Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 32 Orang dari Masa lalu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan biaya administrasi rumah sakit, Niko kembali ke kamar Zanna.


saat Niko membuka pintu, tiba-tiba dia langsung menutup kedua matanya berbalik.


Dia melakukan itu karena terkejut melihat Zanna mau mengangkat bajunya.


"Jangan ganti baju disini Nona, ada kamar mandi di pojok." Ucapnya berbicara dari belakang.


Zanna yang posisinya membelakangi Niko kaget, dia langsung menarik bajunya ke bawah menutupi kembali tubuhnya.


"Maaf, aku tidak bermaksud mau mengganti baju di sini. Tadi ada sesuatu yang membuat punggungku gatal, aku tidak tau kalau kamu datang." Ucap Zanna malu.


"Aku yang seharusnya minta maaf Nona, karena aku masuk tidak mengetuk pintu lebih dulu." Ucapnya merasa bersalah karena dia sudah melihat sedikit punggung Zanna yang putih dan lembut bagaikan sutra.


"Maafkan kelancanganku Nona. Aku akan menunggu di luar." Ucapnya Niko, keluar menutup pintu.


Zanna menutup wajahnya dengan kedua tangannya merasa malu.


"Aku seharusnya melakukanya di dalam kamar mandi." Ucapnya mengetok kepalanya.


Disisi lain Niko menyandarkan tubuhnya ke tembok di samping kamar Zanna.


Jantungnya rasa berdebar kencang dengan wajahnya memerah.


Dia merasa sangat malu dengan apa yang baru dia lihat sampai membuat wajahnya memerah.


Setelah menunggu cukup lama diluar, akhirnya Zanna membuka pintu membawa tas kecil yang berisi pakaian yang dibawakan Nenek Arga saat dia datang kemarin bersama Niko.


Zanna mengenakan dress casual berwarna berwarna coklat mudah dengan mode rambut yang terurai ke belakang.


Niko langsung mengambil tas yang dibawa Zanna.


"Biar aku saja yang pegang Nona."


"Terima kasih banyak. Kamu sudah banyak membantuku."


"Tidak apa-apa Nona, mari kita pulang." 


Mereka berdua berjalan beriringan sambil tersenyum satu sama lain.


Mereka sejenak melupakan kejadian tadi, dan bercerita sepanjang lorong rumah sakit sampai mereka masuk ke dalam Lift.


Zanna menceritakan kedekatannya dengan ibunya dan saat ini dia sangat rindu pada Ibunya.


Dia ingin sekali bertemu dengan ibunya, tapi Arga masih sibuk dengan Clara. Dia tidak punya kesempatan bicara berdua untuk mengajak Arga ke rumah Ibunya.


Mendengar hal itu Niko berinisiatif untuk mengantar Zanna ke rumah Ibunya, tapi Zanna menolak tawaran Niko.


"Aku tidak bisa pergi sebelum dapat izin dari Mas Arga." 


Mendengar perkataan Zanna, Niko semakin mengaguminya sebagai wanita yang berbakti pada suaminya walaupun dia tidak dianggap ada oleh Arga.


Dengan bersamaan pintu lift mereka terbuka, mereka berdua keluar.

__ADS_1


Saat mereka berdua keluar dari rumah sakit, Niko langsung pergi mengambil mobil ke parkiran meninggalkan Zanna di depan rumah sakit.


Tiba-tiba ada anak laki-laki yang berlari keluar dari rumah sambil membawa mainan dikejar oleh Ibunya


"Mikhael jangan lari-lari nak." Teriak ibu itu dari dalam rumah sakit.


Anak itu berlari sampai kakinya tersandung dan jatuh di samping Zanna.


Anak lelaki itu menangis dengan kencang, Zanna jongkok mau membantu anak itu bangun.


Tapi tiba-tiba anak itu berteriak memanggil Ibunya.


"Ibu….." teriak anak itu menangis sambil menggosok-gosok kedua matanya.


Zanna mencoba menenangkan anak itu, tapi anak itu semakin kencang mengeluarkan suaranya.


Sampai Ibu anak itu datang.


Anak itu bangun dan berlari memeluk Ibunya.


Anak itu melapor pada Ibunya kalau Zanna mau menculik dirinya.


"Ibu wanita jahat itu mau membawaku pergi." Ucap anak itu sambil menangis memeluk Ibunya.


Ibu anak itu sangat marah mengetahuinya, dia langsung memanggil satpam.


"Satpam…." Teriak wanita itu sambil memeluk putra.


"Yang dikatakan putra anda tidak benar, aku tidak punya keinginan untuk membawanya."


"Satpam…" teriak wanita itu berulang-ulang.


Sampai seorang satpam yang berumuran 40 tahun datang menghampiri mereka.


"Ada apa? kenapa Ibu berteriak-teriak di rumah sakit?" Ucap satpam itu berdiri di samping Zanna.


"Wanita itu mau menculik putraku, tangkap dia dan bawa wanita itu ke kantor polisi." Ucapnya dengan tatapan yang tajam menatap Zanna.


"Tidak pak, aku tidak punya niat sama sekalih mau menculik anak Ibu itu." 


"Jangan percaya ucapan wanita itu, dia wanita penculik, bawa saja dia kantor polisi." Ucapnya dengan nada suara yang tinggi.


"Aku tidak mau menculik putra anda,  aku cuman mau membantunya saja." Ucapnya dengan tegas.


"Lihat anakku sampai menangis begini karena ketakutan Pak, cepat tangkap dia." Ucapnya marah, membentak Satpam itu.


Satpam itu pun langsung memegang kedua tangan dari belakang.


"Dengar aku dulu Pak, aku ini pasien yang baru saja keluar dari rumah sakit ini. aku bukan penculik!" Ucapnya berusaha memberontak.


"Nanti kamu jelaskan di kantor."


Tiba-tiba mobil Niko datang, 

__ADS_1


Niko yang melihat Zanna ditangkap Satpam langsung keluar dari mobilnya.


"Ada apa ini? Kenapa kamu menangkapnya." 


"Wanita ini mau menculik anak itu, aku akan membawanya ke kantor polisi."


"Menculik?"


"Memangnya untuk apa Nona Zanna menculik anak bandel seperti itu, tidak ada untungnya sama sekali."


"Nona Zanna tidak kekurangan uang sama sekali sampai harus menculik anak jelek seperti dia."


"Kami bisa menuntut Ibu balik karena kasus pencemaran baik, jika tuduhan yang Ibu lontarakan ini palsu." Ucapnya dengan tatapan tajam.


"Pikirkan baik-baik sebelum Ibu menuduh orang sembarangan tanpa ada bukti."


Mendengar hal itu, Ibu itu tampak ketakutan jika dia harus dituntut balik, dia pun meminta pak Satpam melepaskan Zanna.


"Lepaskan saja wanita itu, kalau aku masih melihatmu mendekati putraku, aku akan langsung melaporkan kalian berdua ke polisi."


Satpam itu melepaskan Zanna, membiarkan Zanna dan Niko pergi.


"Dasar orang kaya sombong." Ucapnya meneriaki Zanna dan Niko yang mau masuk ke dalam mobil.


Mereka berdua tidak menghiraukan ibu itu, mereka langsung masuk dan meninggalkan rumah sakit.


Di tempat lain.


Di sebuah apartemen besar tampak ada seorang pria dengan tubuh tinggi kekar, berkulit kuning langsat dengan rambutnya berwarna kecoklatan sedang berdiri di depan kaca apartemen transparan yang memperlihatkan semua gedung yang menjulang tinggi.


Pria itu tampak tersenyum melihat selembar foto lama di tangannya.


Di dalam foto itu ada seorang pria sedang merangkul bahu seorang wanita cantik berambut panjang memakai jepitan rambut berwarna putih yang berbentuk bunga dengan 3 mutiara kecil di tengah putik bunga itu.


Mereka berdua tampak tersenyum bahagia bagaikan sepasang kekasih.


Itu adalah fotonya di masa SMA nya bersama seorang wanita yang dulunya adalah kekasihnya, tapi semenjak lulus dia tidak pernah lagi bertemu apalagi berkomunikasi dengan wanita itu.


Semua itu dilakukannya karena dia harus pergi kuliah ke luar Negeri.


Dia meninggalkan kekasihnya tanpa berpamitan sehingga membuat wanita itu sakit hati.


"Beberapa Jam lagi, kita akan bertemu kembali Zanna!" Ucapnya tersenyum sambil menunjuk wajah polos Zanna difoto.


Sosok wanita di foto itu ternyata adalah Zanna.


"Setelah kepulanganku nanti, aku akan datang melamarmu sebagai istriku!" Ucapnya tersenyum memandangi wajah Zanna yang manis.


"Aku tidak sabar menantikan hari itu tiba."


Setelah menyelesaikan kuliahnya dan sukses dengan bisnisnya disana, sekarang dia sudah menjadi orang sukses dan dia bisa membuktikan ke keluargpa dan kekasihnya dia bisa menjadi orang yang lebih sukses dari keluarganya.


Di umurnya yang 25 tahun dia sudah merintis sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang di penjualan Properti dan sekarang dia punya 9 cabang di Amerika

__ADS_1


Dan saatnya dia kembali untuk bertemu dengan Zanna setelah 8 tahun berpisah.


Bersambung …..


__ADS_2