zanna dengan ibunya.


Ini pertama kalinya dia melihat Zanna begitu bahagia, semua itu bisa terlihat jelas di wajahnya.


Zanna menarik tangan Ibunya pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Disisi lain Arga yang bosan hanya duduk, berjalan melihat-lihat isi rumah Zanna.


Saat dia masuk ke ruang tengah di dinding sebelah kanannya, dia melihat ada foto masah kecil Zanna yang terpampang di dinding.


Zanna berpose bagaikan seorang model dengan senyuman lebar di wajah nya.


Zanna tampak sangat imut dengan model rambut yang dikepang dua.


Arga tertawa kecil melihat foto Zanna.


"Apa anak kecil yang difoto itu adalah Zanna." Ucapnya tersenyum.


Arga yang merasa foto Zanna lucu mengambil foto Zanna dengan kamera ponsel barunya.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2