Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 71


__ADS_3

Zanna yang terkejut mendengar perkataan Tio menarik tangan menampar wajah Tio dengan raut wajah yang marah.


"Itu tidak mungkin."


"Pernikahan bukan permainan Tio, yang bisa aku tinggalkan saat menemukan permainan baru. Ada hubungan yang mengingatku dengannya, aku tidak mungkin menerimamu selagi aku masih menjadi istri kakakmu."


"Jika kamu tidak menjadi istri kakakku apa kamu akan menikah denganku?"


"Mungkin, tapi itu sudah tidak mungkin lagi."


"Maka dari itu aku memintamu cerai dari kakakku, agar kamu bisa menikah denganku dan hidup bahagia bersamaku." Ucapnya dengan nada suara yang meninggi.


"Stop Tio, ingat aku bukan pacarmu tapi istri kakakmu! Jangan merusak hubungan keluargamu hanya karena cinta kita sudah terkubur lama."


"Kamu selalu saja seperti itu! Aku tau kamu tidak bahagia bersama kakakku, maka dari itu aku ingin membebaskanmu dari hubungan yang menyiksa batinmu."


"Apa kamu tidak mengerti kakakku tidak pernah mencintaimu itu sebabnya kamu belum pernah disentuh olehnya."


Plank....


Tamparan begitu keras mendarat pipi Tio, kali ini Tio sudah benar-benar menyakiti perasaan Zanna.


"Kamu tidak berhak berkata seperti itu!" Ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca dengan air mata yang perlahan menetes.


"Pergi dari sini." Ucapnya sambil menggigit bibirnya menahan tangisan dan hatinya yang hancur mendengarkan perkatan Tio.

__ADS_1


Tio terdiam....


"Apa kamu belum puas membuatku menderita dengan kamu muncul kembali dalam kehidupanku." Ucapnya menangis.


Zanna sudah tidak bisa menahan air matanya lagi dia minta Tio untuk pergi dari sini.


"Aku tidak berharap bisa bertemu denganmu lagi, tapi kenapa kamu malah muncul saat aku mulai membangun rumah tanggaku!" Ucapnya dengan air matanya yang bercucuran.


"Aku kembali untukmu." Ucapnya dengan nada yang tinggi.


"Sudah terlambat!"


"Aku minta Maaf, tolong pergi dari sini sekarang." Ucapnya sambil mendorong tubuh Tio.


Melihat air mata Zanna yang berjatuhan, hatinya begitu sakit.


"Aku mohon pergi dari sini." Ucapnya sambil menangis menyatukan kedua telapak tangannya di dada memohon agar Tio pergi dari sana.


"Aku akan tetap menunggu sampai Kak Arga menceraikanmu." Ucapnya berbalik pergi dengan wajah yang kesal.


Disisi lain ruang keluarga.


Tampak Nenek Arga yang sedang berbicara serius mengenai perjalanan bulan madu Arga dan Zanna.


"Memangnya harus sekarang Omah?"

__ADS_1


"Tidak sekarang, tapi minggu depan. Omah sudah memesankan kalian tiket berdua untuk Honeymoon ke Swiss selama satu minggu."


"Satu minggu!?" Ucap Arga kaget.


Clara ikut terkejut mendengar Arga dan Zanna akan pergi honeymoon ke Swiss.


"Iya satu minggu."


"Itu terlalu lama Omah, siapa nanti yang akan menangani perusahaan saat aku pergi."


"Ada Omah dan Tio, kamu tidak perlu pikirkan masalah perusahan. Omah dan Tio yang akan mengurusnya sementara."


"Baiklah, aku tidak bisa menolak permintaan Omah."


Wajah Clara dan Ibunya tampak sangat tidak senang mendengar Arga setuju dengan permintaan Neneknya itu.


Tiba-tiba mereka melihat Tio yang turun dari tangga dengan raut wajah yang kesal ingin pergi dari sana secepat mungkin.


"Tio kamu mau kemana?" Ucap Neneknya berdiri dari kursinya.


Tio kesal karena Zanna yang terus bertahan dengan hubungan bodohnya itu membuat Tio sampai tidak fokus dan tidak menghiraukan suara-suara yang ada disekitarnya.


Dia langsung pergi meninggalkan rumah Arga dengan mobilnya.


Sedangkan semua orang bingung apa yang terjadi pada Tio tapi tidak untuk Arga, dia punya firasat Tio dan Zanna pasti bertengkar lagi. Itu sebabnya dia pergi begitu saja.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2