Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 26 Kedekataan Zanna dan Arga


__ADS_3

Di sebuah restoran tampak Clara yang duduk ngobrol bersama seorang wanita yang ternyata itu adalah Ibu Arga.


Saat Ibu Arga dalam perjalanan ke rumah Arga, dia tidak sengaja melihat Clara yang berjalan di pinggir jalan tidak jauh dari rumah Arga.


Ibu Arga menyuruh supirnya untuk menghentikan mobil.


Ibu Arga mengajak Clara masuk ke dalam mobil bersamanya.


Clara dan Ibu Arga sebenarnya sudah saling mengenal, dia bahkan tau jika anaknya berpacaran dengan Clara sejak lama. Sebelum Arga menikah dengan Zanna.


Dia mendukung hubungannya putra bersama Clara, karena Clara bukanlah wanita miskin seperti Zanna.


Clara adalah seorang model majalah ternama yang sudah sering ikut dalam event fashion besar, disitulah ibu Arga mengenal Clara.


Kedua orang tua Clara juga bukanlah orang biasa.


Keluarga Clara juga punya bisnis keluarga yang cukup besar seperti Arga dan kedua orang tuanya sering bepergian keluar Negeri untuk mengurus bisnis keluarga mereka.


Karena hal itu Clara tinggal di apartemen, dan saat orang tuanya kembali dia akan balik ke rumah orang tuanya.


"Apa benar kamu dan Arga sudah menikah?" Ucapnya dengan tatapan tajam.


"Iya, kami telah menikah 3 hari yang lalu karena saat itu aku sedang mengandung. Arga pun setuju untuk menikahiku malam itu juga."


"Waaah, syukurlah. Aku ikut bahagia mendengarnya." Ucap ibu Arga memegang kedua tangan Clara.


"Ibu setuju dengan pernikahan kami?"


"Aku pastikan mendukung kalian, aku bahkan senang Arga menjebloskan wanita itu ke penjara. Semoga saja wanita itu tinggal disana dengan waktu yang lama, kalau bisa puluhan tahun saja dia dipenjara."


"Harapan ibu tidak akan terwujud, karena Arga sekarang sedang menjemput wanita itu."


"Apa! kenapa itu bisa terjadi?" Ucapnya kaget mengetahui kalau Zanna akan keluar dari penjara.


Padahal dia sangat bahagia jika Zanna ditahan di kantor polisi.


"Sebenarnya aku sudah berbohong pada Arga, kalau aku kehilangan calon bayi kami karena ulahku sendiri dan Arga mengetahuinya kebonganku karena Niko dan Omah. Mereka menunjukkan rekaman Cctv tadi pagi, aku tidak kepikiran kalau rumah sebesar itu pasti akan punya keamanan Cctv." 


"Sekarang aku di usir dari rumah." Sambungnya.


"Omah memang berpihak pada wanita itu, kita tidak bisa berbuat seenaknya selama Omah masih membelanya."


"Siapa yang mengusirmu keluar?"


"Omah.."


"Kalau begitu kamu masih punya kesempatan untuk kembali. Aku tidak perlu memberitahu caranya kan, kamu pasti mengerti harus melakukan apa." Ucapnya dengan tatapan tajam.


"Aku mengerti." Ucapnya tersenyum kecil.

__ADS_1


Dia sudah tau apa yang dilakukannya agar bisa kembali ke rumah Arga sebagai wanita kesayangan Arga lagi.


Di sisi lain.


Arga yang berada di rumah sakit, duduk di samping tempat tidur Zanna menunggunya sadar.


Arga yang sadar dengan kesalahannya tidak mau meninggal Zanna sendirian.


Dia akan menemani Zanna sampai dia sembuh dan keluar dari rumah sakit ini.


Itu yang bisa dia lakukan sekarang untuk menebus kesalahanya karena sudah menyuap penjaga itu untuk menyiksa Zanna.


"Andai aku tidak melakukan itu, Zanna tidak akan terluka seperti ini." Ucapnya merasa sangat bersalah melihat wajah Zanna yang dipenuhi dengan luka lebam.


"Aku tidak bermaksud melukaimu separah ini. Aku minta maaf." Ucapnya meraih tangan Zanna.


Jari-jemari Zanna tiba-tiba bergerak bersamaan dengan kedua kelopak matanya yang perlahan-lahan terbuka.


Arga sontak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Zanna.


"Kamu sudah sadar."


"Aku dimana?" Ucapnya berusaha bangun.


"Kamu ada di rumah sakit."


"Kamu jangan bangun dulu." Ucapnya sambil memegang kedua bahu Zanna dengan lembut membaringkan Zanna kembali ke tempat tidur.


"Aku akan disini menemanimu." Ucapnya dengan lembut.


"Mas aku mau tanya sesuatu padamu."


"Apa ?"


Wajah Zanna tampak sangat serius.


"Kenapa Mas Arga mencabut laporan terhadapku, apa Mas sudah tau aku tidak berbohong?" 


"Iya aku sudah tau."


"Mas Arga tau dari mana?"


"Cctv rumah, Niko yang menunjukkannya padaku." 


"Niko?" Batinnya,


"Dia selalu membantuku, bagaimana caranya aku bisa membalas kebaikannya padaku." Batinnya.


"Apa kamu mau makanan sesuatu?" Ucapnya perhatian.

__ADS_1


"Aku Mas?" Ucapnya terkejut.


"Iya kamu lah, memang ada orang lain disini!" Ucapnya dengan nada suara yang kesal.


"Kenapa Mas Arga tiba-tiba perhatian padaku?" Batinnya, bingung melihat sikap perhatian Arga yang tiba-tiba.


"Aku tidak mau makan apa-apa." Ucapnya sambil tersenyum manis.


"Kalau begitu kamu mau minum?" Ucapnya mengambil botol mineral dari meja yang ada di sampingnya.


Arga juga mengambil sedotan lalu memasukkannya ke botol.


"Mas tidak perlu repot-repot aku bisa sendiri." Ucapnya mau mengambil botol yang dipegang Arga.


"Tidak, biar aku saja." Ucapnya menjauhkan botol itu dari jangkauan Zanna.


Arga membantu Zanna bangun, menyadarkan tubuh Zanna ke bantal.


Arga menyodorkan botol mineral ke ujung bibir Zanna.


Saat Zanna minum lewat sedotan, Arga memperhatikan gerak bibir Zanna yang mungil sampai Zanna berhenti minum dia masih memperhatikannya.


"Terima kasih Mas." Ucapnya tersenyum manis.


Senyuman Zanna yang begitu manis mampu membuat hati Arga bergetar seperti ada kilat yang menyambar dirinya.


"Kalau aku perhatikan wanita ini ternyata manis juga kalau tersenyum seperti itu." Batinnya.


"Ada apa Mas? Kenapa kamu melihatku seperti itu." Ucapnya mengerutkan dahinya.


Arga sontak mengedipkan kedua matanya.


"Tidak ada, aku hanya melamun saja." Ucapnya beranjak dari tempat duduknya.


"Mas Arga mau ke mana?"


"Aku mau keluar sebentar," Ucapnya sambil keluar dari kamar Zanna.


"Mas Arga kenapa? Kok tiba-tiba pergi." Ucapnya bingung.


Arga menarik napas panjang berdiri depan pintu dengan ekspresi wajah yang panik.


Ternyata Arga salting karena Zanna tau kalau dia memperhatikannya, oleh sebab itu dia tiba-tiba keluar dari kamar Zanna.


"Kenapa juga aku harus memperhatikannya," Ucapnya kesal.


"Seharusnya aku tidak pergi, dia pasti akan berpikir kalau aku ini pria yang aneh." 


"Dasar bodoh!" Ucapnya memarahi dirinya sendiri.

__ADS_1


Arga yang malu untuk masuk kembali kedalam, pergi tempat lain untuk menenangkan pikirannya lebih dulu.


Bersambung….


__ADS_2