
Di rumah kediaman Arga.
Mobil Niko berhenti di depan pagar, pak Darto yang duduk di depan pos penjaga langsung berlari membukakan pagar.
Setelah mengantar Clara ke rumah sakit, Pak Darto diminta oleh Zanna untuk langsung pulang ke rumah.
Karena rumah mereka kosong tidak ada yang menjaganya jika mereka semua ada dirumah sakit menemani Clara.
Niko turun dari mobil, pergi ke pos penjaga untuk duduk sebentar mengobrol dengan Pak Darto sebelum dia bertemu dengan Arga untuk melaporkan bahwa dia telah menyelesaikan masalah kemarin malam.
Setelah menutup pagar pak Darto kembali ke pos duduk bersama Niko.
"Kemana saja kamu semalam?" Ucap Pak Darto menepuk punggung Niko.
"Bukan semalam kamu baru saja keluar dari rumah sakit, tapi kamu sudah keluyuran." Sambungnya.
"Kemarin malam aku berada di kantor polisi."
"Kok bisa, kamu berbuat kejahatan apa sampai ditahan?" Ucapnya kaget.
"Tidak ada, aku hanya membuat laporan untuk empat pria yang hampir melecehkan Nona Zanna kemarin malam."
"Ouh pantasan, kemarin malam Tuan Arga pulang membawa Nona Zanna yang pingsan dan di tengah malam ada teman Tuan Arga yang datang. Yang aku dengar pria itu seorang dokter, datang untuk memeriksa keadaan Nona Zanna."
"Tuan Arga ternyata bisa peduli juga pada Nona Zanna." Batinnya, merasa senang Arga mulai peduli dengan Zanna.
"Terus bagaimana dengan keadaan Nona Zanna, apa dia baik-baik saja." Ucapnya dengan nada suara yang khawatir.
"Nona Zanna baik-baik saja."
Niko beranjak berdiri dari kursinya keluar dari pos ingin pergi menemui Zanna untuk mengetahui sendiri seperti apa kondisi Zanna sekarang.
"Kamu mau kemana?" Teriak Pak Daro berdiri.
"Aku mau pergi menemui Nona Zanna."
"Nona Zanna ada rumah sakit."
Niko berjalan kembali ke pos.
"Kenapa Nona Zanna ada di rumah sakit, bukanya katamu dia baik-baik saja." Ucapnya bingung berdiri depan pos.
"Nona Zanna memang baik-baik saja, tapi Nona Clara yang sedang tidak baik-baik saja."
"Ada apa dengannya?"
"Nona Clara jatuh dari tangga, aku dan Nona Zanna membawanya ke rumah sakit. Sekarang Nona Zanna masih di rumah sakit menemani Nona Clara."
"Apa Tuan Arga sudah tau."
"Sebelum aku kembali kesini, Nona Zanna sempat menghubungi Tuan Arga di rumah sakit."
"Mungkin sekarang Tuan Arga sudah ada rumah sakit." Sambungnya.
"Di rumah sakit mana Nona Clara dirawat?"
"Rumah sakit Anugerah."
__ADS_1
Niko buru-buru pergi ke mobilnya, dia berniat untuk menyusul Zanna ke rumah sakit.
Tapi tiba-tiba mobil Arga muncul.
Melihat mobil Arga, Niko langsung turun dari mobilnya.
Arga turun dari mobil, berjalan membukakan pintu untuk Clara.
Arga merangkul tubuh Clara, perlahan berjalan bersama masuk ke dalam rumah melewati Niko.
Niko berdiri cukup lama memperhatikan mobil Arga, dia menunggu Zanna turun dari mobil.
Tapi sepertinya Zanna tidak ikut pulang bersama mereka, itu yang dia pikirkan.
Niko pun menyusul Arga dan Clara yang masuk ke dalam rumah.
Arga membawa Clara duduk di sofa ruangan tengah.
Wajah Clara dan Arga tampak sangat sedih karena mereka baru saja kehilangan calon bayinya.
Arga tidak habis pikir wanita yang pendiam dan lemah lembut seperti Zanna bisa bertindak sejahat itu.
"Aku masih tidak percaya wanita itu bisa sejahat itu." Ucapnya.
Clara mendengar ucapan Arga yang seolah-olah tidak yakin dengan apa yang dia katakan, mengambil vas bunga di meja melemparnya ke lantai.
Craang !!!!
Craang !!!!
Craang !!!!
"Apa yang kamu lakukan?"
"Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu didepanku!"
"Kamu tidak percaya kalau wanita itu sudah membunuh calon bayi kita!" Ucap Clara marah.
Arga berdiri dari tempat duduknya.
"Bukan seperti itu, aku percaya padamu. Kalau aku tidak percaya dengan perkataamu mana mungkin aku menjobloskan Zanna ke penjara."
Niko yang berdiri tidak jauh dari sofa mendengar semua perkataan Arga.
Dia dibuat terkejut dengan ucapan Tuannya itu.
Walaupun dia tidak 24 jam bersama Zanna, tapi dia pikir Zanna tidak mungkin akan melakukan kejahat seperti itu.
Melihat seekor semut saja yang tengelam di dalam air minumnya tidak tega, mengeluarkan semut itu dari air minummya. Apa lagi seorang bayi tidak bersalah.
Niko datang menghampiri Arga mempertanyakan apa yang dia dengar.
"Maaf Tuan kalau saya lancang, tapi sepertinya Nona Zanna tidak akan mungkin melakukannya." Ucapnya tegas berdiri didepan Arga.
Arga tiba-tiba tertawa mendengar sopir membela Zanna.
"Kamu pikir kamu itu siapa! Beraninya menasehatiku."
__ADS_1
"Kamu itu cuman seorang sopir, kamu tidak punya hak ikut campur." Ucapnya marah.
"Tapi saya mengenal bagaimana sifat Nona Zanna, dia tidak mungkin akan melukai Nona Clara." Ucapnya dengan raut wajah serius.
"Sampai mana kamu mengenal Zanna, sampai kamu yakin dia tidak akan melakukan itu." Ucap Arga dengan tatapan tajam.
"Walaupun aku tidak setiap hari berada disisi Nona Zanna. Aku bisa menjaminya dengan nyawaku Tuan." Ucapnya dengan tatapan serius.
Arga kembali tertawa…
"Jadi kamu menjalin hubungan terlarang dengan Zanna dibelakangku." Ucap Arga menonjok hidung Niko.
Bungk!!!
"Berani kamu bermain kotor dibelakangku!" Teriaknya menarik kera baju Niko dengan raut wajah marah.
"Tuan salah paham, aku tidak punya hubungan apa pun dengan Nona Zanna."
Clara berlari menarik tangan Arga.
"Lepaskan dia Arga." Ucap Clara berusaha melerai perkelahian mereka.
"Salah paham apa, yang aku lihat di rumah sakit itu sudah menjelaskan semuanya. Kalian sudah bermain gila dibelakangku."
"Jangan-jangan kamu dengan wanita menjijikan itu sudah pernah tidur bersama dibelakangku!" Teriak Arga marah.
Niko yang tidak terimah Arga menjatuhkan harga diri Zanna dengan tuduhan menjijikan yang tidak pernah dilakukan Zanna.
Niko spontan memukul wajah Arga, pukulan yang keras mendarat di wajah Arga sampai membuat Arga langsung terjatuh ke lantai.
"Nona Zanna selalu menjaga kehormatannya, dia wanita baik-baik. Sebaiknya Tuan tidak menuduhnya seperti itu atau aku akan melupakan kalau anda adalah Tuan saya." Ucap Niko dengan raut wajah yang dingin menatap Arga dengan tajam.
Ini pertama kalinya dia memukul Arga selama bertahun-tahun dia bekerja sebagai Sopir pribadi Arga.
Clara datang menampar wajah Niko.
Plank!!!
Plank!!!
Plank!!!
"Sopir tidak tau malu, berani kamu memukul Arga." Ucap Clara marah.
"Aku cuman mengatakan yang sebenarnya, aku dan Nona Zanna hubungan apapun." Ucapnya tegas.
"Sopir tidak malu kamu malah melunjak!" Ucap Clara mau menampar wajah Niko.
Niko menahan tangan Clara dengan tatapan tajam.
"Nona Clara seharusnya tidak berbohong, kalau kebohongan Nona terbongkar maka Tuan akan sadar betapa busuknya hati istri keduanya." Ucap Niko dengan suara yang kecil.
Clara sontak melepaskan tangannya dengan tubuh yang lemas.
Niko berbalik pergi…
"Sopir tidak tau diuntung, aku memecatmu detik ini juga. Kamu tidak perlu datang kesini lagi!" Teriak Arga.
__ADS_1
Sebelum pergi Niko mengeluarkan kunci mobil dari kantong celananya meletakkannya di meja.
Bersambung….