Satu Cinta Terbagi Dua

Satu Cinta Terbagi Dua
Episode 65 Meninggalkan Zanna untuk kedua kalinya


__ADS_3

Clara merasa gelisah karena tidak merasakan ada Arga disampingnya, terbangun mencari suaminya.


"Sayang!" Ucapnya bangun sambil mengusap kedua matanya.


Saat kedua matanya terbuka, dia melihat Arga yang duduk di samping tempat tidur Zanna. Tampak Arga dan Zanna sedang berbincang mengenai masalah kemarin malam.


Clara sontak bangun menghampiri mereka berdua dengan bersikap manja di depan Arga.


"Sayang kamu kok bangunnya sendiri." Ucapnya merangkul dari belakang mencium pipi Arga.


Zanna yang melihat itu hanya bisa menghela nafas dengan senyuman palsu yang menutupi rasa cemburunya.


Arga yang merasa risih memperlihatkan kemesraan mereka pada Zanna, melepaskan kedua tangan Clara dari lehernya.


"Aku tidak enak mau bangunin kamu, nanti kamu marah lagi." 


Clara yang tau Arga mencoba tidak menunjukkan kemesraan mereka di depan Zanna, tidak mau kalah begitu saja.


Dia lagi-lagi merangkul Arga dari belakang sambil menempelkan pipinya ke pipi Arga.


"Aku tidak mungkin marah sayang." Ucapnya tersenyum menatap Zanna dengan sorot mata yang tajam seperti matanya menyiratkan bahwa dia tidak menyukai Zanna mendekati Arga.


Arga melepaskan tangan Clara…


Tiba-tiba Clara menarik wajah Arga mencium bibir suaminya di depan Zanna.


Sontak Zanna memalingkan wajahnya tidak mau melihat nya.


"Apa yang kamu lakukan?" Ucap Arga kaget.


"Ada apa? Setiap bangun pagi kan gitu. Kok kamu kaya kaget."


Arga berdiri dari kursinya menarik Clara keluar dari kamar.


"Iiih lepasin, sakit!" Ucapnya marah Arga menariknya keluar.


"Kamu ngapain gaya gitu di depan Zanna." Ucapnya melepaskan genggaman tangannya dengan raut wajah yang marah.


"Kamu yang kenapa, bisanya juga gaya gitu kalau pagi. Kenapa kamu malah marah." Ucapnya dengan nada tinggi.


"Bukan seperti itu kamu harusnya mengerti dimana kamu bisa melakukan itu. Tidak harus didepan Zanna." 


"Oooh gitu jadi kamu lebih mempedulikan perasaan wanita itu dari padaku." 


Clara tidak terima Arga yang seolah-olah ingin menutupi kemesraan mereka di depan Zanna. Padahal Clara pengen memperlihatkan itu pada Zanna agar dia bisa memberitahu Zanna kalau dia punya hubungan yang sedekat itu yang tidak dimiliki Zanna.


"Aku peduli dengan kamu, tapi kamu tidak perlu harus melakukan itu di depannya. Tolonglah jangan keras kepala." 


"Ouh jadi kamu mau bilang aku ini keras kepala, iyah?" Ucapnya sambil menyilangkan kedua tangannya dibawa dada.


"Stop! Kenapa kamu suka memulai pertengkaran yang seharusnya tidak perlu kita tengkarkan."

__ADS_1


Arga mulai marah karena sikap Clara yang kekanak-kanakan.


"Kamu yang mulai duluan!" Ucapnya marah.


"Aku hanya bersikap seperti biasanya, tapi kamu sepertinya mulai tidak menyukainya."


"Kamu cuman salah tempat, aku tetap seperti dulu yang mencintaimu. Tapi sekarang kita lagi di rumah sakit dan Zanna, tolong kamu kondisikan."


Arga mencoba memberikan pengertian pada Clara agar dia tidak perilaku seperti itu di depan Zanna.


Arga juga tidak enak dengan Zanna padahal dia masih membicarakan masalah kemarin malam, karena Clara datang tiba-tiba obrolan mereka terhenti.


"Aku sudah tidak mengerti denganmu, kamu mulai berubah karena wanita itu." Ucapnya berbalik pergi.


"Tunggu, kamu mau kemana?" 


Arga menarik tangan Clara menghentikannya pergi.


"Pergi ke tempat yang jauh sampai kamu tidak perlu mencariku." 


"Mulai lagi kebiasaannya, kalau ngambek pergi."


"Kamu yang mulai!"


"Kalau kamu tidak membela wanita itu aku tidak marah." Ucapnya melepaskan tangan Arga.


"Lebih bagus aku pergi dari sini sejauh mungkin, biar kamu bisa berduaan dengan istrimu itu." Ucapnya pergi.


"Tunggu, biar aku antar kamu pulang ke rumah, kamu pasti capek karena semalaman di rumah sakit." Ucapnya menarik tangan Clara.


"Terserah!" 


Arga lagi-lagi melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, meninggalkan Zanna di rumah sakit demi Clara.


Sedangkan Zanna berbaring di tempat tidur dengan air mata yang menetes.


Rasanya sakit melihatnya, walaupun Clara juga istri Arga tapi hatinya belum ikhlas dimadu.


Zanna berharap semua rasa pahit yang dialaminya sekarang nanti akan berbuah manis dikemudian hari.


Dia menghapus hari matanya dengan harapan yang besar Arga bisa melihat betapa tulusnya dia mencintai Arga.


"Mas Arga juga pasti bisa mencintaiku. Aku harus yakin." 


Zanna membesarkan hatinya tidak mau kalah dari Clara, dia punya harapan Arga bisa mencintai juga. Seperti Arga mencintai Clara.


Saat Arga pergi Tio kembali dengan Dokter Tirta.


Pada saat ada suara pintu terbuka Zanna menoleh.


"Mas!" Ucapnya pikir itu adalah Arga tapi ternyata, itu adalah Tio dan Dokter Tirta.

__ADS_1


"Aku kira tadi Mas Arga."


"Kemana Arga pergi?" Ucapnya melangkah masuk menghampiri Zanna.


"Mas Arga tadi keluar dengan Clara, apa kamu tidak melihat mereka di luar?"


"Tidak ada orang diluar!"


"Jangan bilang mereka pergi!" Sambungnya.


Wajah Tio tampak marah karena Arga meninggalkan Zanna sendirian dikamar.


"Mungkin Mas Arga ada urusan penting, maka dia harus pergi." 


"Kamu kenapa sih selalu bela Arga, jelas-jelas dia tidak peduli denganmu." Ucapnya kesal.


"Kamu terlalu bodoh, sampai tidak bisa melihat kalau Arga itu tidak punya cinta untukmu, dia hanya mencinta Clara. Buka mata kamu." Ucapnya marah.


"Stop Tio, aku memang bodoh, karena aku juga pernah melakukan hal yang sama 8 tahun yang lalu. Mencintai orang sampai aku bodoh tidak tau kalau pria itu ternyata akan meninggalkanku."


Setelah mengatakan itu Zanna langsung menoleh tubuhnya ke samping dengan air mata yang menetes.


Dia menangis mengingat betapa bodohnya dirinya dulu mencintai Tio.


Tio yang sadar kalau Zanna menangis, langsung pergi ke samping.


"Aku minta maaf, please jangan nangis."


Tio bermohon di depan Zanna sambil Jongkok dengan bersalah sudah membuat Zanna menangis


"Aku tidak bermaksud mau menyakiti perasaanmu. Maafkan aku!"


Melihat Tio yang seperti itu, Zanna jadi ingat masa lalu mereka.


Setiap kali Tio berbuat kesalahan atau membuatnya menangis, pasti Tio akan melakukan hal yang sama seperti ini, jongkok meminta Maaf.


Kalau Zanna belum menerima Maaf nya, Tio tidak akan bangun. Karena itu Zanna akhirnya memaafkan perkataan Tio.


"Sudah bangun, aku sudah memaafkan kamu." Ucapnya sambil mengusap air matanya.


"Kamu beneran udah maafin aku." Ucapnya sambil berdiri.


"Iyaaa." 


Tio yang terlalu kesenangan, memeluk Zanna.


"Maaf, aku membuatmu menangis lagi." Ucapnya berbisik di telinga Zanna.


Dokter tirta yang melihat itu tampak heran melihat Tio yang mau bermohon di depan wanita seperti itu.


Dokter tirta tidak mengerti hubungan apa yang mereka miliki tapi, dia bisa melihat kalau Tio sangat mencintai Zanna.

__ADS_1


Bersambung…….


__ADS_2