Sexy Lady

Sexy Lady
Rasa Aneh


__ADS_3

Mension Victoria...


Langkah tegas seorang pria mulai menuruni anak tangga. Hari ini ia sengaja bangun sedikit siang, hanya demi menghindari seorang wanita yang saat ini telah menjadi sepupunya. Wanita itu memang tidak tahu diri dan tidak punya malu sama sekali. Dimana, ia masih tetap saja ingin menggodanya. Padahal, sudah jelas suaminya berada satu rumah dengan mereka.


Namun, saat Arya baru melangkah beberapa kaki dari dari anak tangga. Suara wanita yang sangat ia kenal sudah kembali menghentikan langkahnya.


" Kak Arya... ". Teriak nya dari lantai atas sembari menatap penuh ceria ke arah Arya. Dimana Arya yang langsung menoleh ke belakang.


" Ziva". Guman Arya sedikit mengerutkan dahinya. Karena setahu dia Ziva masih berada di London. Kenapa tiba tiba ada di mension.


" Miss You Brother. Aku sangat merindukan kakak". Rengek manja Ziva yang langsung merangkul lengan Arya posesif.

__ADS_1


" Kapan kau pulang?. Bukankah seharusnya minggu depan kau baru bisa pulang? ". Arya malah mengajukan pertanyaan membuat gadis cantik itu langsung mendongak untuk bisa menatap wajah tampan Arya yang semakin penuh pesona saja.


" Kakek menyuruh ku pulang cepat. Katanya lusa adalah hari pertunangan kita kan kak? ". Gadis itu tampak begitu senang saat membahas pertunangan dengan Arya.


Arya hanya diam, ia sama sekali tidak mengiyakan ataupun mengatakan tidak. Ia juga belum memberikan keputusan setuju atau tidaknya atas permintaan kakeknya.


" Apa kakak mau menolak perjodohan ini? ". Ziva kembali menatap wajah Arya sendu. Karena sejak tadi Arya sama sekali tidak tertarik akan pembahasan itu.


" Jika kakak keberatan, kita bicarakan saja lagi dengan kakek. Aku tidak akan memaksamu kak". Seru Ziva yang belum beranjak saat Arya mulai melangkah kembali menuruni anak tangga.


Arya hanya menoleh sekilas, setelah itu ia kembali melangkah untuk segera keluar dari mension itu. Sedangkan, dari arah berlawanan. Seorang wanita yang selalu berpakaian minim tampak menarik sudut bibirnya senang.

__ADS_1


" Sepertinya Arya tidak setuju akan perjodohan kalian". Serunya sambil meletakkan kedua tangannya di depan dada. Mengejek Ziva yang saat ini masih berdiri di tempat semula sambil menatap punggung Arya yang mulai hilang di balik pintu besar utama mension itu.


Ziva sama sekali tak menanggapi ucapan kakak iparnya itu. Karena ia juga tidak menyukai wanita itu, Menjadi bagian dari keluarga nya sama sekali. Namun, sang kakak malah tergila gila akan sosok wanita itu.


" Kita lihat saja nanti, Aku sendiri yang akan membuat kalian batal menikah". Guman wanita yang bernama Helen itu.


Wajar saja jika Arya mengatakan jika mension mewah Victoria ini adalah neraka. Karena hampir semua penghuni mension adalah iblis dengan wujud berbagai manusia munafik dan licik. Namun, Arya kali ini sedikit aneh. Saat ia menginap di mension malam ini. Biasanya om dan tantenya bahkan sepupu pria nya. Selalu membuat onar dan juga keributan saat ia pulang.


Namun, kali ini mereka tampak begitu tenang dan santai saja. Apalagi saat sang kakek membahas masalah perjodohan antara dirinya dan juga Ziva. Tante dan Om nya hanya diam tanpa ingin membantah sedikitpun. Padahal, selama ini mereka adalah orang pertama yang tidak menyukai Arya.


Arya menatap mension mewah itu saat ia akan masuk kedalam mobilnya. Entah, kenapa ia seperti merasakan sesuatu saat ia melihat teras mension mewah itu. Akan, tetapi ia juga tidak tahu hal ap itu. Otaknya seakan terus berpikir jika ia pernah merasakan kejadian. Tapi, sayangnya sampai saat ini ia tidak memiliki ingatan apapun akan masa kecilnya.

__ADS_1


Lelah berpikir yang belum pasti. Arya, pun mulai masuk kedalam mobilnya dan langsung tancap gas keluar dari mension mewah itu. Mengendarai mobil mewahnya. Rencananya untuk mengawasi langsung sesi pemotretan harus ia tunda. Karena ia akan segera menemui klien nya. Yang rela jauh jauh datang ke Jakarta hanya untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan nya sendiri.


__ADS_2