
Di Lobby hotel Hotel Storchen Zürich, Tampak Zanna masuk kedalam Lobby sambil menarik Kopernya.
Zanna berjalan ke meja Lobi dimana ada seorang wanita yang berdiri disana dan satu pria yang berdiri disamping meja Lobi mengenakan baju pelayan hotel.
"Welcome to our Hotel, Can I help you young lady?"
Wanita itu tersenyum menyambut kedatangan Zanna, menanyakan apa yang bisa dia bantu untuk Zanna.
"My husband is in this hotel, I am waiting for him." Ucapnya tersenyum.
"Please young lady sit there while waiting." Ucapnya sambil menunjuk sofa yang ada di sebelah Zanna.
"Thank you."
Dengan senyuman ramah Zanna berbalik pergi, tiba-tiba.
Bungk….
Zanna tidak sengaja menabrak seorang pria yang lewat di sampingnya.
"I am Sorry sir."
Pria itu tampak kaget melihat Zanna."
"That's Okey."
Pria itu kembali melangkah kakinya pergi sambil berbalik melihat ke belakang memastikan wanita yang dia lihat itu benar-benar wanita yang dikatakan Tuannya.
"Itu benar Nona Zanna." Batinnya.
Ternyata Tio juga ada di hotel itu juga.
"Aku harus menelpon Tuan Tion sekarang." Pria itu kembali menoleh, melangkahkan kakinya keluar dari hotel itu.
Pria yang ditabrak Zanna merupakan anak buah Tio yang ditugaskan pergi Bandara untuk mencari tau apakah Zanna masih disana.
Tapi tidak disangka dia malah bertemu Zanna Lobi.
Zanna duduk di sofa sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya, menelpon Arga memberitahu dia sudah sampai di hotel.
Di kamar hotel, Arga tampak duduk dipinggir kasur dengan Clara yang berbaring pangkuannya.
"Sayang, aku ingin mempunyai anak lagi." Ucap Clara sambil menarik kemeja suaminya.
"Kita bisa membuatnya malam ini, tapi sebelum itu aku mau malam ini kita pergi Dinner. Sudah lama sekali kita tidak pergi makan malam bersama."
"Bisakan?" Clara menunjukkan wajahnya yang memelas.
"Tentu sayang, semua keinginanmu pasti akan aku kabulkan." Ucapnya sambil membelai wajah istrinya dengan senyuman menggoda.
__ADS_1
Senyuman Arga menebarkan hati Clara, sungguh suami itu sangat tampan dan mempesona. Dia bahkan tidak bisa mengedipkan matanya sekalipun.
Pria setampan dan sekaya Arga tidak mungkin dia biarkan ada wanita lain yang mau merebutnya.
Arga menatap Clara begitu dalam, ia perlahan merundukkan tubuhnya mencium bibir istrinya.
Tiba-tiba….
Kring……
Kring…..
Kring……
Suara ponsel Arga yang berbunyi seketika memecahkan suasana romantis mereka.
Arga langsung mengangkat kepala Clara dari kedua pahanya, bangkit dari sana pergi mengambil ponsel tidak berhenti berdering diatas meja samping tempat tidur.
Melihat layar ponselnya ada telepon dari Zanna, dia mengambilnya lalu mematikan panggilan itu.
"Sayang siapa yang menelpon?"
"Zanna sudah dibawah, aku harus menjemputnya." Ucapnya sambil berjalan ke pintu.
Arga membuka pintu meninggalkan Clara seorang diri.
"Wanita itu selalu saja mengganggu!" Pekiknya kesal.
"Mas Arga bilang telepon setelah aku sampai, tapi kenapa dia malah mematikannya."
Panggilannya kembali ditolak.
"Mas Arga kenapa sih." Zanna bangkit dari tempat duduknya kembali menelponnya.
Tidak lama kemudian Arga muncul.
"Mas…" Ucapnya sambil menurunkan ponselnya dari telinganya, pergi menghampiri suaminya.
"Ambil koper mu." Perintahnya.
Zanna langsung menuruti perintahnya suaminya, mereka berdua meninggalkan lobi.
Saat mereka berdua pergi pria yang merupakan anak buah Tio ternyata terus memperhatikan Zanna dari kejauhan dibalik sisi pintu masuk.
Dia langsung menelpon Tio melaporkan apa yang dia lihat.
"Hallo Tuan."
"Ada apa?"
__ADS_1
"Wanita itu sudah ada di hotel, aku baru saja bertemu dengannya di lobi."
"Apa dia datang sendiri?"
"Iya Tuan, tapi tidak lama ada Tuan Arga yang datang menjemputnya di lobi. Setelah itu wanita itu pergi bersamanya."
"Sekarang kamu pergi ke meja resepsionis tanyakan, dimana kamar mereka."
"Baik Tuan." Ucapnya sambil mematikan teleponnya.
Pria itu kembali masuk kedalam, sesuai dengan perintah Tio. Dia pergi menemui wanita di meja resepsionis.
"Permisi Nona, apakah ada pesanan kamar hotel atas nama Zanna ?"
"Iya, ada Tuan?"
"Di kamar beberapa?"
"Maaf Tuan tapi kami tidak bisa memberitahunya, ini melanggar aturan." Tegasnya.
Pria itu mengeluarkan lembaran uang dollar berjubah 2000 dollar sebagai uang kompensasi.
"Uang ini akan menjadi milikmu, jika Nona setuju memberitahunya." Menyodorkan.
Melihat uang dengan jumlah banyak mata wanita itu seketika berbinar, dengan jumlah sebanyak itu siapa tidak akan tergiur. Wanita itu langsung mengambil uang itu.
"Kamar 35." Bisiknya.
Disisi lain Arga dan Zanna berdiri depan pintu kamar 35, Arga mengeluarkan kartu yang merupakan kunci kamar Zanna.
Saat pintu terbuka Zanna menarik kopernya masuk kedalam, tapi Arga hanya berdiri di depan kamar mereka.
Zanna berjalan ke tempat tidur, meletakan kopernya di samping kasur.
"Mas kenapa cuman berdiri disitu." Ucapnya berjalan menghampiri Arga.
"Ayo masuk." Zanna menarik tangan Arga.
"Tidak." Ucapnya dingin menepis tangan Zanna.
Arga memberikan kartu kunci ke telapak tangan Zanna "Ini kunci kamarmu, aku harus kembali ke kamar Clara. Dia sudah menungguku." Ketus berbalik pergi.
"Tunggu Mas."
"Ada apa lagi?"
"Apa aku akan tinggal sendiri dikamar ini?" Tanyanya penuh harapan Arga akan bersamanya.
"Apa kamu pikirkan!" Ketusnya.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin tidur bersamamu, jangan terlalu banyak berharap!"
Bersambung…..