Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 13 Zanna Menghilang


__ADS_3

Malam yang dingin diiringi dengan hujan yang deras Clara berdiri didepan jendela menunggu kepulangan Arga.


"Hujan deras gini, Arga kok belum pulang." Ucapnya khawatir.


Clara terus-terusan membuka gorden jendela melihat apakah Arga sudah pulang.


"Kamu pergi ke mana sih sebenarnya." Ucapnya kesal menunggu kepulangan Arga


Tidak lama kemudian mobil Arga muncul.


Melihat mobil Arga, Clara mengambil payung di samping jendela buru-buru membuka pintu.


Clara membuka payungnya keluar menjemput Arga.


Arga keluar dari mobil ditengah hujan deras, tampak wajah Arga yang suntuk berjalan mendekat ke arah Clara.


"Sayang kamu dari mana saja?" Ucapnya sambil memayungi Arga.


Arga tidak menjawab pertanyaan Clara dia langsung masuk kedalam rumah dengan kondisi basah kuyup meninggalkan Clara di luar.


Clara menyusul Arga masuk ke dalam rumah.


"Sayang kamu kenapa sih," ucap Clara mengejar Arga yang naik tangga.


Sampai dikamar Arga langsung mengambil handuk masuk ke dalam kamar mandi.


Clara duduk ditempat tidur menunggu Arga keluar.


"Arga kenapa yah?, tidak bisanya dia mengabaikanku seperti itu." Ucapnya bingung dengan sikap Arga yang tiba-tiba dingin.


Setelah menunggu berapa menit, Arga akhirnya keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya.


Arga pergi membuka lemari mengambil baju kaos putih dan celana hitam, Clara datang menarik tangan Arga.


"Ada apa denganmu, sejak pulang kamu mengabaikanku!" Ucapnya marah.


"Kamu tidak salah." Ucapnya menutup lemari.


"Terus kamu kenapa?"


"Tidak apa-apa, aku cuman cape." Ucapnya sambil memakai baju kaos dan celana.


Di sisi lain


Di Tengah hujan deras disertai kilat yang berkilau di langit, Zanna berjalan di jalan raya dengan air mata yang berlinang di wajahnya bersamaan dengan tetes hujan yang membasahi wajahnya.

__ADS_1


Zanna tampak sangat sedih sampai tidak sadar kalau dia sudah jalan terlalu jauh.


Dia bingung harus kemana, di dalam tasnya tidak uang sepeserpun dan dia bahkan tidak tau alamat rumahnya.


Zanna tidak tau alamat rumahnya karena dia tidak pernah bepergian seorang diri, dia selalu ditemani oleh Niko supir pribadinya, jadi dia tidak tau jalan pulang.


Dia sudah menelpon Arga berulang-ulang kali tapi Arga tidak mengangkat panggilannya.


Dia terpaksa jalan kaki tanpa tujuan arah yang jelas, dia hanya bisa terus berjalan.


Jalan sekitar Zanna terlihat sepi bahkan mobil yang lewat bisa dihitung jari.


Semakin Zanna Jalan ke depan tidak terlihat lagi ada mobil yang lewat.


Tiba-tiba ada segerombolan pria yang muncul dengan membawa botol minuman keras di tangan mereka.


Zanna yang melihat segerombolan pria itu berbalik arah.


Dengan raut wajah ketakutan Zanna mempercepat langkahnya.


Pria-pria itu mengikuti Zanna, mereka tertarik melihat kecantikan dan tubuh mulus yang dimilikinya.


Zanna yang sadar para pria itu punya niat jahat padanya langsung berlari sekuat tenaganya.


Para pria itu mengejar Zanna.


"Mas kamu dimana." Batinnya.


Zanna berlari ketakutan di tengah hujan deras, berharap Arga datang menolongnya.


Para pria itu terus mengejar Zanna sampai para pria itu berhasil menangkap Zanna.


"TOLONG!!!"


Zanna berteriak minta tolong tapi tidak ada siapapun disana.


"Gadis cantik." Ucap salah pria itu sambil mengelus pipi Zanna.


Zanna menolehkan wajahnya ke samping menolak sentuhan pria itu dengan raut ketakutan.


Empat pria lain memegangi tangan Zanna.


"Lepaskan aku." Teriak Zanna ketakutan.


Zanna memberontak ingin melepaskan dirinya tapi dengan jumlah 1 bading 4.

__ADS_1


Tenaga Zanna tidak sebanding dengan mereka, dia bisa meloloskan diri dari cengkaraman mereka.


Tapi Zanna terus berusaha memberontak.


"Malam ini kita akan bersenang-senang." Ucap salah satu pria itu sambil menumpahkan minuman yang dia pegang diatas kepala  Zanna.


Teman-teman pria itu tertawa dengan raut wajah jahat menatap Zanna dari atas sampai bawah.


Mereka menarik Zanna masuk ke dalam lorong kecil dari jalan.


Zanna terus memberontak ingin lepaskan dirinya sampai tas miliknya terjatuh di jalan sebelum masuk ke dalam lorong itu.


Mereka terus tertawa dan tersenyum jahat pada Zanna sambil menarik tubuh Zanna.


"Lepaskan aku!" Teriak Zanna memberontak.


"Disini tidak ada orang, percuma kamu teriak." Ucapnya, tertawa.


Teman-temannya juga ikut tertawa.


"Aku mohon lepaskan aku." Ucapnya menangis memberontak.


Mereka membawa Zanna ke tempat sepi dan gelap, mendorong tubuh Zanna ke rerumputan pendek.


Salah satu pria menutup mulut Zanna dan pria lainya memegang kaki dan tangan Zanna yang terus-terusan memberontak.


Zanna menangis melihat ke atas langit yang gelap dengan tetesan hujan yang berjatuhan di tubuhnya.


Salah satu pria gerombolan itu jongkok di atas tubuh Zanna, akan melakukan hal bejat padanya.


Zanna terus berharap ada seseorang akan datang menyelamatkan dirinya.


Pria itu mulai merobek pakaian Zanna dari bawah dengan senyuman jahat menatap Zanna menangis memberontak.


Pria itu mulai mengelus paha Zanna sambil membungkukkan badannya, mendidih Zanna.


Zanna memejamkan matanya dengan air mata yang terus mengalir.


Tiba-tiba….


Brungk!!!


Pria itu terpental melewati Zanna.


Keempat pria itu terkejut melihat seorang pria kekar lebih tinggi dari mereka tengah berdiri menatap mereka dengan sorot mata yang menakutkan.

__ADS_1


"Lepaskan wanita itu!" 


Bersambung …


__ADS_2